Pengakuan Peter Shilton: Saya Tak Akan Pernah Hormati Diego Maradona

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Eks penjaga gawang Timnas Inggris, Peter Shilton, terus-menerus dikaitkan dengan Diego Maradona selama hidupnya. Pasalnya, sang kapten Inggris di Piala Dunia 1986 itu merupakan saksi hidup lahirnya gol 'Tangan Tuhan' yang diciptakan Maradona.
Berkat golnya itu pula, The Three Lions tersingkir di babak perempat final dan harus angkat koper dari Meksiko.
Mendengar kabar meninggalnya Maradona, Shilton menyatakan turut berbela sungkawa. Menurutnya, Maradona merupakan pemain terhebat di dunia yang pernah dihadapinya, tetapi tragedi gol 'Tangan Tuhan' tak akan pernah dilupakan Shilton.
Shilton bahkan pernah menolak berjabat tangan dan bertemu dengan Maradona. Sikap itu diambil karena Maradona tak pernah meminta maaf atas gol 'Tangah Tuhan' tersebut.
Shilton beserta rekannya di Timnas Inggris menganggap seperti ditipu oleh Maradona. Ia juga menjelaskan bahwa ketika itu bisa saja Inggris melangkah lebih jauh mencapai semi final atau final.
Shilton memang bisa bermain empat tahun kemudian di Piala Dunia 1990 Italia, tetapi rekan yang lain tidak seberuntung dirinya.
"Dia pemain terhebat dalam sejarah, tetapi saya tidak menghormatinya sebagai olahragawan dan saya tidak akan pernah menghormatinya," ujar Shilton seperti dikutip dari The Sun.
Meski demikian, Maradona akhirnya meminta maaf kepada Shilton dan Timnas Inggris lewat The Sun. Kapten Argentina yang berhasil membawa gelar Piala Dunia 1986 itu memberitahu jurnalis The Sun, Tom Wells soal permintaan maafnya.
"Jika saya bisa meminta maaf dan kembali dan mengubah sejarah, saya akan melakukannya," kata Maradona.
"Tapi golnya tetaplah gol, Argentina menjadi juara dunia dan saya adalah pemain terbaik dunia. Saya tidak bisa mengubah sejarah. Yang bisa saya lakukan hanyalah melanjutkan," tandasnya.
