Perbedaan ASI Eksklusif dengan Pemberian Susu Formula
Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemilihan antara ASI eksklusif dan susu formula memberi dampak besar bagi kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Banyak orang tua di Indonesia masih perlu memahami sisi gizi dan risiko dari masing-masing pilihan ini.
Dalam jurnal Perbandingan Pemberian Asi Dan Pemberian Susu Formula Terhadap Pertumbuhan Bayi Baru Lahir Di Rsud Merauke Tahun 2023 oleh Yenny dkk., disebutkan bahwa pemberian ASI eksklusif berhubungan erat dengan pertumbuhan optimal bayi.
Sedangkan, pemberian susu formula memiliki implikasi yang perlu diperhatikan. Meski demikian, susu formula bisa menjadi alternatif dalam kondisi tertentu.
Definisi ASI Eksklusif dan Susu Formula
Apa Itu ASI Eksklusif
ASI eksklusif adalah pemberian air susu ibu tanpa tambahan makanan atau minuman lain untuk bayi sejak lahir sampai usia enam bulan. Selama periode ini, bayi mendapatkan gizi dan imunitas hanya dari ASI, tanpa air putih ataupun jus. Cara ini banyak direkomendasikan dokter dan organisasi kesehatan untuk mendukung perkembangan bayi.
Apa Itu Susu Formula
Susu formula merupakan produk olahan berbahan dasar susu sapi atau nabati yang diformulasikan khusus untuk kebutuhan bayi. Produk ini tersedia dalam berbagai merek dan biasanya menjadi alternatif ketika pemberian ASI eksklusif tidak memungkinkan. Susu formula dipilih sebagian orang tua karena alasan medis, produksi ASI yang rendah, atau preferensi pribadi.
Baca juga: Apa Itu ASI Eksklusif dan Berapa Lama Pemberiannya yang Dianjurkan
Perbedaan Kandungan Gizi ASI Eksklusif dan Susu Formula
Komposisi Gizi ASI
ASI mengandung keseimbangan zat gizi seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, serta mineral dan zat imun (imunoglobulin). Kandungan ini mudah dicerna dan sesuai kebutuhan pertumbuhan bayi serta dapat berubah menyesuaikan umur bayi. Tak hanya gizi, ASI juga mengandung antibodi sebagai perlindungan alami pada bayi.
Komposisi Gizi Susu Formula
Susu formula dibuat agar menyerupai ASI, tetapi sebenarnya komposisi utamanya adalah protein dan lemak hewani atau nabati, vitamin dan mineral tambahan, serta gula.
Meski gizi susu formula lengkap, produk ini tidak dapat meningkatkan imunitas tubuh bayi dengan baik. Itu sebabnya bayi yang mengonsumsi susu formula cenderung memiliki sistem imun yang berbeda dibandingkan penerima ASI eksklusif.
Dampak ASI Eksklusif dan Susu Formula terhadap Pertumbuhan Bayi
Bayi yang memperoleh ASI eksklusif cenderung memiliki pertambahan berat dan panjang badan yang lebih stabil. Berbeda dengan bayi yang mendapatkan susu formula, yang pertumbuhan berat badannya lebih fluktuatif.
Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, misalnya cara pencernaan dan ketersediaan zat bioaktif dalam ASI. Selain itu, risiko kekurangan zat gizi mikro pada bayi penerima susu formula perlu diwaspadai jika penyajian atau dosis tidak sesuai anjuran.
Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif dan Susu Formula terhadap Risiko Diare
Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Ranotana Weru
Dalam jurnal Perbedaan Pemberian ASI Eksklusif dan Susu Formula terhadap Kejadian Diare pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ranotana Weru oleh Frindi Maki dkk., dijelaskan bahwa bayi yang tidak menerima ASI eksklusif lebih berisiko terkena diare.
Itu karena ASI memiliki berbagai kandungan alami yang mampu melindungi bayi terhadap infeksi. Sedangkan, susu formula kadang terkontaminasi jika proses penyusunan tidak steril.
Analisis Risiko Kesehatan Lainnya
Risiko lain yang bisa muncul saat bayi mengonsumsi susu formula adalah alergi protein susu sapi dan masalah pencernaan seperti konstipasi. Sementara itu, bayi dengan ASI eksklusif lebih jarang mengalami infeksi serta lebih terlindungi dari risiko alergi makanan pada fase awal hidup bayi. Meski demikian, setiap bayi bisa saja memiliki respons berbeda, tergantung faktor lingkungan hingga genetik.
Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Pemberian ASI atau Susu Formula
Medis, Psikologis, dan Sosial
Pilihan pemberian ASI eksklusif atau susu formula sering kali dipengaruhi faktor medis seperti penyakit kronis atau kebutuhan khusus bayi. Selain itu, tekanan psikologis dan dukungan lingkungan juga menentukan keberhasilan pemberian ASI. Beberapa orang tua memilih susu formula karena merasa tidak mampu menyusui atau berpikir prosesnya terlalu berat.
Pertimbangan Praktis dan Ekonomi
Faktor praktis seperti kemudahan mendapatkan susu formula, pekerjaan ibu, hingga keterbatasan cuti melahirkan menjadi pertimbangan lain. Secara ekonomi, ASI memang lebih ekonomis karena gratis, berbeda dengan biaya susu formula yang relatif mahal. Kemudahan akses dan kemampuan merawat bayi juga sering menjadi alasan utama dalam pengambilan keputusan.
Rekomendasi dan Kesimpulan
Rekomendasi Pemberian Makanan Bayi
Merujuk pedoman Ikatan Dokter Anak Indonesia dan Kementrian Kesehetan, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan tetap menjadi rekomendasi utama. Jika memang tidak memungkinkan, disarankan untuk konsultasi ke dokter anak untuk menentukan formula yang paling sesuai dengan kebutuhan bayi. Kebersihan dan cara penyajian susu formula juga harus benar-benar diperhatikan guna mencegah penyakit.
Kesimpulan Utama
ASI eksklusif memiliki kandungan zat-zat yang yang dapat memperkuat sistem imun bayi, mempercepat pertumbuhan bayi, dan mengurangi risiko penyakit seperti diare.
Sementara itu, susu formula dapat dijadikan alternatif, namun tetap perlu perhatian khusus pada cara pemberian dan faktor kebersihan agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan.