Apa Bahayanya Makan Kotoran Manusia?

Tulisan dari Info Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Media di Indonesia dihebohkan dengan munculnya pemberitaan sebanyak 77 siswa di Nusa Tenggara Timur yang dipaksa memakan feses atau kotoran manusia saat menjalani masa orientasi di sekolah. Sangat prihatin tentunya, karena hal tersebut bertentangan dengan kurikulum pendidikan di Indonesia. Semua orang tahu bahwa feses adalah hasil samping dari pencernaan makanan yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh agar tidak membahayakan kesehatan. Berikut penjelasan seputar feses dan bahayanya jika tertelan.
Seputar Feses Manusia
Pada kondisi normal, seseorang akan buang air besar satu hingga dua kali dalam sehari. Berat feses yang dikeluarkan kurang lebih 100-250 gram, tergantung dari jumlah makanan yang dikonsumsi dan kondisi tubuh saat itu. Sebanyak 30 persen dari komposisi feses manusia berupa bakteri yang hidup di saluran pencernaan manusia. Selebihnya, merupakan air, selulosa, kolesterol, lemak, senyawa anorganik, dan protein dalam jumlah sangat sedikit.
Warna feses normal biasanya kuning kecokelatan atau kehijauan tergantung dari jenis makanan yang dikonsumsi. Warna feses berasal dari senyawa bilirubin, yang merupakan hasil dari pemecahan sel darah merah di hati. Mengapa feses berbau? Bau feses berasal dari aktivitas bakteri di dalam usus yang menghasilkan gas dan bereaksi dengan zat-zat kimia selama proses pencernaan makanan berlangsung termasuk proses pembusukan yang terjadi di usus besar.
Bahaya Feses Jika Tertelan
Sebagaian besar bakteri di feses manusia adalah golongan bakteri patogen (penyebab penyakit). Bakteri jenis E. coli, Salmonella sp., Shigella, dan kelompok vibrio merupakan bakteri yang paling dominan terdapat di feses. Bakteri-bakteri tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti demam tifoid, kolera, dan disentri. Selain bakteri, di dalam feses manusia juga terdapat virus yang berbahaya di antaranya rotavirus dan virus hepatitis A. Rotavirus merupakan jenis virus yang dapat menyebabkan gangguan pernafasan.
Dalam perjalannya, virus mempunyai karakter yang sedikit berbeda dari bakteri. Bakteri dapat hidup secara langsung di feses, sementara virus membutuhkan makhluk hidup lain untuk dapat bertahan hidup yaitu bakteri sebagai inang. Reaksi tubuh yang timbul pasca-menelan feses mungkin tidak akan muncul segera setelah feses tertelan. Akan tetapi, masih ada potensi dari golongan rotavirus dan hepatitis A yang kemungkinan akan aktif selang beberapa minggu. Tepatnya setelah virus-virus tersebut menemukan bakteri atau inang untuk aktif kembali menginfeksi.
