Konten dari Pengguna

Dampak Body Image terhadap Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Pekerja

I

Info Gizi

Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ibu pekerja dalam periode menyusui. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu pekerja dalam periode menyusui. Foto: Pexels.

Body image atau persepsi terhadap bentuk dan penampilan tubuh kerap memengaruhi banyak aspek kehidupan, termasuk perilaku dalam pemberian ASI eksklusif pada ibu pekerja.

Pandangan terhadap tubuh sendiri bisa membentuk pola pikir dan keputusan ibu selama masa menyusui, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan memahami kaitan antara body image dan pemberian ASI eksklusif, ibu pekerja dapat menemukan strategi yang mendukung keberhasilan menyusui tanpa harus terbebani tekanan penampilan fisik.

Pengertian Body Image dan ASI Eksklusif

Menurut Peny Ariani dkk dalam jurnal Hubungan Body Image terhadap Perilaku Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Pekerja, body image pada ibu bekerja erat kaitannya dengan kepercayaan diri serta bagaimana mereka mengambil keputusan terkait pemberian ASI eksklusif. Secara umum, body image mengacu pada persepsi, sikap, serta perasaan ibu terhadap bentuk dan perubahan tubuhnya setelah melahirkan.

Definisi Body Image pada Ibu Pekerja

Ibu pekerja seringkali menghadapi tekanan ganda antara tuntutan karir dan perubahan fisik pasca melahirkan. Hal ini bisa membuat sebagian ibu merasa khawatir atau minder dengan perubahan tubuhnya, khususnya jika harus kembali ke lingkungan kerja.

Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif

ASI eksklusif direkomendasikan selama enam bulan pertama kehidupan bayi demi mendukung pertumbuhan optimal dan melindungi anak dari berbagai penyakit infeksi. Selain itu, menyusui juga bermanfaat bagi kesehatan fisik dan emosional ibu.

Hubungan antara Body Image dan Perilaku Pemberian ASI Eksklusif

Dampak body image terhadap pemberian ASI eksklusif muncul ketika persepsi negatif tentang tubuh mulai menghambat motivasi atau kenyamanan ibu dalam menyusui. Kebingungan memilih antara menjaga penampilan dan memenuhi kebutuhan gizi bayi tak jarang menjadi dilema tersendiri.

Pengaruh Persepsi Tubuh terhadap Keputusan ASI

Ibu yang merasa tidak nyaman dengan bentuk tubuhnya cenderung kurang percaya diri untuk menyusui di tempat umum atau lingkungan kerja. Hal ini dapat membuat proses pemberian ASI eksklusif menjadi tidak konsisten.

Studi tentang Body Image dan ASI Eksklusif pada Ibu Pekerja

Penelitian Peny Ariani dkk menyebut, bahwa hubungan antara persepsi tubuh dan perilaku pemberian ASI eksklusif cukup signifikan. Semakin positif body image seorang ibu, semakin besar kemungkinan ia melanjutkan praktik menyusui secara eksklusif.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Body Image pada Ibu

Banyak faktor yang membentuk body image pada ibu, mulai dari lingkungan kerja, dukungan sosial, hingga paparan media yang sangat menonjolkan standar kecantikan tertentu.

Peran Lingkungan Kerja dan Dukungan Sosial

Dukungan dari rekan kerja atau atasan memiliki pengaruh besar terhadap kepercayaan diri ibu dalam menyusui. Ruang laktasi yang nyaman juga dapat meningkatkan kenyamanan selama memberikan ASI eksklusif.

Dampak Media dan Standar Kecantikan

Media sering menciptakan ekspektasi tidak realistis tentang bentuk tubuh ideal setelah melahirkan. Akibatnya, ibu menjadi mudah membandingkan diri dan merasa kurang percaya diri ketika menyusui.

Cara Mengatasi Dampak Negatif Body Image untuk Mendukung ASI Eksklusif

Untuk mendukung pemberian ASI eksklusif, ibu pekerja perlu menemukan cara agar body image tetap positif sekaligus fokus pada manfaat menyusui bagi anak dan dirinya.

Tips Meningkatkan Kepercayaan Diri Ibu

Beberapa kiat yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengapresiasi peran tubuh setelah melahirkan

  • Bergabung dengan komunitas pemberi ASI

  • Mencari dukungan dari pasangan atau keluarga

Rekomendasi Dukungan bagi Ibu Pekerja

Perusahaan dapat berperan dengan menyediakan fasilitas laktasi, kebijakan fleksibel, dan sosialisasi pentingnya menyusui kepada seluruh staf, sehingga iklim kerja menjadi lebih ramah bagi ibu menyusui.

Kesimpulan

Pentingnya kesadaran akan body image pada ibu pekerja sangat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Ketika ibu mampu menjaga persepsi positif terhadap tubuhnya, hambatan psikologis selama menyusui dapat lebih mudah diatasi.

Dampak body image terhadap pemberian ASI eksklusif tidak sebatas memengaruhi keputusan ibu, namun juga memberi implikasi jangka panjang pada kesehatan ibu dan anak. Oleh sebab itu, dukungan lingkungan dan informasi yang tepat menjadi pondasi penting dalam upaya mendorong praktik menyusui yang optimal.

(Reviewed by Sari Khairinisa S.Gz)

Baca juga: Cara Merawat Payudara saat Menyusui