Dampak Pemberian MPASI Terlalu Dini: Risiko Kesehatan dan Bahayanya untuk Bayi
Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemberian MPASI terlalu dini masih banyak terjadi di masyarakat, padahal praktik ini berdampak serius bagi bayi. Banyak orang tua kerap tergoda memberikan makanan pendamping sebelum waktunya tanpa tahu bahayanya bagi kesehatan si kecil. Memahami dampak pemberian MPASI terlalu dini adalah kunci agar bayi tumbuh sehat, optimal, dan terbebas dari risiko masalah kesehatan.
Pengertian MPASI dan Batasan Usia Ideal
MPASI atau makanan pendamping ASI adalah asupan selain ASI yang diberikan pada bayi setelah memasuki usia tertentu. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang mulai meningkat seiring pertambahan usia. Usia ideal pemberian MPASI ialah ketika bayi berusia 6 bulan.
Menurut jurnal Edukasi Pemberian MPASI Dini Sebagai Faktor Resiko Kejadian Stunting oleh WaOde Nurul Mutia, memperkenalkan MPASI sebelum bayi siap secara fisik dan sistem pencernaannya dapat menimbulkan risiko. Organ pencernaan bayi sebelum usia 6 bulan masih belum berkembang sempurna, sehingga optimalnya, pemberian MPASI dilakukan tepat waktu.
Apa yang Dimaksud Pemberian MPASI Terlalu Dini?
Pemberian MPASI terlalu dini merujuk pada praktok memperkenalkan makanan padat sebelum bayi berusia 6 bulan. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini, mulai dari ketidaktahuan, mitos keluarga, atau desakan lingkungan sekitar. Padahal, tubuh bayi belum sepenuhnya siap menerima makanan selain ASI atau susu formula di usia tersebut.
Orang tua kerap tergoda memperkenalkan MPASI dini karena mengira bayi rewel sebagai tanda lapar, padahal belum tentu demikian. Selain itu, tekanan sosial dan tradisi juga bisa membuat praktik ini terus dilestarikan. Namun, dampaknya justru bisa membahyakan bayi jika tidak sesuai dengan pedoman medis.
Baca juga: Hubungan Defisiensi Zinc dan Gangguan Pertumbuhan pada Anak
Dampak Negatif Pemberian MPASI Terlalu Dini pada Bayi
Risiko Stunting
Salah satu dampak terbesar yang wajib diwaspadai dari pemberian MPASI terlalu dini ialah risiko stunting. Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang menyebabkan tinggi badan anak menjadi lebih rendah dibandingkan usia sebayanya. Proses tumbuh kembang yang tidak optimal menjadi masalah serius dalam jangka panjang.
Menurut WaOde Nurul Mutia, memperkenalkan MPASI sebelum usia 6 bulan terbukti meningkatkan kemungkinan terjadinya stunting. Hal ini terjadi karena pencernaan bayi belum mampu menyerap nutrisi secara maksimal. Akibatnya, bayi bisa mengalami kekurangan gizi yang berdampak hingga dewasa.
Gangguan Pencernaan dan Diare
Gangguan pencernaan merupakan konsekuensi lain dari pemberian MPASI dini. Tubuh bayi belum memproduksi enzim yang cukup untuk mencerna makanan padat sebelum 6 bulan. Ketidaksiapan sistem pencernaan ini bisa meningkatkan risiko diare, sembelit, atau gangguan perut lainnya.
Berdasarkan penelitian Talitha Vindy Aristawati dalam Hubungan Pemberian MP-ASI Dini, Waktu, Jenis, dan Cara Pemberian MP-ASI dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 6–8 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu, ada hubungan jelas antara pemberian MPASI terlalu dini dengan meningkatnya kejadian diare pada bayi 6–8 bulan.
Infeksi saluran pencernaan ini bisa membuat bayi kehilangan cairan cukup banyak, yang pada akhirnya memicu dehidrasi dan berujung fatal jika tidak ditangani segera.
