Bedah Nilai Gizi: Oatmeal Instan vs. Oats Utuh dan Olahannya
Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendahuluan
Gandum utuh (oats) telah lama diakui sebagai makanan fungsional yang kaya akan gizi dan senyawa bioaktif. Kandungan kimia dan nilai gizi yang tinggi membuat oat bermanfaat untuk membantu mencegah berbagai masalah kesehatan sekaligus mendukung pemulihan tubuh.
Namun, seiring dengan kemajuan teknologi, berbagai bentuk produk olahan oat bermunculan, mulai dari biji utuh (groats) hingga serpihan oat instan. Meski begitu, Dietary Guidelines for Americans 2015–2020 menekankan bahwa setidaknya setengah dari total konsumsi biji-bijian sebaiknya berasal dari gandum utuh.
Karena itu, penting untuk memahami perbedaan nilai gizi antara oatmeal instan dan oats utuh. Metode pengolahan yang berbeda membuat komposisi gizinya ikut berubah, terutama pada kandungan serat.
Perbedaan ini dapat memengaruhi kesehatan, mulai dari rasa kenyang yang lebih cepat hilang hingga kualitas pola makan secara keseluruhan. Dengan mengenali perbedaannya, konsumen dapat memilih jenis oat yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuh dan tujuan kesehatannya.
Komposisi Gizi dan Keunggulan Oats Utuh
Oat merupakan bahan baku penting dalam pembuatan sereal karena kualitas gizinya yang tinggi serta manfaatnya bagi kesehatan. Menurut jurnal Oat and Oat Processed Products: Technology, Composition, Nutritional Value, and Health oleh Danuta Leszczyńska dkk, kandungan protein total dalam biji oat tergolong tinggi dibandingkan sereal lainnya, yaitu berkisar antara 7,4 hingga 24,5% berdasarkan massa kering.
Bahkan, biji oat tanpa sekam memiliki sekitar 5% lebih banyak protein dibandingkan varietas oat yang masih bersekam. Hal ini menjadikan oats utuh sebagai sumber protein nabati yang unggul dan bernilai gizi tinggi.
Kandungan Protein dan Serat Pangan
Biji oat utuh memiliki keunggulan karena profil asam amino atau proteinnya lebih baik dibandingkan banyak jenis sereal lain. Oat mengandung sejumlah asam amino esensial seperti lisin, metionin, treonin, tirosin, leusin, valin, dan fenilalanin, yang berperan penting dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh.
Selain itu, oat utuh merupakan sumber serat pangan yang baik. Kandungan total seratnya dapat berkisar antara 1 hingga 30%, bergantung pada varietas tanaman, kondisi budidaya, serta apakah oat diproses dengan atau tanpa sekam.
Oat juga terkenal kaya akan serat larut, terutama betaglukan. Jumlah betaglukan pada oat umumnya berada di kisaran 3,08 hingga 8% berdasarkan massa kering, menjadikannya salah satu sereal dengan berat molekul betaglukan tertinggi.
Menurut sumber yang sama, betaglukan memiliki peran penting karena memberikan efek pencegahan dan dukungan terapi pada berbagai penyakit kronis tidak menular.
Menariknya, serat larut ini dapat membentuk gel kental ketika bercampur dengan air. Gel tersebut membantu memperlambat pengosongan lambung dan memperpanjang waktu transit nutrisi di usus halus, sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama dan mendukung pengaturan gula darah.
Perbedaan Pemrosesan: Dari Biji Utuh ke Oatmeal Instan
Oatmeal yang tersedia di pasaran umumnya dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya ordinary oats, quick oats, dan instant oats. Jenis-jenis oatmeal tersebut memiliki perbedaan pada proses teknologinya.
Ordinary oats dibuat dari biji oat yang telah dibersihkan kemudian melalui proses inaktivasi enzim lipolitik untuk mencegah ketengikan. Bentuknya masih relatif utuh sehingga memerlukan waktu memasak lebih lama.
Quick oats merupakan oat yang telah dipotong menjadi ukuran lebih kecil dan diratakan lebih tipis dibandingkan ordinary oats. Proses ini membuatnya lebih cepat matang ketika dimasak, namun tidak sepraktis instant oats. Tekstur quick oats umumnya lebih halus dan cenderung lebih lembut setelah dimasak.
Instant oats mengalami perlakuan hidrotermal tambahan seperti pemanasan dan pengukusan berulang yang menjadikannya sangat mudah menyerap air. Karena proses ini, instant oats dapat langsung diseduh tanpa perlu direbus sehingga cocok bagi konsumen yang membutuhkan kepraktisan.
Dampak Pengolahan pada Kandungan Beta-Glukan
Pengolahan yang lebih intens pada oatmeal instan dapat memengaruhi kandungan betaglukan, yaitu serat larut utama dalam oat. Menurut Danuta Leszczyńska dan tim peneliti, betaglukan tidak tersebar merata di dalam biji oat, sehingga jumlahnya bisa berbeda pada setiap jenis produk olahan. Kisaran kandungan betaglukan pada berbagai bentuk oat adalah: • dedak oat: 4,7–8,3% • oat giling (rolled oats): 2,3–8,5% • oat cepat (quick oats): 2,2–7,7% • oat instan (instant oats): 1,4–5,5% Data ini menunjukkan bahwa oatmeal instan umumnya memiliki betaglukan lebih sedikit dibandingkan oat yang lebih utuh, seperti rolled oats atau dedak oat.
