Konten dari Pengguna

Bagaimana Antivirus Bekerja?

Info Kesehatan

Info Kesehatan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://commons.m.wikimedia.org/wiki/File:Syringe_Needle_IV.jpg
zoom-in-whitePerbesar
https://commons.m.wikimedia.org/wiki/File:Syringe_Needle_IV.jpg

Antivirus atau sering kita sebut vaksin masuk ke dalam kategori pengobatan medis untuk penanganan masalah infeksi. Faktanya, sebagian besar kasus infeksi akan sembuh dengan sendirinya saat sistem kekebalan tubuh seseorang sedang dalam kondisi baik. Tujuan penggunaan vaksin secara spesifik adalah untuk meminimalisir gejala infeksi dan memperpendek masa sakit setelah kita terinfeksi virus tertentu.

https://commons.m.wikimedia.org/wiki/File:Funci%C3%B3_antiviral_de_l%27interfer%C3%B3_beta_3.gif

Cara virus berkembang biak bisa dibilang sedikit berbeda dibandingkan bakteri. Bakteri akan langsung membelah diri ketika menemukan lingkungan yang mendukung, sementara virus membutuhkan sel lain untuk bisa hidup. Bisa di dalam sel hewan, bakteri, atau di dalam organ manusia. Virus akan mulai membuat replika atau duplikatnya jika sudah menemukan tempat atau inangnya.

Cara Kerja Antivirus atau Vaksin

Ilustrasi vaksin dan imunisasi Foto: Shutterstock

Jika antibiotik bekerja dengan cara mematikan bakteri, berbeda halnya dengan antivirus atau vaksin. Proses mematikan virus cukup sulit dilakukan tanpa harus merusak sel inangnya mengingat virus hanya dapat bekerja jika berada di dalam sel inangnya. Singkatnya, vaksin bekerja dengan cara menghambat proses replika virus di beberapa tahapan. Salah satunya di tahapan patogenesis atau tahapan di mana virus dapat memunculkan gejala penyakit.

Vaksin sendiri sebenarnya berisi substansi yang di dalamnya mengandung unsur virus yang sudah dilemahkan. Dengan demikian, vaksin akan merangsang tubuh kita sendiri membentuk mekanisme pertahanan untuk menetralkan virus di tubuh kita. Sebagian besar vaksin yang tersedia saat ini fokus untuk penanganan infeksi yang disebabkan oleh HIV, herpes, hepatitis B dan C, dan influenza A dan B.