Berapa Kebutuhan Kalori Harian Ibu Menyusui? Ini Penjelasannya
Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ibu menyusui menjalani fase fisiologis yang unik karena tubuhnya tidak hanya bekerja untuk pemulihan pascapersalinan, tetapi juga menghasilkan Air Susu Ibu (ASI) sebagai satu-satunya sumber nutrisi utama bagi bayi.
Proses produksi ASI memerlukan energi tambahan yang tidak sedikit, sehingga pola makan ibu menyusui harus disesuaikan agar kebutuhan energi dan zat gizi tersebut terpenuhi.
Kebutuhan kalori harian ibu menyusui berbeda dengan wanita yang tidak menyusui. Ketidaktepatan dalam memenuhi kebutuhan energi ini berpotensi memengaruhi kualitas dan kuantitas ASI, serta kesehatan ibu secara keseluruhan.
Kenapa Kalori Ibu Menyusui Meningkat?
Kalori adalah satuan energi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan aktivitas dasar seperti napas, sirkulasi darah, berpikir, hingga aktivitas fisik sehari-hari.
Selama menyusui, tubuh ibu harus menggunakan energi ekstra untuk mensintesis ASI yang kaya akan lemak, karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang menjadi kebutuhan bayi. Karena itu, kebutuhan kalori ibu menyusui lebih tinggi dibandingkan kebutuhan kalori pada wanita dewasa biasa.
Menurut studi literatur Kebutuhan Nutrisi Ibu Menyusui oleh Siti Roudhotul Jannah, masa menyusui merupakan periode kritis yang membutuhkan asupan energi dan nutrisi lebih agar ibu mampu menghasilkan ASI yang optimal tanpa mengorbankan kesehatannya sendiri. Dalam penelitian ini banyak artikel ilmiah yang menunjukkan bahwa ibu menyusui memiliki kebutuhan nutrisi yang meningkat dibandingkan sebelum masa menyusui.
Angka Kebutuhan Kalori Harian Ibu Menyusui
Secara umum, angka kebutuhan kalori harian ibu menyusui dapat meningkat hingga ratusan kalori per hari dibandingkan kebutuhan dasar.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang, menekankan pentingnya pola gizi seimbang, termasuk penyesuaian kebutuhan energi pada berbagai fase kehidupan salah satunya ibu menyusui sebagai strategi untuk menjaga kesehatan dan pemenuhan gizi yang optimal.
Konsep gizi seimbang ini mencakup pengaturan porsi karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral dari beragam jenis pangan.
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia, kebutuhan energi ibu menyusui bisa meningkat dengan tambahan 330–400 kalori per hari untuk mendukung produksi ASI yang adekuat.
Sumber Energi yang Dianjurkan
Supaya asupan kalori harian ibu menyusui terpenuhi tanpa mengorbankan kualitas gizi, konsumsi bahan pangan yang kaya energi sehat sangat dianjurkan.
Makanan yang direkomendasikan dalam Pedoman Gizi Seimbang mencakup padi-padian, umbi-umbian, lauk pauk bergizi seperti daging tanpa lemak, telur, ikan, serta sumber lemak baik seperti alpukat dan kacang-kacangan.
Pilihan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan kalori, tetapi juga menyediakan vitamin, mineral, dan zat gizi lain yang penting bagi kesehatan ibu dan kualitas ASI.
Selain itu, konsumsi sayur dan buah yang beragam membantu memperkaya asupan serat serta antioksidan tanpa menambah asupan energi secara berlebihan.
Dampak Jika Kalori Tidak Cukup
Jika kalori harian tidak tercukupi, tubuh ibu dapat mengalami kelelahan, penurunan berat badan yang tidak sehat, serta penurunan produksi ASI.
Kekurangan energi juga meningkatkan risiko masalah kesehatan lain seperti anemia dan gangguan metabolik. Karena itu, pemenuhan kebutuhan energi harian sangat penting bagi ibu menyusui dan anak yang menjadi penerima ASI.
Kesimpulan
Kebutuhan kalori harian ibu menyusui meningkat dibandingkan wanita dewasa pada umumnya karena tubuh harus mensuplai energi untuk produksi ASI. Pola makan yang seimbang dan cukup energi tidak hanya mendukung kesehatan ibu, tetapi juga kualitas dan kuantitas ASI bagi bayi.
Pedoman gizi seimbang nasional menekankan pentingnya konsumsi makanan beragam dari berbagai kelompok pangan untuk memenuhi kebutuhan kalori dan zat gizi lain selama menyusui. Dengan demikian, pemenuhan kalori harian yang tepat menjadi fondasi penting dalam menjaga kesehatan ibu dan mendukung tumbuh kembang optimal bayi melalui ASI.
(Reviewed by Sari Khairinisa S.Gz)
Baca juga: Bolehkah Ibu Menyusui Diet dengan Melakukan Defisit Kalori?