Risiko Obesitas Remaja Akibat Gaya Hidup Sedentari
Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Obesitas pada remaja sering kali berkaitan dengan kebiasaan duduk terlalu lama dan minimnya aktivitas fisik. Gaya hidup sedentari semakin sering dijumpai, terutama di kalangan pelajar yang banyak menghabiskan waktu di depan layar. Jika dibiarkan, hal ini dapat membawa dampak serius bagi kesehatan jangka panjang.
Pengertian Obesitas Remaja dan Gaya Hidup Sedentari
Obesitas remaja adalah kondisi di mana indeks massa tubuh (IMT) melebihi batas normal untuk usia dan tinggi badan. Gaya hidup sedentari mengacu pada aktivitas yang lebih banyak diam seperti duduk, menonton TV, atau bermain gadget dalam waktu lama. Menurut penelitian oleh Putu Awik Sirna Wardani dkk dalam Hubungan Sedentary Lifestyle dengan Kejadian Obesitas pada Remaja Selama Masa Pandemi Covid-19, kebiasaan ini menjadi lebih umum selama pandemi akibat aktivitas berpusat di rumah.
Faktor utama meningkatnya gaya hidup sedentari di kalangan remaja antara lain kurangnya waktu luang untuk bergerak dan pola hiburan yang berfokus pada perangkat digital.
Hubungan Gaya Hidup Sedentari dengan Obesitas pada Remaja
Gaya hidup sedentari dan risiko obesitas remaja saling berkaitan erat. Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan tubuh tidak membakar kalori secara optimal, sehingga lemak mudah menumpuk.
Mekanisme Terjadinya Obesitas
Penumpukan lemak terjadi karena asupan energi melebihi kebutuhan harian. Tubuh yang jarang bergerak juga menyebabkan metabolisme menjadi lambat. Lama-kelamaan, berat badan naik tanpa disadari.
Studi Kasus pada Masa Pandemi COVID-19
Dalam sumber yang telah disebutkan, jumlah remaja dengan obesitas meningkat seiring aktivitas duduk yang berjam-jam, terutama di masa pembelajaran daring. Pola ini menunjukkan bagaimana gaya hidup sedentari berperan besar dalam munculnya obesitas remaja.
Dampak Obesitas pada Remaja
Obesitas di usia remaja membawa dampak fisik seperti risiko diabetes, tekanan darah tinggi, dan masalah jantung. Selain itu, kepercayaan diri dan kualitas pergaulan juga dapat terganggu karena stigma sosial yang melekat.
Pencegahan dan Solusi Gaya Hidup Sedentari
Pencegahan sangat diperlukan agar risiko obesitas remaja akibat gaya hidup sedentari bisa ditekan. Beberapa pilihan gaya hidup sehat bisa diterapkan sehari-hari untuk mengatasinya.
Rekomendasi Aktivitas Fisik untuk Remaja
Remaja disarankan melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari. Pilih olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda, atau senam. Variasikan dengan aktivitas yang menyenangkan seperti bermain bola atau menari.
Tips Mengurangi Waktu Sedentari
Batasi waktu penggunaan gadget maksimal dua jam di luar keperluan belajar.
Selingi belajar atau bekerja dengan peregangan ringan setiap satu jam.
Libatkan keluarga dalam aktivitas fisik bersama, misal jogging pagi atau bersepeda.
Kesimpulan
Risiko obesitas remaja akibat gaya hidup sedentari nyata dan perlu penanganan sejak dini. Aktivitas fisik rutin dan pembatasan waktu duduk dapat menjadi langkah efektif untuk menghindari dampak kesehatan jangka panjang. Dengan perubahan perilaku, remaja dapat hidup lebih sehat, aktif, dan percaya diri.
(Reviewed by Sari Khairinisa S.Gz)