Konten dari Pengguna

Pengaruh Pandemi COVID-19 terhadap Kebiasaan Makan Remaja

I

Info Gizi

Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kebiasaan Makan Remaja. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kebiasaan Makan Remaja. Foto: Pexels.

Pandemi COVID-19 membawa perubahan besar pada kehidupan remaja, terutama dalam urusan makanan. Banyak kebiasaan makan yang bergeser selama masa pembatasan sosial, sehingga pengaruh pandemi COVID-19 terhadap kebiasaan makan remaja menjadi perhatian khusus berbagai pihak. Artikel ini membahas perubahan pola makan remaja akibat pandemi, penyebabnya, serta risiko jangka panjang bagi kesehatan mereka.

Pandemi COVID-19 dan Perubahan Gaya Hidup

Pandemi COVID-19 membuat kebiasaan sehari-hari banyak berubah. Adaptasi terjadi di semua lini, termasuk pada pola konsumsi makanan. Menurut jurnal Farzad Pourghazi dkk dalam Eating habits of children and adolescents during the COVID-19 era, perubahan gaya hidup dan pola makan remaja selama pandemi dipengaruhi oleh pembatasan aktivitas di luar rumah.

Karantina selama Pandemi

Karantina membuat aktivitas masyarakat, khususnya remaja, jadi lebih banyak dilakukan di rumah. Situasi ini mengurangi interaksi sosial langsung dan membatasi akses ke aktivitas fisik di luar ruangan.

Remaja sebagai Populasi Rentan

Remaja dikenal sedang mengalami masa pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan gizi seimbang. Sayangnya, mereka juga rentan terhadap perubahan perilaku makan akibat tekanan psikologis dan perubahan lingkungan.

Dampak Pandemi pada Kebiasaan Makan Remaja

Perubahan pola makan menjadi fenomena yang nyata di masa pandemi COVID-19. Kebiasaan baru muncul, baik dari segi jenis maupun jumlah makanan yang dikonsumsi.

Perubahan Pola Konsumsi Makanan

Meningkatnya Konsumsi Camilan dan Makanan Ultra-Proses

Banyak remaja lebih sering mengonsumsi camilan tinggi gula, garam, dan lemak. Makanan instan serta produk kemasan menjadi pilihan karena praktis dan mudah ditemukan di rumah.

Penurunan Konsumsi Buah dan Sayur

Masalah lain yang muncul adalah berkurangnya konsumsi buah serta sayuran segar. Keterbatasan mobilitas dan akses pasar membuat makanan sehat jarang masuk daftar konsumsi harian.

Faktor Penyebab Perubahan Kebiasaan Makan

Pembatasan Sosial dan Aktivitas Fisik

Aktivitas di rumah saja membatasi ruang gerak remaja. Hal ini juga mengurangi pembakaran energi sehingga keinginan untuk makan camilan lebih sering muncul.

Stres, Kecemasan, dan Pengaruh Lingkungan Rumah

Tekanan akibat pembelajaran daring, kekhawatiran soal pandemi, dan perubahan rutinitas memberikan dampak pada pola makan. Menurut Farzad Pourghazi dkk, pembatasan aktivitas sosial dan meningkatnya waktu di rumah berkontribusi pada perubahan kebiasaan makan remaja.

Implikasi Jangka Panjang terhadap Kesehatan Remaja

Dampak perubahan kebiasaan makan selama pandemi dapat menimbulkan masalah kesehatan jika tidak ditangani dengan baik.

Risiko Masalah Gizi dan Kesehatan

Potensi Obesitas dan Gangguan Makan

Asupan makanan tidak seimbang dan konsumsi berlebih camilan berisiko menyebabkan berat badan naik signifikan. Sementara itu, kurangnya konsumsi makanan bergizi menimbulkan gangguan gizi tertentu.

Dampak terhadap Kesehatan Mental

Polanya, stres kronis dan pola makan buruk bisa memperparah masalah psikologis, termasuk depresi dan kecemasan di kalangan remaja.

Peran Keluarga dan Lingkungan

Strategi Intervensi Keluarga

Keluarga bisa menjadi penggerak perubahan. Menyediakan makanan sehat dan mengatur jadwal makan lebih teratur membantu remaja mengembangkan kebiasaan makan yang lebih baik.

Pentingnya Edukasi Nutrisi sejak Dini

Penanaman edukasi nutrisi secara konsisten dibutuhkan agar remaja lebih sadar akan pentingnya gizi dan kesehatan jangka panjang.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Pengaruh pandemi COVID-19 terhadap kebiasaan makan remaja menimbulkan perubahan perilaku yang cukup signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, dari kurang gizi hingga berat badan berlebih.

Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga perlu memberikan dukungan dengan menyediakan pilihan makanan bernutrisi dan menciptakan lingkungan rumah yang sehat. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, studi Farzad Pourghazi dkk menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membentuk pola makan sehat di masa pandemi maupun setelah pandemi.

(Reviewed by Sari Khairinisa S.Gz)

Baca juga: Pengaruh Akses Bahan Pangan terhadap Pola Makan Keluarga di Masa Pandemi