Bola & Sports
·
22 Mei 2020 19:54

CEO Bundesliga: Boyong Haaland Adalah Langkah Hebat Dari Dormund

Konten ini diproduksi oleh Info Bola
CEO Bundesliga: Boyong Haaland Adalah Langkah Hebat Dari Dormund (35038)
Erling Haaland mencetak gol buat Borussia Dortmund di laga melawan Schalke 04. Foto: Martin Meissner/Pool via REUTERS
Erling Braut Haaland bisa dibilang merupakan salah satu penyerang muda paling tajam di Eropa saat ini. Bagaimana tidak, striker 19 tahun itu sudah mengumpulkan 41 gol sepanjang musim 2019/2020.
ADVERTISEMENT
Rinciannya, Haaland telah melesakkan 28 gol saat masih membela RB Salzburg, dan 13 gol lagi untuk Borussia Dortmund. Teraktual, striker asal Norwegia itu berhasil mencetak satu gol saat Dortmund membungkam Schalke 04 di Signal Iduna Park dengan skor 4-0 akhir pekan lalu.
Torehan tersebut tentu sangat luar biasa, apalagi ia masih bisa menambah jumlah tersebut mengingat musim ini belum usai.
Performa gemilang yang ditunjukkan Haaland rupanya tak luput dari perhatian sejumlah klub elite Eropa seperti Manchester United dan Real Madrid.
Belakangan, Real Madrid menjadi yang paling sering dikaitkan dengan Haaland. Los Blancos bahkan dikabarkan ingin menduetkan Haaland dengan Kylian Mbappe, striker Paris Saint-Germain.
CEO Bundesliga: Boyong Haaland Adalah Langkah Hebat Dari Dormund (35039)
Erling Braut Haaland merayakan golnya yang ke-13 untuk Borussia Dortmund. Foto: Martin Meissner/Pool/REUTERS
Chief Executive Officer (CEO) Bundesliga, Christian Seifert, ikut menanggapi rumor tersebut. Bagi Seifert, dengan moncernya performa Haaland sudah menjadi konsekuensi untuk Dortmund kehilangan sang striker.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, Seifert memuji langkah Die Borussen yang berhasil merekrut Haaland lebih cepat ketimbang klub lain.
"Setiap pemain bintang yang pergi adalah sebuah kehilangan. Tapi saya akan balik bertanya, 'jika dia (Haaland) sangat bagus, kenapa dia berada di Dortmund?" tanya Seifert kepada wartawan Marca, Juan Castro.
"Karena Dortmund cerdik dan pintar ketika merekrutnya," jawab Castro.
"Anda yang bilang, lho, bukan saya. Mudah untuk mengagumi pemain yang sudah menjadi fokus perhatian dunia," balas Seifert.
"Yang sulit adalah merekrutnya sebelum itu terjadi. Dortmund melakukannya, kembali membuat pekerjaan yang hebat," tandasnya.