Kisah Gheorghe Popescu: Jadi Mata-Mata di Awal Karier, Kapten Barcelona Kemudian

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nama Gheorghe Popescu akan terkenang sebagai salah satu pesepak bola terbaik yang pernah dimiliki Rumania. Pemilik 115 caps bersama tim nasional ini mampu membawa Tricolorii lolos dalam tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut.
Bahkan, Popescu bersama rekannya Gheorghe Hagi mampu membawa Rumania lolos hingga babak perempat final Piala Dunia 1994 sebelum dikalahkan oleh Swedia dalam babak adu penalti.
Karier Popescu bersama klub pun terbilang cukup cemerlang. Selama 18 tahun berlaga, pemain dengan posisi bek tengah ini pernah memperkuat sejumlah klub besar di berbagai belahan Eropa, di antaranya PSV Eindhoven, Tottenham Hotspur, Barcelona dan Galatasaray.
Sejumlah gelar bergengsi pun pernah diraih oleh Popescu, seperti Piala Winners 1996/1997 ketika memperkuat Blaugrana dan Liga Europa musim 1999/2000 bersama Galatasaray.
Di balik pencapaian itu semua, rupanya Popescu pernah menuai pengalaman menjadi mata-mata di awal karier sepak bolanya saat bermain untuk Universitatea Craiova.
Eks kapten Timnas Rumania ini pernah membantu polisi rahasia ‘Securitate’ yang berada di bawah naungan rezim Nicolae Ceausescu sebagai informan.
Diwartakan Metro, pria yang kini berusia 53 tahun ini mengaku pernah menandatangani dokumen yang berjanji untuk membela kepentingan nasional.
Melalui empat buku catatan, Popescu menuliskan informasi terkait rekan satu tim dan kolega lainnya di klub Universitatea Craiova.
Meski awalnya ia sempat mengelak, pada akhirnya ia mengakui perbuatannya tersebut.
"Bahkan jika saya menulis catatan, saya menulis hal-hal yang baik - saya memuji orang-orang (itu)," ujar Popescu dilansir dari Daily Mail.
Menurut surat kabar harian Adevarul, Popescu telah menjadi mata-mata sejak tahun 1986 hingga berakhirnya rezim Nicolae Ceausescu tiga tahun berselang.
Perlu diketahui, selama Ceausescu berkuasa, pihak keamanan selalu mengawasi atlet Rumania, dan beberapa pemain yang terlibat dalam kompetisi internasional dilaporkan untuk diminta membagikan detail percakapan mereka dengan orang asing.
