3 Catatan Usai Tottenham Kalah dari Klub Kasta Keempat di Piala Liga

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kejutan tersaji usai Tottenham Hotspur harus terdepak lebih awal di Piala Liga Inggris musim 2019/20. Menghadapi Colchester United di Colchester Stadium, ‘The Lilywhites’ ditahan imbang 0-0 sebelum akhirnya tumbang 4-3 di babak adu penalti.
Hasil tersebut jelas jadi kejutan terbesar. Pasalnya, Colchester United merupakan tim yang kini bermain di kasta keempat Liga Inggris. Bahkan, saat ini tim yang berjuluk ‘The U's’ tersebut tengah berada di posisi ke-10 di Liga Inggris kasta keempat, yang berarti 69 tingkat di bawah Tottenham.
Selepas laga, pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino menyebut performa timnya sebenarnya sudah. Hanya saja, dirinya menyoroti mental dan hubungan antara pemain. Pelatih asal Argentina itu menyebut timnya perlu lebih bersama dan tak punya tujuan berbeda.
“Ini merupakan tenaga yang seharusnya dilakukan bersama,” sebut Pochettino. “Kami butuh waktu lagi untuk menciptakan kebersamaan yang kami butuhkan bila ingin tampil dalam level ini," tambahnya, dilansir dari Skysport.
"Kami kalah lewat penalti dan hari ini mengenai kemenangan. Ketika kamu bermain di kompetisi ini, itu bukan lagi soal performa, tapi lebih ke hasil. Itulah indahnya sebuah kompetisi, selalu saja ada yang bisa terjadi. Kami ingin melaju lebih jauh tapi kami terdepak,” ucap pelatih berusia 47 tahun tersebut.
Berangkat dari kekalahan Tottenham dari klub kasta keempat, Colchester United, ada setidaknya tiga catatan menarik yang bisa disimak. Berikut catatan tersebut.
1. Spurs kembali tampil buruk di laga tandang
Kekalahan dari Colchester memperpanjang rekor tanpa kemenangan Tottenham Hotspur di laga tandang. Terakhir klub asal London Utara tersebut menang di laga tandang kompetisi domestik yaitu menghadapi Fulham di pertengahan Januari 2019 silam. Sejak itu, di 11 laga tandang Spurs kalah sembilan kali dan imbang dua kali.
Laga menghadapi tim yang jauh lebih inferior sejatinya jadi kesempatan skuad arahan Mauricio Pochettino untuk memutus rekor buruk tersebut. Namun, menghadapi Colchester yang merupakan tim kasta keempat, Spurs malah gagal memanfaatkan kesempatan memperbaiki performa tandang.
Mendominasi sepanjang laga, Spurs tumpul dengan hanya mencatatkan empat tembakkan mengarah ke gawang dari total 19 yang dilepaskan. Berlanjut ke babak penalti yang lebih mengutamakan mental dan keberuntungan, kans untuk kesempatan untuk lolos sudah tidak bisa diukur seperti pada waktu normal. Bila ingin mendapat trofi musim ini, Spurs tentu harus mulai membenahi performa tandang.
2. Pemain pelapis yang mengecewakan
Buat klub besar di kasta tertinggi, kompetisi Piala Liga jadi ajang untuk mencoba pemain pelapis yang jarang mendapat kesempatan main di tim utama, termasuk juga buat Tottenham Hotspur. Pasalnya, di babak-babak awal, tim seperti Spurs biasanya dihadapkan dengan lawan yang di atas kertas begitu inferior.
Colchester kemudian jadi tim inferior tersebut. Karena itu, Pochettino berani menurunkan tim yang sebagian besar berisikan pemain muda dan nama-nama yang kehilangan tempat utama seperti Victor Wanyama dan Eric Dier. Beberapa nama yang musim ini tampil di bawah performa seperti Dele Alli juga dibiarkan bermain.
Namun, harapan Pochettino tak sesuai kenyataan. Babak pertama saja, Spurs hanya mencatatkan satu tendangan mengarah ke gawang. Memasukkan Son Heung-Min, Erik Lamela, dan Christian Eriksen juga tak banyak membantu menembus pertahanan Colchester. Performa pelapis yang mengecewakan pun jadi kekhawatiran Spurs yang bakal menghadapi jadwal padat kedepannya.
3. Satu kans Spurs meraih trofi melayang
Merupakan tim yang bisa bersaing di posisi enam besar tiap tahunnya, juga diperkuat pemain-pemain kelas dunia, Tottenham memang layak disebut klub besar di Liga Inggris. Namun, predikat tersebut kemudian belum sepenuhnya diakui, lantaran Spurs yang hingga kini belum juga memenangi trofi.
Selama dua dekade, meski sempat diperkuat sosok bintang seperti Dimitar Berbatov, Gareth Bale, dan Luka Modric, ‘The Lilywhites’ hanya bisa memenangkan satu trofi, yaitu Piala Liga tahun 2008 silam. Sejak itu, Spurs hanya bisa memberikan tekanan kepada kandidat juara lainnya, termasuk musim lalu ketika sempat menempel Liverpool dan Manchester City.
Bahkan, ketika secara mengejutkan memulangkan City dan Ajax di Liga Champions, Spurs tetap kalah di final lawan Liverpool. Musim ini kembali mengincar gelar, kekalahan mengejutkan dari Colchester United di Piala Liga artinya menipiskan kans Spurs untuk mencapai targetnya. (bob)
