Konten dari Pengguna

Panduan Menyusui Bayi Lahir Prematur agar Nutrisi Terpenuhi

I

Info Gizi

Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ibu menyusui dengan bayi lahir prematur. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menyusui dengan bayi lahir prematur. Foto: Pexels.

Menyusui bayi lahir prematur membutuhkan strategi khusus agar tumbuh kembang bayi tetap optimal sejak hari pertama. Setiap tahapan pemberian ASI berperan penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, memperkuat daya tahan tubuh, hingga mempercepat proses penyembuhan. Pemahaman terhadap tantangan dan cara yang tepat akan membantu ibu memberikan yang terbaik untuk si kecil.

Pentingnya ASI untuk Bayi Lahir Prematur

Menyusui bayi lahir prematur sangat penting untuk menunjang pertumbuhan sekaligus mencegah risiko infeksi. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASI ibu yang melahirkan prematur secara alami menyesuaikan kebutuhan bayinya mengandung lebih banyak protein, natrium, dan imunoglobulin yang sangat dibutuhkan bayi prematur.

Manfaat ASI bagi Kesehatan Bayi Prematur

ASI memberikan nutrisi yang sesuai untuk sistem tubuh bayi yang masih lemah. Selain itu, kandungan zat kekebalan dalam ASI berperan penting dalam melindungi bayi dari berbagai penyakit dan infeksi yang rawan dialami bayi prematur.

Kandungan ASI pada Ibu dengan Bayi Prematur

ASI pada ibu dengan bayi lahir prematur mengandung kadar protein dan zat gizi lain yang lebih tinggi. Hal ini sangat membantu mempercepat pertumbuhan organ dan daya tahan tubuh bayi pada masa awal kehidupannya.

Tantangan Menyusui Bayi Prematur

Terdapat sejumlah hambatan yang sering dihadapi saat memberikan ASI pada bayi lahir prematur. Tantangan ini umumnya meliputi kondisi fisik bayi hingga kesiapan lingkungan sekitar.

Hambatan Fisik dan Medis

Bayi prematur kadang belum memiliki kekuatan mengisap langsung dari payudara. Ada juga risiko fungsi pencernaan maupun pernapasan yang belum sempurna, sehingga membutuhkan pendekatan berbeda dibanding bayi cukup bulan.

Peran Dukungan Keluarga dan Tenaga Kesehatan

Seperti yang dijelaskan oleh Melia Dwi Yitna Putri dkk dalam Pemberian ASI pada Bayi dengan Kelahiran Prematur, dukungan dari keluarga serta tenaga medis sangat diperlukan untuk menunjang proses menyusui. Tenaga kesehatan biasanya membantu ibu memilih teknik yang tepat sekaligus memberikan dorongan mental agar ibu tetap termotivasi.

Cara dan Teknik Memberikan ASI pada Bayi Prematur

Memilih cara menyusui menjadi langkah vital, karena kemampuan bayi prematur dalam mengisap dan menelan masih terbatas. Oleh sebab itu, metode pemberian ASI perlu disesuaikan dengan kondisi bayi.

Metode Pemberian ASI

Bila bayi belum mampu menyusu langsung, ASI bisa diberikan lewat sendok kecil, cup, pipet, atau alat bernama sonde. Pendekatan ini bertujuan memastikan nutrisi tetap terserap walaupun bayi belum bisa mengisap dengan optimal.

Waktu dan Frekuensi Pemberian ASI

ASI perlu diberikan secara berkala dan teratur biasanya tiap 2–3 jam, baik siang maupun malam, agar asupan kalori dan cairan bayi tercukupi demi menunjang pertumbuhan.

Tips Sukses Menyusui Bayi Prematur

Konsistensi ibu memompa ASI dan menjaga kesehatan tubuh sangat mendukung kesuksesan menyusui bayi prematur. Berikut beberapa kiat praktis yang bisa diterapkan:

  • Memompa ASI secara teratur

  • Menjaga nutrisi dan hidrasi tubuh

  • Konsultasi rutin dengan tenaga kesehatan untuk pemantauan

Kesimpulan

Menyusui bayi prematur menuntut perhatian dan ketekunan, baik dari sisi teknik maupun dukungan lingkungan sekitar. Kesadaran akan pentingnya ASI dan kesiapan menghadapi tantangan dapat membantu ibu memberikan perawatan terbaik. Dengan strategi yang tepat, bayi prematur berpeluang tumbuh sehat dan kuat sejak awal kehidupannya.

(Reviewed by Sari Khairinisa S.Gz)

Baca juga: Bayi Prematur Perlu Diberi Empeng di Awal Lahir, Apa Tujuannya?