Konten dari Pengguna

Panduan Tekstur Makanan MPASI Berdasarkan Usia: Rekomendasi dari Kemenkes

I

Info Gizi

Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bayi dalam periode MPASI. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bayi dalam periode MPASI. Foto: Pexels.

Panduan tekstur makanan MPASI berdasarkan usia sangat membantu orang tua memahami perkembangan makan anak sejak pertama kali diperkenalkan makanan pendamping ASI.

Selain memberikan variasi rasa, perubahan tekstur pada tiap tahap usia membantu melatih kemampuan makan dan keterampilan mengunyah anak secara bertahap. Adanya acuan resmi dari Kementerian Kesehatan membuat proses mengenalkan MPASI menjadi lebih terarah dan aman.

Pentingnya Memperhatikan Tekstur Makanan MPASI Sesuai Usia

Dalam setiap tahap usia bayi, tekstur makanan MPASI memiliki peran yang berbeda-beda. Penyesuaian tekstur penting agar anak terlatih menerima berbagai jenis rasa dan bentuk makanan

Menurut Kementerian Kesehatan dalam buku Pedoman Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), pengenalan tekstur bertahap juga merupakan bagian dari stimulasi untuk membantu perkembangan kemampuan oromotor anak.

Mengapa Tekstur MPASI Harus Disesuaikan?

Perubahan tekstur makanan pada MPASI diatur berdasarkan pertumbuhan dan perkembangan kemampuan makan anak. Setiap perubahan bertujuan agar si kecil dapat belajar mengenali, mengunyah, dan menelan makanan secara bertahap. Bila tekstur MPASI sesuai usianya, risiko tersedak dapat diminimalisir.

Dampak Memberikan Tekstur yang Tidak Sesuai Usia

Memberikan makanan terlalu lunak atau justru terlalu kasar di luar tahapan usianya bisa memengaruhi keterampilan makan anak. Anak yang terlambat dikenalkan tekstur akan cenderung lebih pilih-pilih makanan. Sementara, anak yang diberikan makanan dengan tekstur terlalu kasar sebelum waktunya berisiko sulit makan atau tersedak.

Baca juga: Manfaat ASI Eksklusif terhadap Daya Tahan Tubuh Bayi: Fakta & Penjelasan Ilmiah

Tahapan Tekstur Makanan MPASI Berdasarkan Usia Anak

Setiap usia anak membutuhkan perubahan tekstur secara perlahan. Pada usia 6 bulan, anak mulai mendapatkan makanan lumat hingga akhirnya beradaptasi dengan makanan keluarga setelah berusia satu tahun. Proses pengenalan tekstur yang tepat bermanfaat untuk perkembangan gizi dan kemampuan motorik makan anak.

Usia 6 Bulan: Makanan Lumat Halus

Pada tahap ini, MPASI yang diberikan memiliki tekstur sangat lembut, mudah ditelan, dan sedikit kental. Makanan bisa berupa bubur saring, pure buah, atau sayur yang dihaluskan. Cara menyiapkannya cukup dengan menumbuk atau memblender bahan makanan sampai halus untuk membantu bayi menelan dengan aman.

Usia 7-8 Bulan: Makanan Lumat Kental hingga Cincang Kasar

Seiring pertumbuhan, makanan anak mulai lebih kental dan agak kasar. Bentuknya bisa berupa bubur tim, nasi tim kental, atau daging cincang. Tahapan ini mengajak anak mencoba gerakan mengunyah sekaligus mengenalkan makanan dengan tekstur berbeda.

Usia 9-11 Bulan: Makanan Cincang Kasar atau Finger Food

Saat anak menunjukkan kemampuan menggigit dan mengambil makanan sendiri, tekstur makanan bisa lebih bervariasi, seperti lauk cincang kasar atau finger food. Orang tua dapat memberikan potongan sayuran kukus, buah potong, atau lauk yang mudah digenggam. Pastikan makanan mudah dikunyah agar anak tetap nyaman saat makan.

Usia 12 Bulan ke Atas: Makanan Keluarga

Pada umur satu tahun, anak siap makan makanan keluarga. Tekstur makanan boleh disamakan dengan yang dimakan anggota keluarga lain, namun tetap pastikan tidak terlalu keras atau pedas. Potong makanan dalam ukuran kecil dan perhatikan keamanan bahan yang digunakan.

Tips Sukses Mengenalkan Tekstur MPASI pada Setiap Tahap Usia

Beradaptasi dengan tekstur baru bisa menjadi tantangan. Oleh karenanya, strategi sederhana dan pengamatan ketat krusial pada setiap tahap.

Cara Mengamati Respons dan Kesiapan Anak

Perhatikan apakah anak membuka mulut, mengunyah dengan baik, atau mendorong makanan keluar. Respons seperti batuk, tersedak, atau menolak makanan bisa menjadi tanda bahwa tekstur belum sesuai.

Tips Mengatasi Anak yang Sulit Menerima Tekstur Baru

Mulai dari tekstur yang sudah dikenali, lalu secara bertahap tambahkan kekasaran sedikit demi sedikit. Berikan contoh makan bersama dan ajak anak berinteraksi dengan makanan agar muncul minat mencoba.

Frekuensi dan Porsi Makan Sesuai Usia

Seiring bertambahnya usia, frekuensi makan bertahap meningkat. Menurut Kementrian Kesehatan, pada usia 6 bulan anak makan 2-3 kali dalam sehari, lalu bertambah menjadi 3-4 kali setelah usia 9 bulan. Orang tua juga bisa menambah makanan selingan sesuai kebutuhan dan kesiapan anak.

Kesimpulan dan Rekomendasi dari Kementerian Kesehatan

Panduan tekstur makanan MPASI berdasarkan usia sangat membantu memastikan anak tumbuh optimal sekaligus terhindar dari gangguan makan. Kemenkes menyatakan bahwa pemberian makanan dengan perubahan tekstur bertahap sesuai usia sangat dianjurkan demi melatih keterampilan makan anak.

Panduan Praktis untuk Orang Tua dalam Memilih Tekstur MPASI

Ikuti tahapan tekstur makanan MPASI sesuai usia anak, mulai dari lumat halus hingga makanan keluarga. Perhatikan respons individual si kecil dan lakukan evaluasi setiap kali mengganti tekstur, agar anak siap menerima ragam makanan pada masa tumbuh kembangnya.

(Reviewed by Sari Khairinisa S.Gz)