Konten dari Pengguna

Cara Mengukur Berat Badan Ideal Anak Menurut WHO

Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.
3 Desember 2025 8:00 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Cara Mengukur Berat Badan Ideal Anak Menurut WHO
Berat badan ideal anak dihitung berdasarkan standar WHO. Bagaimana cara mengukur berat badan ideal anak menurut WHO?
Info Gizi
Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Mengukur Berat Badan Ideal Anak. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengukur Berat Badan Ideal Anak. Foto: Unsplash.
ADVERTISEMENT
Cara mengukur berat badan ideal anak menurut WHO (World Health Organization) menjadi hal penting diketahui orang tua. Selain berguna untuk memantau tumbuh kembang anak, standar ini juga membantu mencegah masalah gizi sejak dini. Artikel ini mengulas panduan lengkap, rumus, dan standar terbaru WHO untuk dipahami orang tua.
ADVERTISEMENT

Pengertian Berat Badan Ideal Anak Menurut WHO

Menurut Modul Penilaian Pertumbuhan Balita oleh Agus Hendra Al Rahmad, dkk. berat badan ideal anak adalah kisaran berat badan yang dianggap normal dan sehat berdasarkan usia serta tinggi badan anak.
Standar ini telah disusun WHO setelah studi komprehensif di berbagai negara untuk mewakili tumbuh kembang optimal. Mengikuti acuan global ini membantu memastikan penilaian yang objektif pada setiap anak dan relevan di berbagai daerah.
Berat badan ideal tidak hanya mencerminkan kecukupan asupan zat gizi, tetapi juga menilai kemungkinan risiko seperti kekurangan gizi ataupun kelebihan berat badan. Inilah sebabnya, pemantauan rutin dengan standar WHO sangat dianjurkan untuk semua keluarga.
ADVERTISEMENT

Pentingnya Mengukur Berat Badan Ideal Anak

Pemantauan berat badan anak adalah langkah dasar dalam menjaga kesehatan dan pertumbuhan yang optimal. Jika anak tumbuh di bawah atau melebihi berat badan ideal, ada risiko gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai.
Berat badan yang terlalu rendah sering dikaitkan dengan risiko infeksi, gangguan belajar, dan pertumbuhan lambat. Di sisi lain, berat badan berlebih meningkatkan kemungkinan masalah metabolik di usia dini.
Selain itu, mengetahui status berat badan anak membantu orang tua dan tenaga kesehatan mengambil tindakan yang tepat. Perubahan pertumbuhan bisa terjadi kapan saja, sehingga deteksi dini memberi peluang intervensi lebih cepat sebelum masalah berkembang serius.

Standar WHO 2006 untuk Penilaian Pertumbuhan Anak

Setelah tahun 2006, WHO menggunakan standar baru untuk menilai pertumbuhan anak. Standar ini didasarkan pada penelitian Multicentre Growth Reference Study (MGRS) yang melibatkan banyak negara.
ADVERTISEMENT

Tabel dan Kurva Pertumbuhan WHO

Kurva pertumbuhan WHO adalah grafik yang memvisualisasikan perkembangan berat badan, tinggi badan, serta indeks lainnya sesuai kelompok usia anak. Grafik ini umum digunakan dalam buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) yang diberikan sejak anak lahir.
Ketika berat badan anak diukur dan hasilnya dipetakan pada kurva tersebut, akan terlihat apakah status pertumbuhannya normal atau perlu perhatian lebih lanjut. Kurva WHO dilengkapi garis standar deviasi (SD) yang memudahkan penentuan kategori status gizi.

Indikator Antropometri WHO

Tiga indikator utama menurut WHO antara lain berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB).
BB/U digunakan untuk mengetahui apakah anak memiliki berat badan ideal sesuai usianya, TB/U menilai pertumbuhan linier, dan BB/TB mendeteksi proporsi tubuh serta risiko gizi kurang atau berlebih.
ADVERTISEMENT
Masing-masing indikator ini memudahkan dokter, bidan, maupun orang tua dalam memantau serta menginterpretasi data pertumbuhan anak secara berkala.

Cara Mengukur Berat Badan Ideal Anak

Persiapan dan Alat Ukur yang Dibutuhkan

Sebelum mulai mengukur berat badan, beberapa alat sederhana perlu dipersiapkan, antara lain:
Pastikan alat dalam kondisi baik dan anak dalam keadaan tenang agar hasil pengukuran lebih akurat.

Langkah-langkah Pengukuran Berat Badan

ADVERTISEMENT
Lakukan pemeriksaan ini secara berkala sesuai jadwal dari tenaga kesehatan agar pertumbuhan terpantau optimal.

Cara Membaca Hasil Pengukuran dengan Standar WHO

Setelah mendapat angka berat badan, plot hasil ke kurva pertumbuhan sesuai usia dan jenis kelamin anak. Bandingkan posisi titik hasil dengan garis standar deviasi pada grafik WHO.
Jika posisi berat badan anak berada di garis median (0 SD), artinya pertumbuhan dianggap ideal. Sedangkan, titik di bawah -2 SD menunjukkan risiko gizi kurang dan titik di atas +2 SD menandakan kelebihan berat badan. Proses ini membantu orang tua memahami status gizi anak dengan cepat dan jelas.

Rumus dan Interpretasi Berat Badan Ideal Anak

Rumus Berat Badan Ideal Anak

WHO memang mengandalkan kurva dan grafik untuk menilai perkembangan. Namun, beberapa rumus sederhana juga sering dipakai sebagai referensi, misalnya:
ADVERTISEMENT
Rumus ini bersifat estimasi dan bukan patokan mutlak, sehingga hasilnya tetap perlu diverifikasi dengan kurva WHO.

Interpretasi Z-score dan Kategori Status Gizi

Dalam standar WHO, status gizi anak dibagi berdasarkan nilai Z-score pada kurva, yaitu:
Interpretasi Z-score ini memungkinkan deteksi dini gangguan pertumbuhan, sehingga upaya perbaikan bisa dilakukan dengan cepat.

Tips Memantau Pertumbuhan Anak Berdasarkan Standar WHO

Lakukan penimbangan dan pengukuran minimal setiap bulan untuk anak balita. Konsultasikan hasil pengukuran dengan petugas kesehatan jika menemukan nilai di luar kategori normal. Selain itu, penuhi asupan gizi seimbang dan ajak anak beraktivitas fisik secara rutin guna mendukung pertumbuhan optimal.
ADVERTISEMENT
Dengan disiplin memantau pertumbuhan melalui kurva WHO, orang tua dapat memastikan kesehatan buah hatinya agar tetap terjaga sejak dini.

Kesimpulan

Cara mengukur berat badan ideal anak menurut WHO adalah strategi penting dalam menjaga kesehatan anak. DIanjurkan untuk mengikuti standar kurva pertumbuhan WHO 2006. Pemantauan rutin memudahkan deteksi masalah pertumbuhan, baik risiko kurang gizi maupun kelebihan berat badan.
Karena itu, orang tua dan tenaga kesehatan dianjurkan menggunakan panduan ini secara konsisten. Langkah sederhana ini sangat berperan besar untuk masa depan kesehatan anak.
Reviewed by Sari Khairinisa