Label Gizi dan Pengaruhnya Terhadap Perilaku Belanja Konsumen
Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Label gizi kini semakin mudah ditemui pada berbagai produk makanan, baik di supermarket maupun minimarket. Melalui label ini, konsumen dapat menilai kandungan kalori, gula, lemak, dan zat gizi lain sebelum membeli.
Namun, tidak semua orang memperhatikan ataupun memahami informasi tersebut. Lalu, bagaimana sebenarnya label gizi memengaruhi perilaku belanja konsumen di Indonesia?
Pengertian Label Gizi dan Fungsinya
Label gizi adalah informasi mengenai kandungan zat gizi pada suatu produk makanan yang dicantumkan pada kemasannya. Informasi ini memberikan gambaran ringkas mengenai zat gizi yang terdapat dalam satu takaran saji.
Menurut jurnal Hubungan Pengetahuan Label Gizi dengan Perilaku Pembelian Produk Makanan Olahan di Kalangan Mahasiswa Universitas Brawijaya Non Gizi karya Radhifa Yusty Amy (2022), label gizi berfungsi sebagai media edukasi untuk membantu konsumen memilih makanan dengan kandungan zat gizi yang lebih tepat.
Apa Itu Label Gizi?
Label gizi disusun berdasarkan data zat gizi aktual dari bahan dan proses pembuatan produk. Biasanya meliputi keterangan jumlah energi, protein, karbohidrat, gula, lemak, vitamin, dan mineral per porsi. Label ini dibuat agar pembeli bisa langsung menilai kandungan dari makanan yang akan dikonsumsi.
Fungsi dan Tujuan Pencantuman Label Gizi pada Produk Makanan
Tujuan utama pencantuman label gizi pada makanan adalah meningkatkan kesadaran konsumen tentang kandungan makanan. Selain itu, label gizi juga memfasilitasi pembeli dalam membandingkan produk satu dengan lainnya. Hal ini sangat membantu bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus seperti penderita diabetes atau sedang menjalani diet.
Baca juga: Pentingnya Informasi Kalori dalam Label Gizi Bagi Konsumen Indonesia
Tingkat Pengetahuan Konsumen Tentang Label Gizi
Pengetahuan konsumen tentang label gizi sangat bervariasi, bergantung pada latar belakang pendidikan, usia, hingga kebiasaan membaca informasi produk. Tak sedikit masyarakat yang merasa label gizi masih sulit dipahami, atau bahkan jarang memperhatikannya ketika belanja.
Studi Kasus: Pengetahuan Mahasiswa Non Gizi Universitas Brawijaya
Studi yang dilakukan oleh Radhifa Yusty Amy menunjukkan banyak mahasiswa non gizi belum mampu memahami label gizi secara optimal. Padahal, kelompok usia ini sering membeli makanan siap saji atau kemasan. Rendahnya tingkat literasi gizi menjadi faktor penyebab utama.
Faktor yang Memengaruhi Pemahaman Konsumen Terhadap Label Gizi
Beberapa faktor yang memengaruhi pemahaman antara lain pendidikan, minat terhadap kesehatan, serta pengalaman belanja. Konsumen yang sudah terbiasa membaca label gizi umumnya lebih selektif saat menentukan pilihan produk.
Di sisi lain, keterbatasan waktu dan kurangnya edukasi dari pihak produsen juga ikut berpengaruh. Label gizi yang disusun dengan istilah yang terlalu teknis justru akan membuat konsumen abai.
Pengaruh Label Gizi Terhadap Perilaku Belanja Konsumen
Kehadiran label gizi terbukti berperan dalam keputusan pembelian. Semakin konsumen paham tentang arti dari kandungan zat gizi, semakin besar kemungkinan mereka memilih produk yang lebih sehat.
Bagaimana Label Gizi Mempengaruhi Keputusan Pembelian?
Label gizi dapat memengaruhi perilaku konsumen dengan memberi informasi praktis mengenai kandungan suatu produk. Seseorang yang sedang membatasi konsumsi gula atau lemak bisa langsung membandingkan label gizi antarmerek sebelum memutuskan. Kebiasaan ini menjadikan konsumen lebih cermat bukan hanya melihat kemasan atau promosi, tapi juga isi zat gizinya.
Hasil Studi Cross-National: Perbedaan Persepsi dan Perilaku Konsumen
Dalam jurnal The Impact of Food Nutrition Labels on Consumer Behavior: A Cross-national Survey and Quantitative Analysis oleh Xiaoying Wang, dijelaskan bahwa penggunaan label gizi secara aktif masih terkendala pemahaman dan motivasi tiap individu.
Penelitian lintas negara tersebut menunjukkan, informasi seperti kandungan kalori, lemak, dan gula dapat membantu konsumen membuat keputusan yang lebih rasional, sehingga mendorong sebagian konsumen untuk memilih produk dengan kandungan gizi yang lebih sehat.
Persepsi dan Kebiasaan Membaca Label Gizi pada Konsumen Muda
Menurut jurnal Persepsi dan Perilaku Membaca Label Pangan dan Informasi Gizi pada Siswa SMK Wijaya Kusuma oleh Lulu’ul Badriyah, kebiasaan membaca label gizi pada remaja masih tergolong rendah.
Sebagian besar siswa memiliki pengetahuan dan kemampuan membaca label yang kurang, sehingga penggunaan label gizi sebagai acuan pembelian cenderung hanya dilakukan sesekali, bukan menjadi kebiasaan rutin.
Tantangan dan Upaya Meningkatkan Kesadaran Membaca Label Gizi
Meski label gizi sudah tertera jelas, tidak sedikit orang masih sulit memahaminya. Upaya untuk meningkatkan literasi gizi pun terus dilakukan lewat berbagai strategi.
Kendala yang Dihadapi Konsumen dalam Memahami Label Gizi
Kendala paling umum muncul dari tata letak label yang kadang terlalu kecil atau penuh istilah rumit. Banyak konsumen merasa isi label kurang relevan atau susah diinterpretasikan sehingga mereka memilih mengabaikan.
Strategi Edukasi dan Penyederhanaan Informasi Gizi
Agar informasi gizi lebih mudah dimengerti, diperlukan edukasi secara intensif melalui sekolah ataupun promosi dari pemerintah dan produsen. Penyederhanaan format label juga menjadi salah satu solusi agar informasi penting bisa lebih mudan dan cepat dicerna konsumen awam. Cara ini diharapkan mampu mendorong kebiasaan membaca label sebelum membeli.
Penutup
Label gizi dan pengaruhnya terhadap perilaku belanja konsumen tidak bisa dipisahkan dari perkembangan gaya hidup sehat di masyarakat. Meski pemahaman label gizi belum sepenuhnya merata, keberadaan label tetap menjadi alat penting bagi konsumen untuk memilih makanan yang sesuai kebutuhan.
Ke depannya, penyederhanaan informasi dan edukasi publik perlu digalakkan agar label gizi benar-benar berperan dalam membentuk perilaku belanja yang bijak.