Konten dari Pengguna

Sedih! 7 Bintang Ini Gagal Tampil di Turnamen Akbar karena Cedera

Info Bola

Info Bola

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Virgil van Dijk merayakan kemenangan Timnas Belanda. Foto: REUTERS/David Klein
zoom-in-whitePerbesar
Virgil van Dijk merayakan kemenangan Timnas Belanda. Foto: REUTERS/David Klein

Membela Tim Nasional di turnamen akbar seperti Piala Dunia menjadi impian bagi pemain bintang sepak bola. Sayangnya, cedera kerap menggagalkan impian sang bintang untuk tampil di turnamen tersebut.

Baru-baru ini, Virgil Van Dijk memastikan tidak akan membela Belanda di Euro 2020 lantaran cedera yang belum sembuh. Selain Van Dijk, beberapa nama besar sempat merasakan hal serupa.

Diwartkana Planet Football, berikut 7 pemain bintang yang gagal tampil di turnamen besar karena cedera.

Virgil Van Dijk

Pemain Liverpool Virgil van Dijk bertabrakan dengan Kiper Everton Jordan Pickford saat pertandingan Liga Premier Everton vs Liverpool di Stadion Goodison Park, Liverpool, Inggris, Sabtu (17/10). Foto: Laurence Griffiths/Pool via REUTERS

Sudah berbulan-bulan bek tangguh asal Belanda ini absen karena cedera lutut yang parah. Derby Merseyside pada Oktober 2020 menjadi laga terakhirnya sebelum bertabrakan dengan Pickford hingga membuatnya ditandu keluar lapangan.

Baru-baru ini, ia telah mengumumkan akan absen bersama Belanda di turnamen terbesar Eropa, Euro 2020.

Steven Gerrard

Steven Gerrard saat melawan Chelsea pada lanjutan pertandingan Liga Primer Barclays pada 27 April 2014 di Anfield, Liverpool, Inggris. Foto: Getty Images/ Clive Brunskill

Saat usianya 21 tahun, ia masuk dalam skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2002. Sayangnya, Gerrard harus menepi usai mengalami cedera pangkal paha pada laga terakhir Liverpool di Liga Inggris.

Frank Lampard

Super Frank! Frank Lampard di Premier League musim 2004/05: 18 assist, 13 gol. Foto: ADRIAN DENNIS / AFP

Usai membawa Chelsea menjuarai trofi Liga Champions dan Piala FA, Lampard mengalami cedera paha di sesi latihan. Cederanya tersebut membuatnya harus menepi dan gagal membela Inggris di Euro 2012.

Radamel Falcao

Falcao saat membela Kolombia. Foto: REUTERS/Jaime Saldarriaga

Striker andalan Kolombia ini bermain gemilang selama kualifikasi Piala Dunia 2014 dengan mencetak 9 gol. Kolombia yang digadang-gadang akan menjadi kuda hitam, ternyata harus berlaga tanpa sang striker.

Pada Januari 2014, Falcao menderita cedera ACL. Sebagai gantinya, James Rodriguez menjadi pusat perhatian dan membawa Kolombia mencapai perempat final.

Marco Reus

Marco Reus saat berseragam Timnas Jerman. Foto: REUTERS/Ralph Orlowski

Reus menjadi pemain bintang Jerman paling tidak beruntung. Striker Dortmund ini harus melewatkan dua turnamen besar Piala Dunia 2014 dan Euro 2016 akibat cedera.

Reus yang telah masuk dalam skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2014 terpaksa mundur setelah menderita cedera pergelangan kaki selama pertandingan pemanasan terakhir mereka. Nasib yang sama menimpa sebelum Euro 2016, ia harus menepi lantaran cedera pangkal paha.

Michael Ballack

Michael Ballack, eks pemain Chelsea asal Jerman. Foto: Ian Kington/AFP

Ballack harus ditarik keluar lapangan saat final Piala FA 2010. Setelahnya, Ballack dikonfirmasi mengalami cedera ligamen pergelangan kaki dan gagal membela Timnas Jerman di Piala Dunia 2010.

Dalam ketidakhadirannya, Bastian Schweinsteiger dipindahkan ke lini tengah, Mesut Ozil diberi kebebasan kreatif, dan Thomas Muller dimasukkan ke dalam tim. erman mencapai semifinal dan Ballack tidak pernah bermain untuk negaranya lagi.

David Villa

Lopetegui bersama striker Spanyol, David Villa. (Foto: Susana Vera/Reuters)

Pada 2012, Spanyol sangat unggul dalam persaingan mereka sehingga mereka memenangi Euro tanpa sang striker utama.

Villa, striker bintang mereka, mengalami patah kaki di pertengahan musim 2011/12, sementara Fernando Torres ketika itu gagal di Chelsea.

Saat itu, Spanyol mempopulerkan istilah false nine dengan bermain tanpa adanya striker murni di lini depan.