5 Trio Lini Depan Terbaik Barcelona Bersama Lionel Messi

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Trio lini depan terbaik Barcelona bersama Lionel Messi.
Barcelona kental dengan formasi 4-3-3. Sejak tahun 2004 silam, Blaugrana selalu terlihat dengan tiga penyerang kelas dunia di depan. Bahkan kala bersama Luis Enrique, tahun 2017 meski Barca sempat mengganti formasi jadi 3-4-3, mereka tetap mempertahankan tiga penyerang depan.
Kini mereka kembali dengan pakem 4-3-3, bertahun-tahun taktik tersebut dengan filosofi tiki-taka, menelurkan banyak gelar untuk Los Cules, dengan 4 trofi Liga Champions dan 9 gelar Liga Spanyol dalam kurun 15 tahun terakhir.
Tidak mengejutkan, era keemasan Barcelona ini punya pemain sekaliber Lionel Messi sebagai tumpuan utama. Bersama raksasa Catalunya tersebut, Messi didapuk sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Sejak debutnya pada tahun 2004 silam, pemain berjuluk La Pulga tersebut langsung jadi bagian dari trisula maut.
Sepanjang karier di lini depan Barcelona, Messi sukses mengoleksi 5 Ballon d’Or dan mencetak 569 dari 655 penampilannya. Sang Messi pun sudah bermain dengan pasangan berbeda yang notabene juga berkelas dunia. Berangkat dari sana, berikut lima trio lini depan terbaik Barcelona sejak era tahun 2000an.
1. Messi, Suarez, dan Coutinho

Trio Suarez, Coutinho dan Messi kala Barcelona vs Valencia (Foto: Albert Gea/Reuters)
Sejak datangnya dari Liverpool pada musim dingin 2018, Coutinho masuk sebagai salah satu bagian dari trio lini depan Barcelona, bersama Messi dan Luis Suarez. Mungkin dirinya adalah yang termuda, tapi dengan skill yang dimiliki, pemain asal Brasil itu perlahan mulai nyetel.
Coutinho memang lebih bermain sebagai playmaker, tapi memulai kariernya di Barca sebagai sayap kiri. Tak memberikan kontribusi yang maksimal, Dembele dan Rafinha kerap lebih dipilih membuat Coutinho harus tabah dicadangkan.
Kesabaran pemain berusia 26 tahun tersebut terbayar, usai dirinya diposisikan di tengah oleh Valverde. Tugasnya demi pengalir bola dan pencipta peluang, membantu Lionel Messi dan Luis Suarez yang bermain di depannya.
Sejauh ini, trio tersebut terbukti sukses dengan menempati puncak klasemen Liga Spanyol dan juara grup di UCL. Los Cules pun musim ini kembali menjadi kandidat terkuat mengangkat trofi kompetisi kasta tertinggi di Spanyol itu, dan trisula Messi, Suarez, Coutinho dinilai masih akan ampuh 2-3 musim mendatang.
2. Messi, Villa, dan Pedro

Messi, Villa, dan Pedro alias trio MVP. (Foto: AFP/Getty Images)
Menjadi andalan pada musim 2010/11, kala masih diarsiteki Pep Guardiola, Messi, David Villa, dan Pedro sempat digadang sebagai trio termenakutkan di dunia. Kemampuan olah bola, insting gol, kombinasi kompak, bermain dengan tiki-taka, sampai teknik individu yang tinggi menyempurnakan ketiganya.
Pedro punya kemampuan bermain di kedua sisi sayap. Sementara Messi tak perlu diragukan kemampuannya sebagai yang terbaik di dunia, Pep Guardiola kemudian memadukan Pedro-Messi dengan David Villa yang punya insting gol tinggi serta gemar mencari ruang kosong, alhasil ketiganya bermain solid untuk Barca.
Pedro tampil 321 kali dan mencetak 99 gol, kemudian musim panas 2015 bergabung dengan Chelsea lantaran kurang jam main. Sementara Villa lebih singkat bersama raksasa Catalunya, dengan hanya bermain tiga musim, mencetak 48 gol dari 119 penampilan.
3. Messi, Eto’o, dan Henry

Trio era 2006, Messi Eto'o dan Henry. (Lluis Gene/AFP/Getty Images)
Legenda Arsenal, Thierry Henry bergabung bersama Barca pada tahun 2006. Bermain selama tiga musim, Henry cukup sukses dengan memenangi semua gelar. Bertransformasi dari penyerang tengah jadi winger, Henry berperan sebagai sayap kiri yang kerap menusuk ke tengah.
Eto’o pun begitu sukses bersama Barca dengan bermain 199 kali dan mencetak 130 gol dalam lima musim. Dua liga Champions dipersembahkan, bersamaan dengan 3 Liga Spanyol. Fleksibel sebagai penyerang utama maupun winger, tak khayal pemain asal Kamerun tersebut jadi salah satu dari trisula maut.
Lengkap dengan Lionel Messi yang mulai jadi tumpuan utama, Barca sukses menundukkan lawan seperti Manchester United di final Liga Champions 2009. Real Madrid pun takluk 6-2 pada 2009 silam, dengan La Pulga mencetak hat-trick. Namun, Henry dan Eto’o tak lama minggat usai Barca merekrut Villa tahun 2010.
4. Messi, Suarez, dan Neymar

Trio Messi Suarez MSN. (Foto: Albert Gea/Reuters)
Paling cepat dan paling tajam daripada semua trio lini serang Barca, kombinasi Messi, Suarez dan Neymar alias MSN ini sukses mengantarkan Blaugrana menangi Liga Champions 2015. Tak hanya itu, dua trofi Liga Spanyol juga turut disumbang. Bahkan trio ini pada musim 2014/15 turut andil besar mempersembahkan treble.
Neymar bermain di sayap kiri Barca, dengan menusuk ke tengah dan menebar ancaman. Bersama Messi dan Suarez pun bintang Brasil itu bermain nyetel. Total 105 gol dicetak dalam 186 laganya bersama Los Cules.
Sementara bagian dari trio lain, Suarez, tetap jadi penyerang dengan insting gol tinggi. Dibekali kecepatan dan kemampuan mencari ruang kosong membuatnya dinilai sebagai penyerang terbaik di dunia. Kini pemain kelahiran Salto, Uruguay tersebut sudah mencetak 162 gol dalam 217 penampilan.
Messi tetap bermain seperti biasanya sebagai yang terbaik. Lebih bertempat di kanan, Messi sering kali membantu pergerakan Suarez dan Neymar dengan menciptakan lubang di daerah pertahanan lawan. Juventus sempat jadi korban, usai menelan kekalahan telak 3-1 di final Liga Champions 2015.
5. Ronaldinho, Messi, dan Eto’o

Ronaldinho, Messi, dan Eto’o. (AFP PHOTO/LLUIS GENE)
Kombinasi Legenda Brasil, Ronaldinho, dengan Samuel Eto’o dan Lionel Messi yang masih muda, tetaplah jadi yang terbaik sejak era tiga penyerang, 2004. Blaugrana kala itu sukses membawa pulang Liga Champions 2006, dan Liga Spanyol dua kali, musim 2004/05 dan 2005/06.
Pada masanya Ronaldinho adalah jagoan Los Cules. Gelandang serang asal Brasil tersebut tampil fantastis, dengan Ballon d’Or tahun 2005 jadi bukti kegemilangannya. Total 94 gol dari 207 dicatat pemain yang terkenal dengan senyumnya tersebut. Tandem dengan Eto’o dan Messi melengkapi kengerian lini depan Barca saat itu.
Pendukung raksasa Catalunya itu pasti tak akan melupakan duet Messi dan Eto’ yang saling menebar ancaman dari sayap. Bertemu Arsenal final Liga Champions 2006 silam, keduanya turut andil dua gol yang dicetak dalam kemenangan tipis 2-1 itu. Tentu tak bisa lupa juga, aksi solo Ronaldinho kontra Real Madrid di Bernabeu.
Pada tahun itu merupakan puncak dari kejayaan trisula Barcelona, dengan ketiganya punya kemampuan yang saling melengkapi. Juga fakta menarik, musim ini adalah kala Messi mengukuhkan posisinya di tim utama Blaugrana. (bob)
