Saat Masih di PSG, Ibrahimovic Ternyata Membenci Cavani

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hubungan antara Zlatan Ibrahimovic dan Edinson Cavani selama membela Paris Saint-Germain tampaknya tidak sepenuhnya baik. Ibrahimovic kabarnya diam-diam menyimpan rasa benci kepada Cavani.
Kabar tidak akurnya Ibrahimovic dan Cavani saat memperkuat PSG memang sempat mencul ke permukaan. Panasnya hubungan kedua pemain itu tak lepas dari persaingan mereka memperebutkan posisi penyerang utama Les Parisiens.
Cavani kerap kali merelakan posisi ujung tombak yang diisi oleh Ibrahimovic, sementara ia harus berkorban bermain lebih melebar.
Gosip mengenai buruknya hubungan Ibrahimovic dan Cavani itu diungkapkan oleh Michael Ciani, mantan rekan setim Ibrahimovic di Los Angeles Galaxy. Ia secara terbuka menyebut bahwa Cavani merupakan salah satu dari tiga atau empat pemain yang tak disukai oleh pria asal Swedia tersebut.
Bahkan, Ibra turut tak senang jika ada pemain yang dekat dengan eks bomber Napoli itu.
"Jika Anda dekat dengan Cavani, Ibra tidak akan menyukainya. Entah Anda yang menentang sikap Ibra ini atau tidak," ucap Ciani, dikutip dari Marca.
"Dia mengatakan kepada saya bahwa semuanya baik-baik saja dengan Laurent Blanc di PSG. Satu-satunya orang yang tidak cocok dengannya adalah Cavani."
"Dia mengatakan kepada saya bahwa dia hanya membenci tiga atau empat rekan setim selama kariernya ... dan salah satunya adalah Cavani," tandas pria asal Prancis tersebut.
Kendati demikian, mereka berhasil bersikap profesional dan menepikan perselisihan itu saat di lapangan. Kerja sama antara Ibra dan Cavani di PSG terjadi selama tiga tahun, yakni tahun 2013 hingga 2016.
Mengutip Transfermarkt, Ibrahimovic berhasil memberikan 17 assist kepada Cavani. Sedangkan, penyerang asal Uruguay itu menyumbang 8 assist untuk Ibrahimovic. Kombinasi Ibrahimovic dan Cavani membantu Les Parisiens memenangi tiga gelar Ligue 1.
