kumparan
21 Januari 2018 14:20

Bisnis Jaman Now Harus Kenal Apa Itu Omni Channel

Rasanya belum lama ini kita dibanjiri oleh berbagai istilah seperti SEO, SEM, Fb Ads, social media marketing, dll yang populer di era kids jaman now ini ya. Eh sudah muncul lagi istilah baru Omni Channel. Tenang saja, yuk kita kenalan dengan istilah yang semakin lama semakin populer ini ya.
ADVERTISEMENT
Oke..oke.. Mungkin sekarang kita sudah bosan ya membahas mengenai rontoknya berbagai penjual ritel konvensional dan betapa banyaknya gerai-gerai retail yang ditutup. Terus? Apakah sebagai pelaku bisnis kita harus ketakutan ? Tentu tidak donk. Karena Omni Channel bisa jadi menjadi salah satu solusinya.
Mari kita dengarkan pendapat dari Bapak Muliadi W Jeo, salah satu pelaku yang juga merupakan pendiri dan chief technology officer ICUBE. Salah satu perusahaan yang melakukan pelayanan di bidang Omni Channel. Muliadi berkarir cukup lama di Amerika, dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri e-commerce terutama di bidang Omnichannel dan inovasi Retail. Muliadi telah bekerja dengan beberapa merek internasional terkenal seperti TOMS Shoes, RelaxTheBack, Rayban, Oprah Store dan Footlocker.
ADVERTISEMENT
Seperti apa Omni Channel ? Lihat video di bawah ini.
Menurut Muliadi, Omni Channel adalah model bisnis lintas channel yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan pengalaman pelanggan mereka. Pelanggan dari perusahaan yang mempraktekkan Omni channel dapat melakukan belanja dengan menggunakan berbagai channel sekaligus baik online maupun offline.
Misalnya pelanggan mem-browsing barang belanja di website di pagi hari, berhenti sebentar untuk bekerja, lalu melakukan pembelanjaan menggunakan app di HP mereka saat makan siang, dan langsung mengambil barang belanjaannya di toko sepulang kantor. Pelanggan juga bisa mengembalikan barang yang dibelinya secara online di toko dan menukarnya dengan ukuran yang lebih pas. Di dalam Omni Channel, seluruh channel pemasaran dan sales terintegrasi menjadi satu tanpa terputus sama sekali. Wow! Luar biasa kan?
ADVERTISEMENT
Lalu bagaimana cara agar kita bisa memulai Omni Channel dalam bisnis kita? Berikut adalah tips dari Muliadi agar kita bisa memulai pelaksanaan Omni Channel dalam bisnisnya:
  1. Pahami customer journey atau pengalaman pelanggan sebelum memulai Omni Channel. Pahami kebiasaan belanja mereka dari awal sampai akhir termasuk kebiasaan berbelanja online dan offline mereka
  2. Memilih teknologi yang paling pas sesuai dengan pilihan belanja pelanggan, misalnya banyak yang sekedar membuat facebook page hanya karena bisnis lain menggunakan facebook, sebuah bisnis harus memilih teknologi yang paling pas dengan kebutuhan belanja para pelanggannya
  3. Mengintegrasikan semua pilihan teknologi baik online maupun offline menjadi satu data tunggal yang tidak terpisahkan, sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman belanja yang tidak terputus-putus baik secara online ataupun offline.
ADVERTISEMENT
Lalu bagaimana langkah per langkah secara persisnya agar ketiga hal tersebut bisa dilaksanakan? Muliadi akan membagikannya dalam seminar berjudul How to survive and Success in Digital Era, yang diadakah oleh Feedr Academy pada tanggal 25 Januari 2018 di Jakarta.
Dalam sesi ini Muliadi juga akan berbagi pengalamannya juga dalam melayani merek lokal di Indonesia seperti Kawan Lama Group, The Body Shop, Electronic Solutions dan lainnya. Dia juga pernah menjadi CTO untuk beberapa startup di Indonesia seperti Bobobobo, Shopdeca dan VIP Plaza.
Dengan mengikuti seminar ini diharapkan para peserta akan mendapatkan pengetahuan menyeluruh mengenai bagaimana memilih dan memutuskan platform teknologi yang tepat untuk membangun pengalaman pelanggan seperti mobile, web, tablet, smartwatch, ERP, AI atau Kecerdasan Buatan dan juga bagaimana mengintegrasikan komponen online dan offline dalam bisnis.
ADVERTISEMENT
Mau tau lebih lanjut? Silakan klik https://feedr.id/event Atau hubungi HP/whatsapp Saskia di 081286006212
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan