5 Pesepak Bola Top yang Pernah Bermain di 5 Klub Berbeda

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Loyalitas memang tak mudah ditemukan dalam dunia sepak bola, seperti contohnya legenda sepanjang masa Manchester United, Ryan Giggs dan legenda AS Roma, ‘Il Francesco Pupone’ Totti. Kedua pemain tersebut tetap bermain bersama klub masa kecilnya hingga akhir karier sepak bola mereka.
Namun, tak semua pemain betah kembali bermain di klub yang sama tiap musimnya. Tinggal di kota yang sama dan pergi ke tempat latihan yang itu-itu saja sampai pensiun. Menetap bersama satu klub mungkin bakal membawa kesuksesan buat seorang pemain, tapi sejarah membuktikan banyak bintang dunia yang kemudian pindah demi pembuktian.
Bahkan, beberapa pemain kelas dunia tersebut membuatnya jadi kebiasaan, melompat ke tim satu dan ke tim lainnya untuk menemukan tantangan baru. Pemain seperti itu pun kerap mendapat sebutan sebagai ‘journeymen’ atau dalam bahasa Indonesia seorang musafir.
Berangkat dari sana, dilansir dari Sportskeeda, berikut lima nama yang masuk dalam kategori seorang musafir sepak bola, bermain di minimal lima klub berbeda sepanjang kariernya.
1. Samuel Eto'o
Mantan kapten Timnas Kamerun, Samuel Eto'o, tak diragukan sebagai pesepak bola asal benua Afrika tersukses sepanjang sejarah. Kemampuannya mencetak gol dalam laga penting dari sudut sulit membuatnya terkenal sebagai salah satu penyerang paling ditakuti pada masanya. Eto’o kini sudah bermain di 13 klub dan 7 diantaranya di benua Eropa.
Memulai karier di akademi Real Madrid tahun 1997 silam, Eto’o kemudian pindah ke Mallorca dan bermain impresif hingga direkrut Barcelona. Bersama raksasa Catalunya tersebut, Eto’o mencatat 145 penampilan dan mencetak 108 gol hanya dalam lima tahun. Dirinya kemudian pindah ke Inter Milan dan sukses menang treble.
Kepindahan Eto’o ke klub Rusia, Anzhi Makhachkala adalah awal dari penurunan kariernya. Sempat memperkuat Chelsea pada tahun 2013 selama satu musim, dirinya kemudian melanglang buana ke berbagai klub seperti Everton, Sampdoria, Antalyaspor, Konyaspor, hingga yang terbaru bermain di Liga Qatar bersama Qatar SC.
2. Andy Cole
Selepas karier gemilang di masa keemasannya, tiap musim, Andy Cole berada di klub yang berbeda di ajang Liga Inggris. Total dirinya berpindah ke 12 klub Inggris. Masa emas Cole jelas kala dirinya berseragam Manchester United. Mencetak 93 gol dan menang banyak trofi hanya dalam 6 musim, Cole juga menang treble legendaris musim 1998-99.
Memulai karier bersama Arsenal, sayang, Cole tak dapat kesempatan dan akhirnya pindah ke ke Newcastle United 1993 silam selama dua musim. Tampil apik dengan 68 gol dari 85 laga, Manchester United pun merekrutnya pada musim dingin 1995. Setelah delapan tahun, Cole pindah ke Blackburn Rovers dan mencetak 27 gol di tiga musim.
Sesudah Blackburn, Cole kemudian berpindah-pindah ke tujuh klub berbeda, di antaranya Fulham, Manchester city, Portsmouth dan Sunderland. Walau tak bisa lama-lama bertahan di tim yang sama, Andy Cole tetap jadi yang tertajam ketiga sepanjang masa Liga Inggris.
