6 Makanan untuk Kesehatan Ginjal

Tulisan dari Info Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penurunan fungsi ginjal atau biasa disebut dengan istilah CKD (Chronic Kidney Disease) membutuhkan pengaturan makanan atau diet khusus. Hal ini penting karena penurunan fungsi ginjal akan berpengaruh ke organ-organ lainnya seperti jantung, pembuluh darah, dan tulang. Berikut tips pemilihan makanan yang ramah untuk kesehatan ginjal.
1. Makanan Rendah Natrium
Kelebihan natrium dapat memicu naiknya tekanan darah. Ketika fungsi ginjal menurun ada baiknya konsumsi natrium sebaiknya tidak melebihi 2300 mg per hari. Jika berlebih, ginjal akan kesulitan mengelola dan akhirnya berdampak pada hipertensi. Jenis makanan segar umumnya mengandung natrium yang rendah hingga sedang, sementara makanan olahan atau kemasan biasanya mengandung natrium yang tinggi. Bagaimana cara mengetahuinya? Cukup dengan membiasakan membaca label informasi nilai gizi di kemasan kita bisa mengetahui berapa banyak natrium di dalam makanan. Jika kadarnya 20% atau lebih dari angka kecukupan gizi, maka jenis makanan tersebut dapat dikelompokkan ke dalam makanan tinggi natrium. Agar kadar natrium di dalam makanan olahan seperti sayuran beku, ikan kaleng, dan kacang-kacangan kemasan kaleng berkurang, sebaiknya bahan makanan terlebih dahulu dicuci sebelum diolah.
2. Protein yang Cukup
Jenis protein untuk pasien ginjal sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi. Beberapa kasus ginjal yang sudah parah hanya disarankan mengonsumsi jenis protein dengan nilai biologis tinggi. Biasanya jenis protein hewani. Untuk keperluan pencegahan atau menjaga kesehatan ginjal, sebaiknya konsumsi protein dalam jumlah cukup. Bisa dari jenis protein nabati (dari tumbuhan) maupun dari protein hewani (dari hewan). Protein yang dicerna akan menghasilkan hasil samping yang tidak diperlukan tubuh, hal ini akan memberatkan kerja ginjal jika terakumulasi dalam jumlah banyak. Anjuran konsumsi baik protein nabati maupun hewani dalam satu kali makan utama adalah satu potong sedang.
3. Makanan Rendah Lemak
Makanan rendah lemak penting untuk menjaga kesehatan jantung. Lebih spesifik lagi makanan rendah lemak berfungsi untuk mencegah penumpukan lemak di pembuluh darah dan mencegah hipertensi. Seperti yang kita bahas sebelumnya, hipertensi sangat berkaitan dengan kesehatan ginjal. Selain jenis makanan yang rendah lemak, proses pengolahan sebaiknya direbus atau dipanggang sehingga tidak menambah jumlah lemak di dalam makanan. Hindari menggoreng dengan minyak banyak atau deep frying. Jika ingin menggunakan minyak goreng, bisa dipilih metode menumis yang tidak membutuhkan banyak minyak. Selain itu, kulit ayam dan lemak-lemak pada daging sebaiknya mulai disisihkan dari pola makan sehari-hari.
4. Makanan Rendah Fosfor
Fosfor berfungsi untuk menjaga kepadatan tulang bersama kalsium dan vitamin D. Jika fungsi ginjal sedang menurun, tubuh kita tidak bisa maksimal dalam metabolisme fosfor. Akibatnya, fosfor akan menumpuk di pembuluh darah bersama kalsium. Jika hal ini terjadi akan berakibat pada timbulnya nyeri di persendian, tulang rapuh, dan potensi patah tulang meningkat. Kelompok makanan yang mengandung fosfor dengan kadar rendah antara lain sayur-sayuran, buah-buahan, roti, dan nasi putih. Adapun makanan dengan kandungan fosfor tinggi yaitu daging merah, ayam, ikan, susu, dan sereal sejenis oatmeal.
5. Makanan Kalium Sedang
Kalium berbeda dengan kalsium. Kalsium berfungsi untuk menjaga kepadatan tulang, sementara kalium merupakan mineral yang penting untuk kesehatan otot termasuk otot jantung. Hal ini berkaitan dengan kelancaran peredaran darah. Jika kadarnya berlebih atau kurang akan membahayakan kesehatan jantung. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi makanan tinggi kalium harus seimbang dengan konsumsi makanan rendah kalium. Makanan dengan kadar kalium tinggi yaitu jeruk, pisang, kentang, tomat, susu, dan kacang-kacangan. Sementara makanan dengan kandungan kalium rendah yaitu apel, anggur, wortel, roti putih, dan nasi putih.
6. Konsumsi Makanan Tinggi Antioksidan
Antioksidan penting untuk mencegah peradangan pada sel-sel tubuh termasuk sel-sel di dalam organ ginjal. Konsumsi minyak ikan atau suplemen dengan kandungan omega-3 dan omega-6 dapat membantu menangkal radikal bebas. Selain itu, sayuran jenis bayam atau yang berwarna hijau gelap juga mengandung vitamin C cukup tinggi. Dari kelompok buah-buahan yang mengandung tinggi antioksidan antara lain stroberi, apel, dan blue berry. Ubi jalar yang berwarna ungu dan kuning juga kaya akan antioksidan yang baik untuk vitalitas sel-sel di dalam tubuh.
