6 Tips agar Tetap Sehat dan Bahagia di Hari Tua

Tulisan dari Info Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi sebagian orang, menua atau aging sangat identik dengan “kehilangan”. Pertanyaanya, apa yang hilang? Mulai dari hilangnya pekerjaan dan jabatan selepas masa pensiun, anak yang sudah mandiri dan pisah rumah, dan juga berkurangnya kemandirian untuk melakukan kegiatan tanpa harus mengandalkan bantuan orang lain. Hal tersebut hanya sebagian contoh yang akan berubah setelah seseorang memasuki usia 60 tahun ke atas.
Apakah kita bisa menghentikan perubahan itu? Jawabannya tidak. Yang bisa kita lakukan adalah menerima perubahan dan menyiapkan masa pensiun atau masa tua kita dengan mindset yang positif. Mengapa harus demikian? Saat pikiran kita cenderung negatif dan memikirkan seberapa banyak kita kehilangan sesuatu di usia 60 tahun ke atas, hal ini akan benar menjadi beban dan secara tidak langsung memengaruhi kesehatan fisik dan mental kita. Sebaliknya, jika kita mempunyai mindset positif, bersiap untuk berdamai dengan proses penuaan, kita cenderung akan memikirkan hal-hal positif untuk mengisi hari tua selepas pensiun. Berikut sedikit tips agar kita semua dapat menua dengan bahagia dan sehat.
1. Diet Sehat
Tidak jarang, memasuki usia lanjut sebagian orang cenderung mengalami gigi tanggal, nafsu makan menurun, dan maupun indera pengecap sudah tidak sensitif. Akibatnya, berat badan cenderung berangsur turun, gampang sakit dan tubuh gampang lelah. Kuncinya adalah konsumsi makanan tinggi protein seperti telur, daging, dan susu. Protein penting untuk mempertahankan massa otot, menjaga daya tahan tubuh dan mencegah pikun pada lansia. Selain itu, konsumsi kalsium sangat penting untuk menjaga kepadatan tulang dan mencegah patah tulang. Jika diperlukan dapat diimbangi dengan konsumsi suplemen vitamin atau mineral.
2. Melakukan Aktivitas di Luar Ruangan
Manfaat melakukan ativitas di luar ruangan adalah meredakan stres dan penat. Selain itu, dengan beraktivitas di luar ruangan, kita akan mendapat udara yang lebih segar dan oksigen yang cukup. Tidak harus melakukan olahraga dengan instensitas tinggi, berjalan selama 30 menit di luar ruangan atau bercengkerama dengan tetangga cukup membuat kita merasa rileks dan meredakan stres.
3. Jaga Silaturahmi
Selepas pensiun dari bekerja, instensitas seseorang bertemu dengan teman sebayanya cenderung akan berkurang. Sebagian sudah mempunyai kesibukkan baru dan sebagian lagi tidak akan sering-sering bepergian seperti saat masih bekerja. Hal ini bisa disiasti dengan mengikuti kegiatan-kegiatan arisan bulanan, acara-acara rohani, reuni, maupun acara khusus silaturahmi setahun sekali sekadar untuk melepas kangen dan bertukar kabar. Tentunya, sebagai pengingat juga bahwa setiap orang tidak menua sendiri.
4. Mencari Support System Baru
Berpisah dari teman dan anak saat seseorang memasuki lansia merupakan hal yang wajar. Anak yang sudah berumah tangga biasanya memilih untuk tinggal mandiri bersama keluarga kecilnya. Hal ini sebenarnya merupakan kesempatan untuk kita bisa menjalankan hobi yang mungkin belum sempat dilakukan saat masih bekerja. Kita bisa mulai dari bergabung dengan komunitas sesuai hobi, komunitas jalans sehat, komunitas sepeda, dan komunitas memasak. Tentunya, dapat disesuaikan dengan hobi masing-masing.
5. Mempelajari Keterampilan Baru
Tidak ada kata terlambat untuk berkarya atau mempelajari keterampilan yang kita belum bisa. Karena faktanya, semakin seseorang mempelajari sesuatu yang baru sel-sel otak kita akan bertambah semakin banyak dan daya ingat kita cenderung meningkat. Ketrampilan seperti bahasa asing, merajut, dan menjahit bisa dipelajari melalui lembaga-lembaga kursus maupun dengan cara mendatangkan instruktur di komunitas atau paguyuban di dekat tempat tinggal. Selain berfungsi untuk time killer, mempelajari keterampilan baru bisa menjadi peluang seseorang membuka usaha atau berwiraswasta saat lansia.
6. Mempertahankan Daya Ingat
Selain konsumsi makan bernutrisi dan protein yang cukup, kita bisa menjaga daya ingat agar tetap tajam dengan sering-sering membaca. Majalah, Koran, buletin, maupun buku bisa menjadi alternatif untuk yang suka membaca. Tentunya, konten bacaan dapat disesuaikan dengan minat atau hobi sehari-hari. Alternatif lain untuk menjaga daya ingat adalah dengan bermain games. Saat ini banyak tersedia games untuk mengasah keterampilan otak di smartphone termasuk permainan teka-teki silang. Hal ini bermanfaat untuk menstimulasi otak agar berproses mengingat atau menggali memori yang sudah pernah disimpan sebelumnya sehingga dapat membuat daya ingat meningkat.
