Konten dari Pengguna

Cara Membaca dan Menghitung Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan

I

Info Gizi

Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makanan Dalam Kemasan Foto Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Makanan Dalam Kemasan Foto Unsplash

Memahami cara membaca dan menghitung informasi nilai gizi penting bagi siapa pun yang ingin menerapkan pola makan sehat. Informasi pada label gizi bukan sekadar angka, melainkan hasil perhitungan baku yang mengikuti pedoman nasional dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Standar nasional ini berperan penting dalam memastikan keterbukaan informasi, menjaga keakuratan data, dan melindungi hak konsumen.

Pengertian Informasi Nilai Gizi

Informasi nilai gizi menjadi acuan penting yang wajib tercantum pada setiap label makanan kemasan di Indonesia. Data tersebut tidak hanya menjelaskan kandungan gizi, tapi juga memastikan konsumen mengetahui apa yang mereka konsumsi setiap hari.

Apa Itu Informasi Nilai Gizi

Informasi nilai gizi adalah keterangan mengenai jumlah energi dan zat gizi seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, serta mineral yang terdapat dalam satu porsi makanan atau minuman. Tujuannya agar konsumen dapat mengetahui dan memahami seberapa banyak zat gizi yang dikonsumsi dalam setiap sajian, sehingga dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan gizi harian.

Pentingnya Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan

Informasi nilai gizi berperan penting dalam membantu konsumen memilih produk makanan atau minuman sesuai kebutuhan gizi harian, erutama bagi penderita penyakit tertentu, seperti diabetes, hipertensi, atau obesitas. Dengan begitu, mereka bisa membatasi asupan gizi tertentu sesuai saran ahli gizi.

Dasar Peraturan Label Informasi Nilai Gizi

Menurut Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 26 Tahun 2021, pelabelan gizi produk pangan wajib mengikuti ketentuan BPOM. Ketentuan ini meliputi informasi apa saja yang harus dicantumkan, format penyajian, dan takaran saji yang digunakan agar mudah dimengerti semua kalangan.

Komponen Utama dalam Informasi Nilai Gizi

Sebelum menghitung nilai gizi per sajian, penting untuk mengetahui komponen-komponen utama yang terdapat dalam informasi nilai gizi. Mulai dari takaran saji, energi dan zat gizi, angka kecukupan gizi, hingga catatan kaki.

Takaran Saji

Takaran saji adalah jumlah makanan yang dianggap wajar dikonsumsi dalam satu kali makan atau minum. Satuan ini dapat dinyatakan dalam ukuran gram atau mililiter maupun ukuran rumah tangga yang mudah dipahami, seperti sendok, gelas, atau potong.

Penting dipahami bahwa takaran saji bukanlah anjuran seberapa banyak makanan seharusnya dikonsumsi, melainkan ukuran acuan untuk membantu konsumen membaca dan membandingkan kandungan gizi antarproduk.

Jumlah sajian per kemasan

Jumlah sajian per kemasan menunjukkan berapa banyak takaran saji yang terdapat dalam satu kemasan produk pangan. Informasi ini biasanya ditulis dengan huruf kapital dan tebal pada label kemasan agar mudah terlihat. Penting diketahui bahwa satu kemasan makanan tidak selalu sama dengan satu takaran saji karena beberapa produk bisa mengandung lebih dari satu sajian di dalamnya.

Energi & Zat Gizi

Jenis dan jumlah kandungan zat gizi yang tercantum pada label makanan menggambarkan nilai gizi yang diperoleh setelah mengonsumsi 1 takaran saji. Zat gizi yang wajib dicantumkan meliputi energi total, lemak total, lemak jenuh, protein, karbohidrat total, gula, dan garam.

Persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG)

Persentase AKG menunjukkan seberapa besar kontribusi suatu zat gizi dalam satu sajian produk terhadap kebutuhan gizi harian seseorang. Informasi ini membantu konsumen menilai apakah kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam produk tersebut sesuai dengan kebutuhan harian tubuh.

Catatan Kaki

Catatan kaki pada label gizi berfungsi menjelaskan bahwa persentase AKG dihitung berdasarkan kebutuhan energi rata-rat, yakni sebesar 2.150 kkal per hari untuk kelompok umum. Angka ini digunakan sebagai acuan standar nasional oleh BPOM. Namun, kebutuhan energi setiap orang berbeda-beda tergantung usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan masing-masing.

Cara Membaca Informasi Nilai Gizi

Membaca tabel nilai gizi pada kemasan makanan membutuhkan pemahaman dasar terkait setiap komponennya. Langkah mudah membaca informasi nilai gizi adalah dengan memperhatikan takaran saji dan cermati energinya.

Perhatikan Takaran Saji

Takaran saji berpengaruh langsung terhadap jumlah kalori dan kandungan zat gizi yang tercantum pada tabel Informasi Nilai Gizi. Data yang ditampilkan di label menunjukkan kandungan energi dan zat gizi per satu takaran saji, bukan untuk seluruh kemasan. Artinya, jika seseorang mengonsumsi dua kali takaran saji, energi dan asupan gizinya juga akan meningkat dua kali lipat, dan begitu seterusnya.

Misalnya, satu takaran saji susu sebesar 250 ml mengandung 8 gram protein dan 9 gram lemak. Jika dikonsumsi dua kali takaran saji (500 ml), maka asupan yang diperoleh menjadi 16 gram protein dan 18 gram lemak.

Cermati Energi

Nilai energi menunjukkan jumlah kalori yang diperoleh dari mengonsumsi satu takaran saji suatu produk pangan olahan. Konsumen disarankan memilih makanan atau minuman dengan kandungan energi yang sesuai dengan kebutuhan hariannya.

Misalnya, pada produk susu dengan takaran saji 250 ml (setara satu gelas), tercantum energi total sebesar 160 kkal. Jika dalam satu kemasan terdapat empat takaran saji, maka seluruh kemasan mengandung total 640 kkal (160 kkal × 4).

Artinya, saat seseorang meminum satu gelas susu, ia mendapatkan 160 kkal. Namun, apabila ia menghabiskan satu kemasan penuh, energi yang masuk ke tubuh menjadi empat kali lipat.

Manfaat Memahami Cara Membaca dan Menghitung Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan

Kesadaran akan pentingnya cara membaca informasi nilai gizi pada label pangan bermanfaat baik bagi konsumen maupun produsen. Dengan membaca label dengan cermat, masyarakat dapat membuat pilihan yang lebih sehat dan sesuai kebutuhan tubuh setiap hari.

Untuk Konsumen

Dengan label nilai gizi yang jelas, konsumen bisa membandingkan produk dan menentukan mana yang sesuai dengan kebutuhan gizi mereka.

Untuk Produsen

Bagi produsen, kepatuhan pada perhitungan nilai gizi merupakan bentuk tanggung jawab dan edukasi kepada konsumen. Produksi pangan olahan yang mematuhi standar membantu membentuk kepercayaan konsumen sekaligus mematuhi regulasi pemerintah.

Penutup

Membaca dan menghitung label nilai gizi pada produk pangan merupakan langkah penting untuk menjaga transparansi dan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, label nilai gizi yang akurat membantu konsumen memahami apa yang mereka konsumsi dan mendorong produsen menjaga kualitas produknya.

Dengan penerapan standar yang jelas dan mudah dipahami, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya informasi gizi sebagai bagian dari pola hidup sehat sehari-hari.