Konten dari Pengguna

Apa yang Dimaksud dengan Malnutrisi dan Jenis-jenisnya

I

Info Gizi

Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Usia anak dengan risiko malnutrisi. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Usia anak dengan risiko malnutrisi. Foto: Unsplash.

Apa yang dimaksud dengan malnutrisi dan jenis-jenisnya mungkin menjadi pertanyaan yang sering muncul, terutama di tengah tingginya perhatian pada kesehatan masyarakat. Malnutrisi dapat terjadi ketika asupan nutrisi tidak seimbang, baik karena kekurangan maupun kelebihan nutrisi. Topik ini penting untuk dipahami, karena dampaknya bisa berlangsung jangka panjang, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.

Pengertian Malnutrisi

Untuk benar-benar memahami apa yang dimaksud dengan malnutrisi dan jenis-jenisnya, ada baiknya kita melihat dulu definisi yang diakui di dunia kesehatan.

Menurut WHO, malnutrisi adalah kondisi ketika terjadi ketidakseimbangan antara asupan dan kebutuhan tubuh terhadap energi maupun zat gizi baik makronutrien maupun mikronutrien.

Malnutrisi dapat terjadi pada berbagai kelompok masyarakat, tidak hanya di negara berkembang tetapi juga di negara maju, karena bentuknya mencakup kekurangan gizi, defisiensi mikronutrien, hingga kelebihan gizi dan obesitas.

Definisi Malnutrisi Menurut Literatur

Definisi dari malnutrisi tak hanya mencakup kekurangan gizi, tetapi juga kelebihan gizi yang berdampak negatif bagi kesehatan. Dalam banyak kasus, malnutrisi sangat erat kaitannya dengan pola makan sehari-hari, status sosial ekonomi, dan edukasi gizi.

Perbedaan Malnutrisi dan Gizi Buruk

Banyak orang mengira malnutrisi dan gizi buruk itu sama, padahal keduanya memiliki ruang lingkup berbeda. Malnutrisi mencakup segala bentuk ketidakseimbangan gizi, baik itu kurang ataupun lebih. Sementara gizi buruk lebih sering merujuk pada kekurangan asupan gizi yang berat sampai memengaruhi tumbuh kembang.

Jenis-jenis Malnutrisi

Jenis-jenis malnutrisi sendiri dibedakan berdasarkan apakah tubuh mengalami kekurangan atau kelebihan nutrisi. Masing-masing tipe memiliki karakteristik dan risiko tersendiri yang penting dikenali sejak dini.

Malnutrisi Kurang (Undernutrition)

Jenis ini terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan asupan energi atau zat gizi mikro dalam jumlah yang cukup. Beberapa bentuk malnutrisi kurang yang banyak ditemui antara lain:

  • Marasmus: Kekurangan kalori dan protein secara ekstrem yang membuat tubuh sangat kurus.

  • Kwashiorkor: Terjadi akibat kekurangan protein, sehingga anak tampak bengkak terutama di bagian perut.

  • Stunting: Gangguan pertumbuhan fisik sehingga tinggi badan menjadi kurang dari rata-rata anak seusianya.

  • Wasting: Penurunan berat badan yang signifikan dalam waktu singkat.

Malnutrisi Lebih (Overnutrition)

Sebaliknya, malnutrisi lebih terjadi ketika seseorang mengonsumsi kalori atau gizi secara berlebihan hingga tubuh menyimpannya dalam bentuk lemak. Dua contoh paling umum adalah:

  • Obesitas: Penumpukan lemak tubuh berlebihan hingga menimbulkan risiko penyakit kronis.

  • Overweight: Berat badan yang lebih dari batas normal namun belum masuk kategori obesitas.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Malnutrisi

Ada beragam faktor yang bisa memicu terjadinya malnutrisi. Dalam jurnal Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Malnutrisi oleh Muhammad Ihsan Fariqy dkk dijelaskan bahwa kondisi ini tidak berdiri sendiri. Biasanya, berbagai faktor saling berkaitan dan memperburuk situasi.

