Haru! Pria Ini Teteskan Air Mata saat Kenang Momen Pertama Melatih Lionel Messi

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jauh sebelum berseragam Newell's Old Boys dan bergabung dengan FC Barcelona, Lionel Messi kecil sempat bermain untuk klub lokal, Grandoli. Dia ditemukan oleh pria bernama Salvador Aparicio yang sekaligus menjadi pelatih pertamanya.
Baru-baru ini, cuplikan wawancara dengan pelatih pertama Lionel Messi itu menjadi viral di Twitter. Dalam video tersebut, Aparicio meneteskan air mata ketika mengingat momen pertama kali dirinya melihat pemain jenius Argentina tersebut.
Salvador Aparicio teringat ketika pertama kali melihat Messi kecil, tepatnya saat berusia empat tahun. Messi dan keluarganya pernah datang untuk menonton pertandingan klub yang dilatihnya, Grandoli.
"Kakak-kakaknya bermain di sini. Kebetulan saya kekurangan satu pemain, jadi saya meminta izin dan meminjam Messi untuk bermain,” ucap Aparicio.
Pada awalnya ibu Lionel Messi tak memberi lampu hijau kepada Aparicio. Namun sang nenek yang juga hadir di tribun berkata lain dan akhirnya mengizinkan cucunya itu untuk bermain dalam pertandingan tersebut.
“Saya tidak tahu pasti berapa umurnya, dia [Messi] masih sangat kecil. Pertama kali bola datang ke arahnya, dia hanya melihatnya dan membiarkannya lewat. Kedua kalinya, dia mengontrol bola dan mulai berlari melintasi lapangan. Dia menggiring bola melewati semua orang yang melintasi jalurnya,” terangnya tentang Messi kecil.
"Dia mencetak enam atau tujuh gol di setiap pertandingan. Sederhananya, dia adalah seorang supernatural,” tambahnya yang terpana dengan bakat Lionel Messi.
Meski dikenal sebagai orang yang pertama kali melatih Lionel Messi, dengan rendah hati Aparicio selalu membantah bahwa dirinya adalah pria yang menemukan bakat peraih 6 kali Ballon d’Or tersebut.
Sayang, Salvador Aparicio telah meninggal pada 2008 lalu dan tidak sempat melihat Messi mencapai potensi sepenuhnya. Namun, setidaknya eks pelatih Grandoli itu masih sempat untuk melihat Messi masuk ke tim utama Barcelona dan bermain untuk Timnas Argentina.
"Saya merasa seperti sekarang. Saya menangis,” ucap Aparicio ketika ditanya tentang bagaimana rasanya menonton mantan anak didiknya bermain untuk Barcelona dan Timnas Argentina.
"Apakah kamu mengerti? Saya menjadi emosional. Suatu hari, dia mencetak gol melawan Getafe, mereka mengatakan itu seperti gol Maradona melawan Inggris di Piala Dunia, tapi saya pikir Leo lebih baik dari itu.” tutur pria kelahiran 1949 itu.
Memang, gol Lionel Messi ke gawang Getafe pada 2007 lalu terbilang mirip dengan solo run luar biasa yang pernah diperagakan Diego Maradona di Piala Dunia 1986. Bahkan, gol tersebut juga masih sering disebut sebagai gol terhebat Messi sepanjang kariernya.
"Aku menangis hanya dengan melihatnya. Dia [Messi] spesial bagiku. Apa yang bisa aku katakan? Aku bangga," pungkasnya dalam cuplikan wawancara tersebut.
