Konten dari Pengguna

Ilmu Matematika dan Geometri Bantu Matteo Pessina Mikir Cepat Jadi Gelandang

Info Bola

Info Bola

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Matteo Pessina di laga Italia vs Austria pada babak 16 besar Euro 2020 Foto: Reuters/Carl Recine
zoom-in-whitePerbesar
Matteo Pessina di laga Italia vs Austria pada babak 16 besar Euro 2020 Foto: Reuters/Carl Recine

Matteo Pessina menjadi pahlawan bagi Italia usai mencetak satu gol penentu kemenangan Gli Azzurri ketika mengalahkan Austria di babak 16 besar Euro 2020. Di samping karier sepak bolanya, Pessina ternyata juga merupakan mahasiswa ekonomi.

Gelandang Atalanta itu telah menjadi ikon baru Timnas Italia usai mencetak dua gol sepanjang Euro 2020. Gol pertama berhasil ia lesatkan ketika Italia bertemu Wales di fase grup sebelum akhirnya mencetak gol keduanya saat melawan Austria.

Pemain Italia Matteo Pessina berselebrasi usai mencetak gol pertama mereka di Stadio Olimpico, Roma, Italia, Minggu (20/6). Foto: Pool via REUTERS/Alberto Lingria

Pemain 24 tahun ini merupakan seorang mahasiswa Administrasi dan Ekonomi di Universitas Luiss, Roma. Ia mengaku, ilmu yang ia dapatkan mampu membuatnya bermain baik sebagai gelandang.

"Ketika saya masih muda, saya belajar matematika dan geometri. Mereka membantu saya membuka pikiran dan berpikir lebih cepat. Sebagai gelandang, sekian detik akan berubah," ujar Pessina dikutip dari Marca.

Sebelum menjadi pesepak bola dan mahasiswa ekonomi, Pessina juga mengaku sempat bercita-cita menjadi seorang arsitek seperti ibunya.

Pemain Italia Matteo Pessina merayakan mencetak gol pertama mereka bersama rekan timnya di Stadio Olimpico, Roma, Italia, Minggu (20/6). Foto: Pool via REUTERS/Alberto Lingria

Pessina memulai debutnya di klub Serie B Monza pada 2014 sebelum akhir melalang buana ke beberapa klub, seperti AC Milan, Lecce, Catania, Como hingga akhirnya Atalanta.

Ia dipanggil ke Timnas Italia untuk Euro 2020 setelah Stefano Sensi harus absen lantaran cedera. Bahkan, Pessina merupakan pemain Italia dengan gaji terendah yaitu sebesar 400 ribu euro (sekitar Rp 6 miliar) per tahun.