Bahaya Garam dan Gula Berlebih dalam MPASI: Dampak dan Cara Mencegahnya
Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tak sedikit orang tua yang menambahkan garam atau gula ke dalam makanan pendamping ASI (MPASI) tanpa memahami risikonya. Padahal, konsumsi garam dan gula berlebih bisa memberi dampak serius terhadap kesehatan bayi, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Kenapa Garam dan Gula Tidak Disarankan pada MPASI?
WHO dan Kementerian Kesehatan menegaskan, bayi butuh MPASI sebagai pelengkap ASI, bukan untuk menggantikan sumber gizi utama. Menurut buku MPASI: Makanan Pendamping ASI karya Ratu Maharani dkk, tujuan pemberian MPASI adalah memenuhi kebutuhan nutrisi bayi di masa emas pertumbuhan, tanpa membebani organ tubuh yang masih berkembang.
Pengertian MPASI dan Tujuan Pemberian
MPASI diberikan pada bayi usia enam bulan ke atas untuk melengkapi energi dan nutrisi penting selain dari ASI. Pemberian yang tepat mendukung pertumbuhan optimal, mengembangkan kemampuan makan, dan membentuk selera makan sehat sejak dini.
Alasan Larangan Penambahan Garam dan Gula pada Makanan Bayi
Bayi belum membutuhkan rasa asin atau manis buatan, karena organ ginjal dan sistem pencernaannya belum sempurna. Menambahkan garam dan gula bisa mengganggu kerja organ serta meningkatkan risiko penyakit di kemudian hari.
Batas Aman Konsumsi Garam dan Gula untuk Bayi
Batas aman konsumsi garam untuk bayi di bawah satu tahun sangat rendah, bahkan dianjurkan tidak menggunakan garam tambahan sama sekali. Untuk gula, bayi juga tidak direkomendasikan menerima tambahan gula pada MPASI mereka sampai usia minimal dua tahun.
Baca juga: Ciri MPASI Bergizi yang Disarankan oleh Ahli Gizi Anak
Dampak Negatif Garam Berlebih pada MPASI
Selain merusak kerja organ tubuh, memasukkan terlalu banyak garam dalam MPASI dapat menyebabkan gangguan kesehatan kronis. Hal ini dinyatakan oleh Febriyani Veronica dalam Perbedaan Antara Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang Baik dan Tidak Baik Terhadap Status Gizi Bayi Usia 0-6 Bulan di Wilayah Puskesmas Binangun Kabupaten Blitar Jawa Timur, yang menyoroti sejumlah konsekuensi kesehatan akibat paparan garam berlebih sejak usia dini.
Risiko Gangguan Ginjal pada Bayi
Ginjal bayi belum mampu menyaring zat natrium dengan efektif. Akibatnya, konsumsi garam berlebih bisa memicu penumpukan zat sisa dan membebani fungsi ginjal mereka.
Pengaruh Terhadap Tekanan Darah dan Jantung
Pemberian garam berlebih pada bayi dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Dalam jangka panjang, hal ini berkaitan erat dengan gangguan kesehatan jantung di usia dewasa.
Penelitian yang dilakukan Febriyani Veronica menyimpulkan bahwa asupan garam tinggi pada bayi terbukti meningkatkan risiko hipertensi dan gangguan organ vital sejak usia dini.
Bahaya Gula Berlebih dalam MPASI bagi Kesehatan Bayi
Penggunaan gula tambahan pada MPASI sebaiknya dihindari sejak awal. Ratu Matahari dkk dalam bukunya, menjelaskan berbagai dampak gula berlebih terhadap kesehatan bayi, mulai dari masalah metabolisme hingga kesehatan gigi.
Potensi Gangguan Metabolisme dan Risiko Obesitas
Kebiasaan konsumsi gula sejak dini membuat bayi lebih berisiko mengalami kegemukan dan gangguan metabolisme. Bayi bisa berkembang menjadi lebih suka makanan manis, sehingga sulit mengatur pola makan sehat ke depannya.
Dampak pada Kesehatan Gigi dan Perkembangan Rasa
Pemberian gula tambahan dapat mempercepat kerusakan gigi susu dan membentuk kebiasaan yang kurang baik. Selain itu, bayi kehilangan kesempatan untuk mengenal rasa alami dari bahan makanan.
Memberikan gula berlebih pada saat masa MPASI juga dapat menyebabkan anak terbiasa dengan rasa manis dan memicu kebiasaan makan kurang sehat di masa tumbuh kembangnya.
Cara Mencegah Konsumsi Garam dan Gula Berlebih pada MPASI
Menghindari garam dan gula tambahan tidak berarti MPASI menjadi hambar. Ada banyak strategi yang bisa diterapkan orang tua, seperti pemilihan bahan alami dengan cita rasa yang menarik.
Tips Menyusun Menu MPASI Tanpa Garam dan Gula Tambahan
Gunakan bahan segar seperti daging ayam, ikan, dan aneka sayur untuk mendapatkan rasa alami. MPASI bisa diberi variasi tekstur atau kombinasi buah dan sayur agar bayi tertarik mencoba rasa baru.
Alternatif Rasa Alami untuk MPASI
Rasa alami dari bahan makanan seperti labu, wortel, pisang, atau ubi sudah cukup memperkenalkan berbagai cita rasa kepada bayi. Orang tua bisa memanfaatkan rempah-rempah lembut seperti daun salam untuk memberi aroma alami pada makanan.
Berdasarkan buku Ratu Matahari dkk pemberian MPASI tanpa garam dan gula terbukti tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi bayi, asalkan variasi menu dan bahan makanan dijaga.
Kesimpulan dan Rekomendasi untuk Orang Tua
Bahaya garam dan gula berlebih dalam MPASI sangat nyata, terutama bagi ginjal, jantung, dan pengendalian pola makan anak di masa depan. Pahami setiap risiko yang dapat ditimbulkan agar tidak terjadi gangguan kesehatan pada bayi Anda.
Prioritaskan pemberian MPASI tanpa menambahkan garam atau gula. Pilih bahan alami, perhatikan menu harian, dan tanamkan kebiasaan makan sehat sejak dini. Dengan langkah ini, anak tumbuh optimal sesuai tahapan perkembangan dan terlindungi dari dampak buruk kelebihan garam serta gula.
(Reviewed by Sari Khairinisa S.Gz)