Konten dari Pengguna

3 Alasan Real Madrid Batal 'Jual' Gareth Bale ke Liga China

Info Bola

Info Bola

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gareth Bale menunjukkan ekspresi datar saat bintang Barcelona, Lionel Messi, merayakan gol ke gawang Real Madrid. Foto: Pierre-Philippe Marcou/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Gareth Bale menunjukkan ekspresi datar saat bintang Barcelona, Lionel Messi, merayakan gol ke gawang Real Madrid. Foto: Pierre-Philippe Marcou/AFP

Sejak bursa transfer musim panas dibuka, Gareth Bale kian dikabarkan menuju pintu keluar Real Madrid. Masa depan bahkan sempat dipastikan tak bersama Los Blancos, terutama setelah Zinedine Zidane secara eksplisit mengatakan tak ingin menggunakan jasa winger berkebangsaan Wales tersebut.

Beberapa pekan belakangan, Bale sempat diincar klub asal Liga Super China, Jiangsu Suning. Bahkan Jiangsu sudah menawarkan gaji sebesar 1 juta paun per pekan, lebih dari dua kali lipat gaji Bale bersama El Real. Namun, Madrid membatalkan transfernya.

Pembatalan transfer Bale tersebut tentu mengejutkan. Pasalnya, winger berusia 30 tahun tersebut sudah sempat terbang ke China untuk memfinalisasi transfer. Namun, Florentino Perez membatalkan keputusan Madrid untuk menjual pemain termahal sepanjang sejarah klubnya tersebut di detik-detik terakhir.

Setelah pembatalan transfer Bale, kini Jiangsu Suning sudah mendatangkan pemain asal Kroasia, Ivan Santini, untuk mengisi kuota pemain asing Liga Super China. Artinya, kemungkinan besar Bale dipastikan batal pindah dan bakal tetap membela Real Madrid pada musim 2019/20 mendatang.

Batalnya transfer Bale tentu sangat mengejutkan. Selain tak diinginkan Zidane, Bale juga sempat disebut tak punya hubungan baik dengan rekan satu timnya. Publik Santiago Bernabeu pun tak memberi banyak dukungan agar Bale menetap. Walau begitu, tentu ada alasan Bale tak jadi hengkang dari Real Madrid.

Berangkat dari sana, berikut tiga alasan Real Madrid batal melepas Gareth Bale ke Liga Super China.

1. Marco Asensio cedera ACL

Asensio saat ditandu keluar setelah mengalami cedera di laga ICC 2019 melawan Arsenal. Foto: Geoff Burke-USA TODAY Sports

Kembali dilatih Zidane, artinya Madrid akan menggunakan sistem 4-3-3 andalan pelatih berkepala plontos tersebut. Memainkan satu penyerang yang diapit dua sayap, Eden Hazard sudah memastikan tempat di sisi kiri, sementara di kanan ada Vinicius Junior. Adapun penyerang tunggal antara Luka Jovic dan Karim Benzema.

Tak punya banyak winger mumpuni, Marco Asensio jadi satu-satunya pelapis yang punya kualitas setara dengan pemain tim utama. Namun, sialnya winger kelahiran Spanyol tersebut harus absen lama lantaran terpapar cedera ACL kala menghadapi Arsenal. Praktis kini Real Madrid tak punya lagi pelapis di sayap yang punya kualitas.

Memang Madrid masih punya Brahim Diaz dan Rodrygo, tapi keduanya masih terlalu hijau. Pelapis lainnya seperti Lucas Vazquez dan Mariano memang punya kemampuan yang bisa diberi kesempatan, tapi keduanya sudah terbukti tak bisa jadi pembeda di laga besar. Karena itu, Bale yang sudah terbukti pun bakal dipercaya sebagai winger pelapis.

2. Pemain kesayangan Florentino Perez

Presiden Real Madrid, Florentino Perez. Foto: Benjamin CREMEL / AFP

Terlepas dari berbagai kesulitan Bale di Real Madrid, dirinya selalu mendapat dukungan. Tak tanggung-tanggung, dukungan tersebut datang dari orang nomor satu di klub, yaitu Florentino Perez. Beredar kabar Bale merupakan pemain favorit Perez di Real Madrid. Bahkan, Perez sempat ingin menjadikan Bale poros utama timnya.

Misi tersebut dilakukan pebisnis berusia 72 tahun, dimulai saat mendatangkan Bale sebagai pemain termahal di dunia pada masanya, dengan mahar 86,4 juta paun. Perez bahkan menempatkan Bale dalam jajaran yang sama dengan Cristiano Ronaldo, ketika memberi pemain asal Wales tersebut gaji yang sama yaitu 350 ribu paun per pekan.

Bahkan Perez menolak permintaan Ronaldo untuk mendapat kontrak baru, mengindikasikan dirinya memandang Bale pemain yang lebih penting di Real Madrid. Ronaldo sendiri bahkan sempat mengungkapkan sendiri masalah tersebut sebagai salah satu penyebab dirinya pindah ke Juventus. Masih percaya dengan Bale, itu bisa jadi yang membuat Perez membatalkan transfer di menit terakhir.

3. Madrid tak mau lepas Bale murah

Gareth Bale jadi bintang lapangan dalam laga semifinal Piala Dunia Antar klub 2018 kontra Kashima Antlers. Bale dinobatkan jadi pemain terbaik turnamen tersebut. Foto: AFP/Giuseppe Cacace

Bursa transfer musim panas ini Real Madrid begitu sibuk. Secara keseluruhan, El Real sudah menghabiskan dana transfer sebesar 303 juta euro untuk memboyong lima pemain. Walau Madrid juga mendapat pemasukan dari menjual pemain yang tak lagi masuk rencana, masih jauh sebelum neraca keuangan Madrid kembali stabil.

Kini Gareth Bale merupakan salah satu pemain yang paling bernilai dalam skuat Real Madrid. Tak masuk dalam rencana Zidane, Bale diharapkan bisa mendapat dana segar dari hasil transfernya. Namun, gaji yang tinggi jadi penghalang pemain berusia 30 tahun tersebut untuk pindah ke klub lain.

Jiangsu Suning sejatinya bisa memenuhi gaji yang diminta tersebut, bahkan berencana menawarkan besaran yang sampai lebih dari dua kali lipat. Namun, sebagai gantinya Jiangsu tak mau merekrut Bale dengan dana transfer yang besar. Maksimal sebesar 22 juta euro dana yang bisa ditawarkan klub asal China tersebut yang kemudian ditolak Madrid. (bob)

Baca lebih banyak informasi mengenai berita artis/berita heboh/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.

Download aplikasi Android di sini.

Download aplikasi iOS di sini.