Faktor Ekonomi dan Sosial

Pendapatan keluarga, tingkat pendidikan, dan akses terhadap pangan yang bergizi sangat menentukan status gizi seseorang. Keluarga dengan kondisi ekonomi rendah seringkali sulit memenuhi kebutuhan nutrisi harian, terutama untuk anak-anak.

Faktor Lingkungan dan Pola Asuh

Lingkungan tempat tinggal yang kurang sehat, serta pola asuh yang tidak tepat, juga menjadi pemicu malnutrisi. Misalnya, kebiasaan memberikan makanan instan pada anak tanpa memperhatikan kebutuhan gizi seimbang.

Faktor Penyakit dan Kesehatan

Anak yang menderita penyakit kronis lebih berisiko mengalami malnutrisi. Pasalnya, beberapa penyakit dapat mengganggu penyerapan atau metabolisme zat gizi penting di tubuh.

Akibat dan Dampak Malnutrisi

Kondisi malnutrisi tidak hanya memengaruhi kesehatan jangka pendek, namun juga memberikan efek serius dalam jangka panjang. Masalah ini sangat krusial, terutama di masa pertumbuhan.

Dampak pada Anak Usia Dini

Malnutrisi bisa menyebabkan terganggunya pertumbuhan fisik dan mental anak. Mereka berisiko mengalami keterlambatan perkembangan, sistem imun lemah, dan rentan terkena infeksi.

Konsekuensi Jangka Panjang

Dalam jangka panjang, malnutrisi meningkatkan kemungkinan munculnya penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung di kemudian hari. Tumbuh kembang yang terganggu juga sulit diperbaiki meski sudah dewasa.

Upaya Penanggulangan Malnutrisi

Penanganan malnutrisi membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Respons yang cepat dan tepat dapat memutus rantai masalah gizi sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.

Pencegahan dan Intervensi Dini

Edukasi masyarakat terkait pentingnya gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan rutin, dan pemantauan tumbuh kembang anak menjadi langkah awal yang efektif. Intervensi dini juga meliputi penyediaan makanan tambahan untuk kelompok berisiko.

Peran Layanan Kesehatan dan Masyarakat

Posyandu, puskesmas, dan institusi kesehatan lain berperan penting dalam mendeteksi serta menangani kasus malnutrisi. Dukungan pemerintah juga diperlukan, terutama dengan program fortifikasi pangan dan bantuan sosial bagi keluarga miskin.

Studi Kasus Penanganan Malnutrisi di Rumah Sakit

Dalam laporan Management of Severe Malnutrition of Under Five Years Old Patients in RSUD Wonosari oleh Raden Edi Fitriyanto dkk, kasus balita dengan malnutrisi berat umumnya disertai komplikasi seperti infeksi dan anemia, sehingga memerlukan perawatan terpadu di rumah sakit. Meskipun laporan ini tidak menyajikan data kuantitatif mengenai tingkat kesembuhan, temuan tersebut menegaskan pentingnya manajemen klinis yang terstruktur, termasuk stabilisasi medis dan pemberian nutrisi. Pendekatan perawatan yang menyeluruh dan berkesinambungan di fasilitas kesehatan tetap menjadi komponen kunci dalam mendukung pemulihan anak dengan malnutrisi berat.

Kesimpulan

Pengetahuan mengenai apa yang dimaksud dengan malnutrisi dan jenis-jenisnya penting untuk diperluas ke masyarakat luas. Malnutrisi, baik berupa kekurangan maupun kelebihan gizi, bisa terjadi pada siapa saja dan berdampak luas jika tidak segera ditangani. Faktor-faktor ekonomi, pola asuh, hingga penyakit menjadi pemicu utama, namun upaya pencegahan dan penanggulangan yang tepat dapat mengurangi risikonya secara nyata. Oleh karena itu, meningkatkan kewaspadaan dan kerja sama berbagai pihak sangat diperlukan untuk menciptakan generasi sehat di masa mendatang.

Baca Juga: Pengertian Stunting dan Perbedaannya dengan Gizi Buruk

Reviewed by Sari Khairinisa