6 Transfer Pemain Terburuk Sepanjang Sejarah Sepak Bola

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Karius menangis seusai Liverpool kalah dari Real Madrid dengan skor 3-1 yang membuat Liverpool gagal merengkuh gelar Liga Champions. (Reuters/Kai Plaffenbach)
Bursa transfer pemain menjadi salah satu momen yang ditunggu fans klub sepakbola. Manajemen klub tak boleh salah sasaran dalam melakukan jual beli pemain. Jika dinilai gagal, nyinyiran fans sudah siap menyerang manajemen.
Beberapa transfer dinilai berhasil, seperti Cristiano Ronaldo ke Real Madrid, Kylian Mbappe ke PSG, Luis Suarez ke FC Barcelona, dan lain-lain. Namun, tak jarang manajemen klub gagal bertaruh di bursa transfer yang mengakibatkan prestasi klub jadi melorot.
1. Loris Karius

Karius gagal menghalau sepakan pemain Real Madrid, Gareth Bale, saat Final UEFA Champions League 2018. (Reuters/Phil Noble)
Didatangkan dari klub Jerman, Mainz 05 pada 2016, penjaga Gawang asal Jerman ini diharapkan menjadi transfer sukses Liverpool saat itu. Sayangnya, pria kelahiran 22 Juli 1993 ini malah melempem di bawah gawang Liverpool.
Ia seringkali melakukan blunder yang mengakibatkan gawang ‘Si Merah’ kebobolan. Yang terbaru saat Final Liga Champions Eropa 2018. Menghadapi Real Madrid, Loris Karius melakukan blunder fatal saat menit 51 yang mengakibatkan Karim Benzema membuka keunggulan bagi Real Madrid.
Meskipun Liverpool langsung membalas lewat gol Sadio Mane, pengalaman Real Madrid di Final Liga Champions membuat Liverpool tunduk 3-1.
2. Jonathan Woodgate

Jonathan Woodgate saat direkrut Real Madrid pada musim 2004. (Reuters)
Real Madrid dinilai gagal total dalam pembelian Jonathan Woodgate dari Newcastle United pada 2004. Florentino Perez merogoh kocek senilai 13,4 Juta Euro untuk mendatangkan bek tengah ini. Sayangnya, Woodgate tak mampu bermain dengan baik untuk Real Madrid.
Woodgate baru memulai debutnya setahun setelah didatangkan. Ia menjadi pemain inti kala menghadapi Athletic Bilbao pada 22 September 2005. Menit 25, Woodgate melakukan gol bunuh diri, ditambah kartu kuningnya karena melanggar Carlos Gurpegi sebelum jeda.
Kartu kuning kedua ia dapat pada menit 65 setelah melakukan tekel keras kepada Joseba Etxeberria. Untungnya, Real Madrid kala itu menang dengan skor 3-1.
3. Ishak Belfodil

Ishak Belfodil saat bermain untuk Internazionale Milano. (ImageSport/Matteo Gribaudi)
Erick Thohir terpukau dengan penampilan Belfodil saat membela Parma. Presiden Inter Milan tersebut membayar 6 Juta Euro kepada Parma untuk mendatangkan Belfodil.
Ishak Belfodil menjadi pembelian Thohir yang dinilai gagal. Ia tak mampu unjuk gigi di Inter Milan hingga Belfodil dipinjamkan ke Livorno saat karirnya di Inter belum genap setahun.
Tak butuh waktu lama, Belfodil dilepas Inter untuk kembali ke Parma. Mirisnya, Parma hanya membayar 3,5 Juta Euro untuk memulangkan Belfodil.
4. Keirrison

Keirrison didatangkan dari FC Barcelona dengan banderol 14 Juta Euro. (Reuters/Gustau Nacarino)
Pemain asal Brasil ini bisa dibilang pembelian terburuk sepanjang sejarah FC Barcelona. FC Barcelona mendatangkan Keirrison dari Palmeiras pada tahun 2009 dengan harga 14 Juta Euro. Ada kemungkinan bahwa manajemen FC Barcelona lupa bahwa saat itu skuatnya sudah sesak oleh para penyerang.
Keirrison tak pernah sekalipun merumput bersama FC Barcelona. Langkah besar akhirnya diambil oleh FC Barcelona, meminjamkan Keirrison hingga masa kontraknya habis. Klub yang mendapatkan jasa Keirrison, yaitu Benfica, Fiorentina, Santos, Cruzeiro, dan Coritiba.
Di penghujung masa kontraknya, Coritiba merekrut Keirrison dengan harga yang tidak disebutkan.
5. Andy Carroll

Andy Carroll bermain untuk West Ham United setelah tak memuaskan di Liverpool. (Reuters/Eddle Keogh)
Liverpool mendatangkan Andy Carroll dari Newcastle United dengan nilai cukup besar, 35 Juta Euro, bersamaan dengan Luis Suarez yang didatangkan dari Ajax Amsterdam.
Sayangnya, jalan Suarez dan Carroll berbeda. Luis Suarez tampil cemerlang, sedangkan Carrol tidak bisa secemerlang Suarez. Dari 44 laga, Andy Carroll hanya mencetak 6 gol dari 44 laga.
Pemain berkewarganegaraan Inggris tersebut hanya bertahan sampai tahun 2013 sebelum Liverpool menjualnya ke West Ham United.
6. Richard Wright

Richard Wright, kiper yang direkrut Arsenal pada musim 2001-2002. (AFP)
Arsene Wenger dikenal sebagai manajer cerdas dalam urusan jual beli pemain. Sayangnya, manajer asal Prancis tersebut melakukan kesalahan pada musim 2001-2002.
Wenger mendatangkan Penjaga Gawang Richard Wright ke Arsenal. Meskipun harganya tidak dipublikasikan, beberapa media meyakini bahwa Arsenal membayar 2 juta Euro untuk merekrut Wright dari Ipswich Town.
Diproyeksikan sebagai penerus kiper legendaris Arsenal, David Seaman, performa Richard Wright malah di luar dugaan. Wright dikenal sebagai kiper yang sering menepis bola ke dalam gawangnya sendiri. Richard Wright hanya tampil 12 kali selama semusim hingga akhirnya Arsenal memutuskan untuk menjualnya ke Everton di musim 2002-2003.
