Agar Kian Bersinar di Lechia Gdansk, Egy Harus Perhatikan 5 Hal Ini
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Egy diperkenalkan dan jajal lapangan Gdansk (Foto: Cornelius Bintang/kumparan)
Sejak dibeli tim Polandia, Lechia Gdansk, beberapa bulan lalu, Egy akhirnya mendapatkan kesempatan bermain di tim senior. Setelah beberapa saat mengisi tim junior dan mencetak beberapa gol, akhirnya panggilan Egy ke tim senior terjadi pada pertandingan melawan Karpaty Lviv, Minggu (9/9).
Dari pertandingan yang dilakoni, setidaknya terdapat 5 sektor penting yang harus diperhatikan Egy untuk terus bisa mengembangkan permainan sekaligus membuktikan diri di liga Polandia bahkan Eropa.
1. Dribble

Aksi Egy Maulana Vikri bersama tim senior Lechia Gdansk. (Foto: Twitter/ @LechiaGdanskSA)
Bermain sebagai sayap kanan bertandem dengan Sobiech dan Peszko, Egy kerap menunjukkan dribble kunci pembuka peluang bagi Gdansk. Tercatat setidaknya 3 dari 6 dribble berhasil sukses dilakukan Egy. Meski begitu ada beberapa catatan penting bagi Egy ketika dirinya mendapat bola.
Kontrol bola yang terlalu jauh saat dribble membuat Egy terlalu cepat kehilangan bola. Apabila Egy melakukan kontrol bola lebih dekat di kakinya, tentu dia akan lebih lama menguasai bola dan menciptakan peluang lebih banyak, bahkan mencetak gol. Terhitung Lechia Gdansk berhasil melakukan 47 peluang berbahaya selama pertandingan berlangsung.
2. Passing

Egy diperkenalkan dan jajal lapangan Gdansk (Foto: Cornelius Bintang/kumparan)
Sebagai sayap kanan, passing akan menjadi sangat penting. Tugasnya mengalirkan bola dari menyisir sektor kanan lapangan menjadi vital apabila mampu dikonversi menjadi umpan lambung atau gol. Namun setidaknya, dalam permainan yang diusung Lechia Gdansk dengan 4-3-3, umpan pendek akan lebih berperan ketimbang bola-bola tinggi.
Egy sebenarnya sudah melakukan itu dengan baik. 3 passing akuratnya berbuah menjadi umpan kunci untuk membuka keran gol seandainya mampu dikonversikan dengan baik oleh rekan setimnya. Dalam pertandingan Leicha berhasil melakukan 9 tendangan dan 4 ke arah gawang.

Formasi 4-3-3 Lechia Gdasnk (Foto: Twitter/ @LechiaGdanskSA)
3. Visi Permainan

Egy saat berkeliling kota Gdansk. (Foto: Cornelius Bintang/kumparan)
Selama 60 menit bermain, untuk seorang yang berusia muda dan menjalani debutnya bersama tim senior, Egy memiliki kematangan visi permainan yang bisa dikatakan cukup, meski bukan yang terbaik. Umpan yang diarahkan ke beberapa rekan setimnya menunjukkan visi permainan yang cukup jelas dalam pola yang diusung Lechia.
Kurangnya jam terbang bisa jadi salah satu faktor kurang stabilnya Egy selama melakoni laga. Visi permainan akan terbentuk dengan sendirinya apabila Egy terus mendapat porsi bermain yang cukup di Lechia.
4. Penempatan diri

Egy saat berkeliling kota Gdansk. (Foto: Cornelius Bintang/kumparan)
Pemain sepak bola tidak hanya pandai dalam mengolah bola, namun penempatan diri juga sangat diperlukan demi membangun serangan ataupun mengantisipasi serangan lawan. Pada pertandingan Lechia Gdansk melawan Karpaty Lviv, Egy berani memposisikan dirinya ke titik-titk di mana rekan setimnya dapat menjangkaunya ataupun ke daerah lapangan di mana bola-bola spekulatif akan mendarat.
Hal ini penting dalam permainan sepak bola untuk terus membangun permainan dan menjaga persentase penguasaan bola bagi tim. Lechia berhasil menguasai 53% penguasaan bola selama pertandingan.
5. Bertahan

Egy di kandang Lechia Gdansk, Stadion Energa. (Foto: Cornelius Bintang/kumparan)
Hal menarik terjadi di paruh pertama pertandingan, kala itu Karpaty Lviv melakukan serangan balik dengan cepat dari arah kanan pertahanan Lechia Gdansk, beruntung Egy yang memiliki kecepatan berlari di atas rata-rata mampu memberi lapisan pertahanan yang ditinggalkan beberapa rekan timnya.
Dengan sigap ia menghalau umpan silang yang akan dilancarkan pemain Karpaty Lviv. Selama Egy berperan, sektor ini terbilang menjadi yang paling aman meski Lechia Gdansk kalah tipis dari Karpaty Lviv 1- 0, namun gol yang tercipta melalui proses dari titik putih.
Penampilan Egy sebenarnya memang masih di bawah kata baik. Namun mengingat jam terbang serta pertandingan ini adalah kali pertama Egy merasakan bermain bagi tim senior, demam panggung pasti saja terjadi.
Di atas kertas, permainan Egy sebenarnya cukup memuaskan bagi pemain seumurannya, asal Egy mau terus berusaha bahkan menambah porsi latihannya sendiri. Bukan hal yang tidak mungkin Egy akan menjadi salah satu andalan bagi Lechia Gdansk.

