Saat Sosok Diego Maradona Dijadikan Agama yang Dianut Ratusan Ribu Pengikut

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa yang akan Anda lakukan kalau kamu menyukai seorang pemain sepak bola? Biasanya, Anda akan memiliki seragam dengan nama sang idola tercetak di belakang punggung.
Beberapa pendukung lain bahkan bisa mengabadikannya di bagian tubuh. Ya, tato itu dijadikan sebagai penghormatan kepada pemain favorit mereka.
Namun, bagi seorang bintang lapangan hijau, memiliki seragam atau melukis wajahnya secara permanen bukanlah sebuah penghargaan yang cukup besar.
Lain cerita dengan Diego Maradona, legenda Argentina ini punya wadah yang lebih besar dari para pendukung yang mencintai dan mengagumi sisi magi pemain ini.
Iglesia Maradoniana (Gereja Maradona) adalah nama yang didirikan oleh tiga penggemar sang penyerang yakni Hector Campomar, Alejandro Veron, dan Hernan Amez, di kota Rosario, Argentina, Pada 1998 lalu.
Ulang tahun Maradona, 30 Oktober, sama dengan hari Natal gereja. Tanggal 22 Juni, saat Maradona cetak dua gol melawan Inggris di Piala Dunia 1986, dijadikan sebagai hari paskah.
Ketiga sahabat itu mengira gereja itu hanya akan menampung 30-40 orang. Tapi, tak disangka, 120-200 ribu orang sudah terdaftar dari 130 negara lebih.
“Agama kami adalah sepak bola dan seperti semua agama, itu pasti memiliki Tuhan. Kami tidak akan pernah melupakan keajaiban yang dia tunjukkan di lapangan dan semangat yang dia bangun dalam diri kami,” ungkap Alejandro Veron dikutip dari 90MIN.
“Realitas gereja berbeda dengan pandangan banyak orang, ini bukanlah sebuah bangunan, gereja adalah orang-orang di dalamnya, mereka yang setia kepada Maradona,” tutur sang pendiri, Amez.
“Ketika kami bicara tentang sepak bola, hal ini selalu tentang Maradona,” tambahnya.
Iglesia Maradoniana memang bukan bangunan gereja secara fisik, ini adalah kumpulan perjalanan dari ketertarikan terhadap Maradona.
Gereja akan melakukan perjalanan melintasi Argentina, dengan pilihan pemandangan, patung, dan ornamen yang digunakan untuk memuja pemenang Piala Dunia itu.
Para anggota kemudian menyelesaikan pembaptisan mereka dengan mereka ulang gol “tangan tuhan” yang diciptakan Maradona di Piala Dunia 1986.
Gereja tersebut juga memiliki 10 perintah bagi pengikutnya:
Bola tidak pernah kotor
Cintai sepak bola di atas segalanya
Nyatakan cinta tak bersyarat untuk Maradona dan keindahan sepak bola
Bela seragam Timnas Argentina
Sebarkan berita keajaiban Diego ke seluruh alam semesta
Hormati kuil tempatnya bermain dan seragam sucinya
Jangan nyatakan Diego sebagai anggota klub manapun
Mengkhotbahkan dan menyebarkan prinsip-prinsip Gereja Maradona
Jadikan Diego nama tengah anda dan beri nama putra pertama anda Diego
Jangan hidup terasing dari kenyataan dan jadilah berguna
Ketenangan, keterampilan, dan kebahagiaan yang menular dari menonton permainan sepak bola Maradona tidak hanya dapat memicu hubungan lintas generasi, tetapi juga lintas keyakinan.
Sang legenda baru saja mengembuskan napas terakhirnya di usia 60 tahun setelah mengalami serangan jantung pada Rabu (25/11) siang waktu setempat.
Maradona pergi setelah meninggalkan banyak kenangan selama hidupnya. Mungkin benar kata Lionel Messi, dia tidak benar-benar pergi, namanya abadi.