3. Rivaldo
Hampir semua trofi sudah dikoleksi bersama Tim Nasional Brasil dan di level klub. Sosok tersebut merupakan ikon Barcelona, Rivaldo. Sejatinya, penyerang asal Brasil tersebut hanya bermain selama lima musim bersama Blaugrana, mencetak 130 gol dari 235 penampilan. Namun, dirinya pantas jadi salah satu pemain ikonik.
Rivaldo jadi pemain yang gemar untuk menjelajahi negara-negara lain, termasuk Spanyol, Italia, Brasil, Uzbekistan, Yunani, dan Angola. Bisa dibilang bahkan Rivaldo merupakan pemain paling ternama yang punya niat untuk bermain sambil berpetualang.
Setelah Piala Dunia 2002, Rivaldo menolak kontrak baru dengan Barcelona dan pindah ke AC Milan. Sayangnya, bersama Rossoneri, Rivaldo gagal menjawab ekspektasi awal. Kegagalan tersebut membuat Rivaldo jadi musafir, melanglang buana ke delapan tempat berbeda, terakhir pensiun di klub Liga Brasil, Mogi Mirim.
4. Ronaldo Nazario
Pada masa keemasannya, tak diragukan Ronaldo Nazario merupakan salah satu penyerang paling berbahaya di dunia. Punya kecepatan dan teknik bagaikan seorang winger, tapi bermain dengan apik di bagian tengah penyerangan, membuatnya jadi ancaman besar untuk setiap lawan yang dihadapi.
Memulai karier bersama raksasa Belanda PSV Eindhoven, Ronaldo tampil memukau dan akhirnya menarik minat raksasa Liga Spanyol, Barcelona. Walau hanya satu musim membela ‘Blaugrana’, catatan 47 gol dalam 49 laga merupakan capaian luar biasa. Tak hanya di situ, dirinya kala itu jadi pemain terbaik Piala Dunia termuda, berusia 20 tahun.
Pindah ke Inter Milan, Ronaldo kerap dibekap cedera dan hanya bertahan lima musim. Dirinya kemudian pindah ke Real Madrid, menjadi salah satu pemain yang pertama kali main di El Clasico untuk kedua kubu. Mencetak 83 gol bersama El Real dalam lima tahun, Ronaldo kemudian pindah ke AC Milan pada 2007 silam dan pensiun di Corinthians.
5. Zlatan Ibrahimovic
Sepanjang kariernya, Zlatan Ibrahimovic terkenal sebagai pemain yang gemar bertukar klub. Pemain berusia 37 tahun tersebut termasuk dalam segelintir pemain yang pernah bermain di lima liga berbeda di Eropa. Kemampuannya yang cepat beradaptasi dengan keadaan pun jadi nilai utama.
Legenda Swedia tersebut memulai karier di Malmo selama tiga musim, 1990-2001, sebelum akhirnya direkrut Ajax dengan mahar 8 juta euro. Tampil apik bersama raksasa Belanda, raksasa Italia Juventus kepincut dan kemudian mendatangkannya. Kasus Calciopoli memaksa Juve melepas pemain bintang, termasuk Ibra yang pindah ke Inter Milan.
Bersama Inter, Ibra sukses tampil gemilang dengan mencatatkan 66 gol dari 117 laga. Ibra pun pindah ke Barcelona tahun 2009, tapi hanya bertahan setahun dan kemudian hengkang ke AC Milan sebagai pinjaman. Performa impresif sebagai pinjaman, Milan pun memboyong Ibra dari Barca dan sukses mencetak 35 gol dari 44 laga.
Pindah dan menetap selama empat musim di Paris Saint-Germain, Ibra menang berbagai prestasi di Liga Prancis. Dirinya pun jadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa PSG kala itu, dengan total 156 golnya. Kembali jadi musafir, Ibra pindah ke Manchester United. Setelah cukup sukses selama dua setengah musim, dirinya pindah ke LA Galaxy dan langsung jadi pendatang baru terbaik.
(bob)
Baca lebih banyak informasi mengenai berita artis/berita heboh/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.
Download aplikasi Android di sini.
Download aplikasi iOS di sini.
