Konten dari Pengguna

Jumlah Porsi MPASI Harian Sesuai Usia Bayi: Panduan Lengkap dari Kemenkes

I

Info Gizi

Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bayi dan Ibu Menyusui. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bayi dan Ibu Menyusui. Foto: Pexels.

Memastikan jumlah porsi MPASI harian sesuai usia bayi menjadi langkah krusial untuk mendukung pertumbuhan optimal si kecil. Setiap usia memiliki kebutuhan porsi makan yang berbeda, sehingga pemahaman tentang panduannya amat penting bagi para orang tua. Artikel berikut merangkum strategi porsi MPASI harian bagi bayi, berdasarkan rujukan resmi Kementerian Kesehatan.

Pentingnya Menyesuaikan Porsi MPASI dengan Usia Bayi

Memberikan MPASI dengan porsi yang tepat harus menyesuaikan perkembangan fisik dan kemampuan makan bayi. Usia bayi menjadi pertimbangan utama agar asupan gizi dapat terserap maksimal dan tidak memberatkan saluran cerna mereka. Selain itu, porsi yang sesuai membantu membangun kebiasaan makan yang sehat sejak dini.

Kenapa Porsi MPASI Harus Disesuaikan?

Setiap fase pertumbuhan bayi punya kebutuhan energi dan zat gizi yang berubah. Oleh karena itu, penyesuaian porsi dan frekuensi makan perlu dilakukan agar bayi tidak kekurangan nutrisi, tetapi juga tidak kelebihan makan. Dengan cara ini, pola makan sehat pun lebih mudah tercipta seiring perkembangan bayi.

Manfaat MPASI dengan Porsi Tepat

Menyajikan MPASI dengan porsi yang dianjurkan bermanfaat membantu bayi tumbuh sesuai grafik pertumbuhan. Selain itu, kecukupan makan juga membangun sistem imun yang baik dan mencegah risiko gizi kurang maupun obesitas di kemudian hari.

Menurut panduan Kementrian Kesehatan dalam Pedoman Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), bayi membutuhkan jumlah porsi MPASI harian yang berbeda sesuai fase usianya. Panduan tersebut didasarkan pada kebutuhan gizi dan daya makan bayi di tiap tahap perkembangan.

Baca juga: Tanda Kesiapan Bayi untuk Mulai Makan MPASI Menurut Kementerian Kesehatan

Panduan Jumlah Porsi MPASI Harian Berdasarkan Usia

Setiap tahap umur bayi memerlukan penyesuaian jumlah porsi MPASI harian. Berikut ini ringkasan panduan yang bisa diikuti orang tua dalam merancang menu MPASI.

Usia 6–8 Bulan

Frekuensi & Jumlah Saji Setiap Kali Makan

Pada usia ini, MPASI diberikan 2–3 kali makan utama serta 1–2 kali makanan selingan setiap hari. Satu porsi makan utama setara sekitar 2–3 sendok makan penuh atau lebih, kemudian dapat ditingkatkan secara bertahap menyesuaikan nafsu makan dan kesiapan bayi menerima makanan selain ASI.

Contoh Menu dan Porsinya

Menu MPASI bisa berupa bubur saring, pure buah, kentang tumbuk, serta lauk hewani bertekstur halus. Pastikan tekstur lembut dan mudah ditelan untuk menghindari risiko tersedak.

Usia 9–11 Bulan

Frekuensi & Jumlah Saji Setiap Kali Makan

Memasuki bulan ke-9 hingga 11, jumlah MPASI harian meningkat menjadi 3–4 kali makan utama ditambah 1–2 kali selingan. Satu porsi makan sekitar setengah hingga dua pertiga mangkuk ukuran bayi, dengan tekstur makanan lebih kasar tapi tetap mudah dikunyah.

Contoh Menu dan Porsinya

Variasi menu bisa meliputi bubur tim kasar, potongan sayuran lunak, telur rebus, dan makanan keluarga yang diolah tanpa bumbu tajam. Anak mulai diperkenalkan rasa dan tekstur baru untuk menstimulasi sensori makannya.

Usia 12–23 Bulan

Frekuensi & Jumlah Saji Setiap Kali Makan

Setelah usia satu tahun, anak dianjurkan makan 3–4 kali sehari plus 1–2 kali selingan, dengan porsi makin menyerupai makanan keluarga. Sekali makan utama, porsinya mencapai tiga perempat hingga satu mangkuk ukuran anak.

Contoh Menu dan Porsinya

Menu bisa berupa nasi tim, lauk hewani, sayur cincang, tahu, tempe, serta camilan sehat, misalnya buah potong atau biskuit tanpa gula. Tekstur makanan disesuaikan agar anak makin terbiasa mengunyah.

Tips Praktis Menakar dan Menyajikan Porsi MPASI

Selain mengikuti panduan, ada beberapa siasat yang dapat membantu orang tua menakar porsi MPASI harian sesuai usia bayi.

Cara Mudah Menakar Porsi Sesuai Usia

Gunakan sendok makan, mangkuk takar, atau alat ukur sederhana untuk menyesuaikan jumlah makanan. Perhatikan juga tanda bayi kenyang, seperti menutup mulut atau menolak suapan berikutnya.

Tanda Bayi Cukup atau Kurang Makan

Bayi yang cukup makan biasanya tampak puas setelah makan, pertumbuhan berat badan stabil, dan jarang rewel. Jika sering tampak lapar atau berat badan sulit naik, porsi mungkin masih perlu ditambah.

Kesalahan Umum dalam Memberi Porsi MPASI

Beberapa orang tua sering memaksa anak menghabiskan porsi atau justru memberi terlalu sedikit. Padahal, kepekaan pada sinyal kenyang atau lapar bayi menjadi kunci pemberian makan yang efektif.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, panduan PMBA Kemenkes menekankan pentingnya memperhatikan respons bayi terhadap makanan dan menyesuaikan porsi berdasarkan sinyal yang diberikan.

Pertanyaan Seputar Jumlah Porsi MPASI Harian

Apakah Porsi MPASI Harus Dipaksa Habis?

Sebaiknya jangan memaksa bayi menghabiskan makanan jika sudah kenyang. Memperhatikan tanda kenyang membantu anak belajar mengatur makanannya sejak dini.

Bagaimana Jika Bayi Menolak Makan?

Saat bayi menolak makan, coba tawarkan jenis makanan atau tekstur yang berbeda. Jika penolakan berlanjut, evaluasi kesehatan dan konsultasikan ke tenaga kesehatan.

Kapan Harus Menambah atau Mengurangi Porsi?

Porsi MPASI dapat ditambah jika bayi tampak lapar atau berat badan naik kurang optimal. Sebaliknya, jika bayi sering muntah atau rewel sesudah makan, porsi sebaiknya dievaluasi lagi.

Kesimpulan dan Rangkuman Panduan Porsi MPASI

Jumlah porsi MPASI harian sesuai usia bayi mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal anak. Pedoman yang dikeluarkan Kemenkes membantu orang tua menentukan kapan dan berapa banyak makanan diberikan pada setiap tahap usia.

Konsistensi dalam menerapkan porsi MPASI ini, serta evaluasi rutin terhadap respons bayi, menjadi kunci untuk menciptakan pola makan sehat di tahun pertama kehidupan si kecil.

(Reviewed by Sari Khairinisa S.Gz)