Konten dari Pengguna

Eks Wonderkid MU Buat Aplikasi Pencari Bakat Khusus Pemain Sepak Bola

Info Bola

Info Bola

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Febrian Brandy saat berseragam Manchester United. Foto: Getty Images/Matthew Peters
zoom-in-whitePerbesar
Febrian Brandy saat berseragam Manchester United. Foto: Getty Images/Matthew Peters

Mantan pemain Manchester United, Febian Brandy, membuat aplikasi sejenis LinkedIn untuk pemain sepak bola bernama ‘Skouted’. Aplikasi revolusioner ini dibuat untuk membantu tim di dalam dan di luar Liga Inggris menemukan pemain.

Aplikasi Skouted. Foto: Twitter/SkoutedFootball
zoom-in-whitePerbesar
Aplikasi Skouted. Foto: Twitter/SkoutedFootball

Aplikasi ‘Skouted’ dibuat oleh Brandy pada 2019 bersama mahasiswa Loughborough University Keita Orelaja, pengusaha Raj Sharma, dan CTO Hajrot Singh.

Para pemain dapat membuat profil dengan menyertakan video mereka saat beraksi di lapangan. Sedangkan, para pencari bakat dapat menggunakan database ‘Skouted’ yang menampilkan ratusan pemain yang dapat disaring berdasarkan posisi, gaya pemain, bahkan lokasi mereka.

Tidak hanya untuk profesional, Brandy dan kawan-kawan juga berharap aplikasi ini dapat menciptakan wadah media sosial untuk komunitas sepak bola.

Aplikasi ini dapat digunakan oleh pencari bakat untuk para pemain Liga Inggris hingga non-liga seperti perguruan tinggi Inggris dan Amerika.

Tampilan halaman website Skouted. Foto: skouted.co.uk

Diwartakan The Sun, aplikasi ‘Skouted’ dibuat untuk memotong jarak dan menjembatani antar pemain dan klub yang selama ini terjadi.

“Saat ini ada jurang pemisah yang besar antara pemain dan klub. Ada banyak pemain berbakat yang dilewatkan oleh klub dan pencari bakat karena waktu atau lokasi geografis. Jadi, itu berarti banyak pemain yang tidak bisa bermain pada level yang sesuai bakat mereka,” kata Orelaja ke SunSport.

“Dengan ‘Skouted’ kami berharap dapat menjembatani kesenjangan itu, di mana para pemain dapat masuk ke platform, membuat profil mendetail tentang diri mereka sendiri dan dapat mengunggah sorotan dari karier bermain mereka,” lanjut Oralaja.

Menurut Brandy inilah yang sebenarnya diperlukan pemain saat ini, sesuai pengalaman pribadinya di masa muda bersama ‘Setan Merah’.

“Waktu saya di Manchester United, saya ada di sana dari usia 8 tahun hingga sekitar 21 tahun. Jadi, saya dapat melihat banyak pemain yang datang dan pergi,” ujar mantan wonderkid Manchester United itu.

“Saya cukup beruntung bisa berada di sana. Tapi saya melihat ada pemain yang tidak mampu bermain untuk Manchester United, tapi mereka bisa pergi ke klub seperti Bury, Blackburn atau Oldham,” lanjutnya.

“Mereka hanya tidak memiliki koneksi saat itu untuk menjangkau tim-tim besar. Tetapi jika mereka menggunakan ‘Skouted’, semua video mereka akan diunggah dan semua tim dari Liga Premier hingga non-liga akan dapat melihat kualitas individu itu.”

Sejauh ini minat terhadap aplikasi ‘Skouted’ semakin tinggi, dengan sejumlah klub besar mengonfirmasi mereka akan menggunakan aplikasi ini.

Tidak hanya untuk memudahkan pencarian bakat pemain, aplikasi ini juga dapat menghubungkan satu pemain dengan pemain lainnya untuk berkoneksi.

“Kami benar-benar ingin menjadi pusat komunikasi dan interaksi sosial dalam sepak bola, tetapi kami juga ingin memberikan jalan bagi para pemain lebih serius untuk mencapai level yang lebih tinggi,” kata Orelaja.

Sharma menambahkan, “elemen sosial adalah kunci bagi kami, karena beberapa pengguna mungkin tidak perlu atau ingin diperhatikan. Kami ingin menjadikannya tempat yang tepat untuk semua sepak bola dan kami akan mencoba dan membuat komunitas sepak bola.”