Konten dari Pengguna

Rooney Beberkan Hal yang Dibenci Alex Ferguson saat MU Juara Liga Champions 2008

Info Bola

Info Bola

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wayne Rooney dan Sir Alex Ferguson. Foto: Paul Ellis/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Wayne Rooney dan Sir Alex Ferguson. Foto: Paul Ellis/AFP

Wayne Rooney mengungkapkan bahwa Sir Alex Ferguson membenci cara Manchester United mengalahkan Barcelona di semifinal Liga Champions 2008 ketika mereka sedang dalam perjalanan untuk memenangkan trofi.

United sangat defensif saat bermain imbang di Camp Nou, dan tendangan keras Paul Scholes di leg kedua sudah cukup membawa Setan Merah lolo ke final, di mana mereka mengalahkan Chelsea lewat adu penalti untuk memenangkan Liga Champions kedua.

Bagaimanapun, barcelona membalas dendam semusim berikutnya. Blaugrana berhasil kalahkan The Red Devils di Stadio Olimpico, Roma, dengan skor 2-0.

Barcelona menghadapi Manchester United di final Liga Champions 2008/09. Foto: Christophe Simon/AFP

Melalui buku Jamie Carragher 'The Greatest Games', Rooney merenungkan kembali memorinya tentang Ferguson di semifinal kala bertemu Barca dan ketidaksukaannya bermain defensif yang membuat mereka kalah di 2009.

"Dia benci bermain defensif. Benar-benar membencinya," kenang Rooney.

Ketika United mencapai final pada 2009, pelatih asal Skotlandia itu mengatakan bahwa mereka bisa saja mengalahkan Messi dkk. dengan bermain bertahan. Tetapi kemudian Sir Alex berubah pikiran.

“Kita adalah Manchester United, dan kita tidak pergi ke final Liga Champions untuk bersantai-santai. Kita akan menyerang mereka, dan melakukannya dengan cara yang benar,” ungkap Rooney soal pilihan taktik Ferguson di final.

Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson. Foto: Jim Watson/AFP

“Kami semua duduk di sana dalam rapat tim sambil berpikir… ya ampun. Kemudian Sir Alex mengajak kami untuk bangkit dan menghadapi mereka, lalu yang muncul di kepalamu adalah nama-nama seperti Messi, Eto’o, dan Henry,” sambung Rooney.

Rooney juga meyakinkan bahwa sebenarnya yang membuat United bermain lebih defensif pada tahun 2008 adalah tangan kanan Sir Alex sendiri, Carlos Queiroz.

"Menurut saya, itulah satu-satunya cara untuk bisa mengalahkan mereka (Barcelona)," tambahnya.

Carlos Queiroz yang pernah menjabat sebagai asisten Sir Alex Ferguson. Foto: Suhaib Salem/Reuters

Carlos Queiroz adalah orang yang mampu membuat perbedaan selama masa baktinya di sisi Ferguson. Menurut Rooney, Carlos adalah orang yang brilian dan mampu membuat Sir Alex berpikir ulang setiap kali sang pelatih ingin mengikuti nalurinya.

“Dia adalah orang yang memberi kami taktik pada tahun 2008 dan orang paling berhati-hati yang kami butuhkan,” tutup Rooney.