Selain penurunan potensi kandungan, menurut Instant Oatmeal Increases Satiety and Reduces Energy Intake oleh Candida J. Rebello, MS, RD, dkk., menemukan bahwa proses pengolahan sereal siap saji (ready-to-eat cereal) dapat membuat berat molekul betaglukan menurun. Betaglukan dengan berat molekul tinggi mampu membentuk gel yang lebih kental setelah terkena air. Gel yang lebih kental inilah yang membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan mendukung manfaat kesehatan lainnya.
Mengapa Oatmeal Instan Lebih Cepat Mengenyangkan
Walaupun kandungan betaglukan pada oatmeal instan biasanya lebih rendah dibandingkan oat utuh atau dedak oat, proses pengolahannya membuat oatmeal instan lebih cepat menjadi kental saat diseduh. Kekentalan inilah yang membantu tubuh merasa kenyang lebih cepat.
Penelitian menunjukkan bahwa oatmeal instan membuat orang merasa lebih kenyang, lebih sedikit lapar, dan mengurangi keinginan untuk makan dibandingkan sereal sarapan siap saji. Akibatnya, jumlah energi yang dikonsumsi saat makan siang juga menjadi lebih sedikit.
Para ahli menjelaskan bahwa cara betaglukan bekerja di dalam tubuh serta kemampuan oat menyerap air dengan cepat berperan besar dalam memberi rasa kenyang.
Karena teksturnya lebih tipis, oatmeal instan cepat menyerap air panas dan langsung menjadi kental. Sementara itu, sereal siap saji membutuhkan waktu lebih lama untuk menyerap air sehingga efek kenyangnya tidak secepat oatmeal instan.
Bahkan ketika dibandingkan dengan oat yang lebih tebal, oatmeal instan tetap menghasilkan kekentalan awal yang lebih tinggi dan memberi rasa kenyang yang lebih lama.
Pengaruh Konsumsi Oatmeal pada Kualitas Pola Makan Harian
Terlepas dari bentuk olahannya, oatmeal sering dikaitkan dengan peningkatan kualitas pola makan. Menurut Oatmeal-Containing Breakfast is Associated with Better Diet Quality oleh Victor L. Fulgoni III et al., ditemukan bahwa anak-anak yang rutin sarapan oatmeal memiliki kualitas pola makan harian yang lebih baik dibandingkan anak yang memilih jenis sarapan lain atau bahkan tidak sarapan sama sekali.
Manfaat Gizi Oatmeal vs Sereal Siap Saji
Orang yang sarapan dengan oatmeal juga tercatat memiliki asupan gandum utuh lebih tinggi serta asupan serat dan magnesium lebih besar dibandingkan orang yang sarapan dengan makanan lainnya.
Dalam studi yang sama, Victor L. Fulgoni III, dkk. melaporkan bahwa satu porsi oat (sekitar 40 gram) mengandung sekitar 152 kalori, 5,3 gram protein, 27 gram karbohidrat, dan 4 gram serat makanan. Oat juga menjadi sumber vitamin B dan beragam mineral yang baik.
Perbandingan antara oatmeal instan (yang diuji dalam penelitian) dan sereal siap saji menunjukkan bahwa jenis oat ini memberikan profil gizi yang lebih unggul, meskipun susunan menu sarapan dalam studi tersebut tidak sepenuhnya sama.
Satu porsi oatmeal instan mengandung 8,35 gram protein dan 6,68 gram serat, lebih tinggi ketimbang sereal siap saji yang hanya menyajikan 4,54 gram protein dan 4,54 gram serat. Sementara itu, kandungan gula oatmeal hanya sekitar 1,67 gram, jauh lebih rendah dari sereal siap saji yang mengandung 20,43 gram gula.
Sebagai makanan gandum utuh, oat dalam bentuk apa pun mampu membantu memenuhi kebutuhan serat dan gandum utuh, dua komponen yang sering kurang dalam pola makan modern. Dengan memilih oat sebagai pengganti sereal sarapan siap saji, nafsu makan akan meningkat, pola makan sehat pun tetap terpenuhi.
Kesimpulan
Secara umum, oat utuh atau oat yang diproses minimal seperti rolled oats memiliki kandungan beta-glukan lebih tinggi per berat kering. Sementara itu, oatmeal instan cenderung menghasilkan tekstur yang lebih cepat kental karena bentuknya lebih halus dan mudah menyerap air panas.
Baik oatmeal instan maupun oat utuh tetap memberikan manfaat penting untuk pola makan sehat. Konsumsi oatmeal sering dikaitkan dengan kualitas diet yang lebih baik serta asupan gandum utuh, serat, dan magnesium yang lebih tinggi.
Dibandingkan sereal sarapan olahan lainnya, oatmeal menjadi pilihan yang lebih baik untuk membantu mengontrol rasa lapar dan mendukung kebiasaan makan yang lebih sehat.