Gangguan Sistem Imun dan Nutrisi
Selain masalah tumbuh kembang dan pencernaan, pemberian MPASI terlalu dini juga mempengaruhi sistem imun bayi. Usia di bawah 6 bulan adalah fase penting imunitas berkembang. Memasukkan makanan padat terlalu awal berpotensi membawa kuman atau zat asing ke tubuh bayi, sehingga meningkatkan risiko infeksi dan alergi.
Tidak hanya itu, nutrisi yang tidak seimbang akibat MPASI dini bisa mengganggu asupan kebutuhan zat gizi penting. Bayi yang belum siap mencerna makanan padat berisiko mengalami malnutrisi, termasuk kekurangan vitamin dan mineral yang esensial bagi tumbuh-kembang optimal.
Perbandingan Dampak pada Bayi ASI dan Formula
Pemberian MPASI terlalu dini ternyata berdampak berbeda pada bayi yang mendapat ASI eksklusif dan bayi dengan susu formula. Bayi yang hanya minum ASI cenderung lebih terlindungi dari risiko infeksi maupun malnutrisi jika dibandingkan bayi dengan susu formula.
Dalam jurnal Health Impacts of Early Complementary Food Introduction Between Formula-fed and Breastfed Infants oleh Phyllis L.F. Rippey dkk., dijelaskan bahwa risiko kesehatan akibat MPASI dini lebih tinggi pada bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif. Sementara itu, bayi yang masih mengonsumsi ASI memiliki perlindungan alami berkat kandungan antibodi dalam ASI.
Cara Tepat Memulai MPASI: Rekomendasi dan Edukasi
Kapan Waktu yang Tepat Memulai MPASI?
Rekomendasi WHO dan banyak lembaga kesehatan di Indonesia menyebutkan, MPASI ideal diberikan saat bayi memasuki usia 6 bulan. Pada usia tersebut, pencernaan dan refleks menelan bayi sudah berkembang optimal untuk menerima makanan pendamping. Ciri bayi siap MPASI di antaranya sudah bisa duduk dengan menopang kepala dan tertarik pada makanan.
Jenis dan Cara Pemberian MPASI yang Aman
Selain waktu pemberian, pemilihan jenis makanan dan cara memperkenalkan MPASI juga sangat penting. Pilih bahan makanan segar, tekstur yang lembut, serta hindari tambahan gula, garam, dan bahan berbahaya. Makanan bisa diberikan secara bertahap, mulai dari satu jenis agar tubuh bayi mudah beradaptasi.
Memberikan makanan dengan tekstur bertahap, mulai dari bubur halus, lalu bergerak ke tekstur yang lebih padat sesuai pertumbuhan, juga harus diperhatikan. Kebersihan alat masak dan tangan menjadi kunci utama untuk mencegah infeksi.
Pentingnya Edukasi untuk Orang Tua
Penyuluhan dan edukasi terkait MPASI sangat penting demi menekan risiko pemberian terlalu dini. Dengan informasi yang benar, orang tua lebih mampu mengambil keputusan yang tepat bagi buah hati. Edukasi bisa diperoleh dari tenaga kesehatan atau sumber terpercaya, agar tidak terjebak pada mitos.
Menurut penelitian Talitha Vindy Aristawati yang telah disebutkan sebelumnya, sosialisasi dan pendampingan sangat berpengaruh dalam menekan angka kejadian diare maupun masalah lain akibat pemberian MPASI terlalu dini.
Kesimpulan
Memahami dampak pemberian MPASI terlalu dini adalah langkah awal untuk menekan risiko gangguan kesehatan pada bayi. Menunda pemberian MPASI sampai usia 6 bulan dan mengikuti anjuran medis terbukti memperkecil risiko stunting, diare, serta masalah gizi dan infeksi.
Selain waktu yang tepat, penting juga memperhatikan jenis makanan, kebersihan, dan mendapatkan edukasi dari tenaga kesehatan. Dengan langkah ini, tumbuh kembang anak akan berjalan optimal dan risiko penyakit bisa diminimalisir.
(Reviewed by Sari Khairinisa S.Gz)