Konten dari Pengguna

Diet Seng Tinggi: Fakta, Dampak, dan Panduan Berdasarkan Studi Ilmiah Terbaru

I

Info Gizi

Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tiram sebagai salah satu sumber tinggi seng (zinc). Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tiram sebagai salah satu sumber tinggi seng (zinc). Foto: Pexels.

Kebutuhan harian mineral dapat berbeda pada tiap orang, tetapi tren diet seng tinggi semakin banyak dilirik untuk alasan kebugaran dan daya tahan tubuh. Diet ini mengandalkan asupan seng dari makanan untuk mendukung fungsi vital organ. Namun, penting memahami fakta dan risikonya berdasarkan penemuan ilmiah terkini agar tidak salah langkah.

Apa Itu Diet Seng Tinggi?

Menurut Harvard Health Publishing dalam Zinc: What it does for the body, and the best food sources, seng (zinc) adalah mineral mikro yang penting untuk fungsi tubuh manusia yang optimal. Karena kita tidak dapat memproduksi seng dalam tubuh, kita harus mengonsumsinya dari asupan makanan. Diet seng tinggi mengacu pada pola makan yang memperbanyak konsumsi makanan sumber seng dibanding kebutuhan normal.

Manfaat Seng bagi Kesehatan Tubuh

Seng sangat penting untuk fungsi sistem kekebalan tubuh yang normal dan penyembuhan luka. Selain itu, menurut Harvard Health Publishing tubuh membutuhkan seng untuk pertumbuhan tulang dan produksi hormon

Temuan Studi Terkini: Dampak Diet Seng Tinggi pada Panjang Telomer Leukosit

Penelitian B. Xing dkk dalam High Dietary Zinc Intake Is Associated with Shorter Leukocyte Telomere Length, Mediated by Tumor Necrosis Factor-α mengulas hubungan asupan seng tinggi dengan kesehatan sel, khususnya telomer pada leukosit. Studi tersebut melibatkan orang dewasa dengan pola konsumsi seng yang bervariasi. Lewat analisis mendalam, hasilnya menyoroti ada kaitan antara kadar seng tinggi, zat pemicu inflamasi (TNF-α), dan perubahan pada telomer sel darah putih.

Penjelasan tentang Telomer dan Kesehatan Sel

Telomer adalah struktur pelindung di ujung DNA. Fungsinya menjaga stabilitas gen saat sel membelah. Panjang telomer biasanya dipakai sebagai indikator “usia” sel: telomer yang pendek menandakan risiko penuaan sel lebih cepat, dan erat hubungannya dengan kerentanan penyakit kronis.

Hubungan Seng, TNF-α, dan Panjang Telomer

Penelitian B. Xing dkk menemukan bahwa asupan seng tinggi ternyata berkaitan dengan pemendekan telomer leukosit, sebagian melalui peran TNF-α yang meningkat. Artinya, konsumsi seng berlebihan bisa memicu respons inflamasi yang mempengaruhi umur sel. Fenomena ini menunjukkan perlunya waspada pada pola makan dengan kandungan seng terlalu tinggi.

Rekomendasi Konsumsi Seng: Berapa Banyak yang Aman?

Meskipun tubuh membutuhkan seng dalam jumlah cukup, konsumsi berlebihan justru memicu efek samping. Menurut Harvard Health Publishing, risiko kelebihan seng meliputi sakit perut, sakit kepala, kram, mual, muntah, dan diare.

Batas Aman Konsumsi Seng

Setiap orang memiliki kebutuhan seng berbeda sesuai usia dan jenis kelamin. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia, angka kecukupan seng bagi orang dewasa berkisar antara 8 mg per hari untuk perempuan dan 11 mg per hari untuk laki-laki.

Sumber Makanan Kaya Seng

Seng banyak ditemukan dalam daging merah, makanan laut seperti tiram, ikan, dan udang. Selain itu, kacang-kacangan, biji-bijian, dan produk olahan susu juga bisa menjadi alternatif. Agar seimbang, disarankan mengombinasikan beberapa sumber agar kebutuhan harian terpenuhi tanpa berlebihan.

Kesimpulan: Memahami Batasan Diet Seng Tinggi

Diet seng tinggi memang memberikan sejumlah manfaat bagi daya tahan dan metabolisme tubuh. Namun, seperti yang dibahas dalam jurnal beberapa peneliti, pola makan dengan seng berlebih bisa berdampak pada kesehatan sel, termasuk pada pemendekan telomer melalui peningkatan zat pemicu inflamasi

Oleh karena itu, sangat penting mengatur asupan sesuai rekomendasi dan memilih sumber makanan bergizi seimbang. Jika tertarik mengadopsi diet seng tinggi, diskusikan dahulu dengan ahli gizi atau dokter agar terhindar dari risiko efek samping dan hasil yang kurang baik.

(Reviewed by Sari Khairinisa S.Gz)