Berapa Lama Narkoba dalam Tubuh Bisa Terdeteksi?

Tulisan dari Info Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tes deteksi narkoba (narkotika dan obat atau bahan berbahaya) umumnya dilakukan untuk keperluan khusus seperti kompetisi olahraga, perekrutan karyawan, kasus-kasus penyalah gunaan narkoba, dan pada beberapa kasus perceraian.
Metode tes yang digunakan cukup bervariasi mulai dari tes urin, air liur, darah, dan rambut. Tes urin seringkali dipilih karena mudah dan cepat dibandingkan dengan metode lainnya. Melalui tes urin, unsur-unsur narkoba yang masuk ke dalam tubuh selang beberapa hari pemakaian masih bisa terdeteksi.
Unsur narkoba yang tertinggal di tubuh kita tergantung dari banyak faktor yang mempengaruhi seperti dosis penggunaan narkoba, frekuensi penggunaan, konsumsi air harian, aktivitas fisik, dan kecepatan metabolisme tubuh.
Faktor lain yang akan berpengaruh yaitu ras, jenis kelamin, dan berat badan. Seberapa lama narkoba ada di tubuh kita juga tergantung pada jenis narkoba yang dipakai. Berikut perbedaan jenis-jenis narkoba beserta estimasi berapa lama akan berada di tubuh sehingga masih bisa dideteksi dengan metode tes urin:
Ganja atau marijuana: sampai 72 jam.
Opium atau heroin: sampai 3 hari
Valium atau golongan benzodiazepin: sampai 6 hari
Golongan halusinogen: sampai 11 hari
Golongan stimulan: sampai 1 minggu
Golongan barbiturat atau obat bius: sampai 6 minggu
Golongan minuman beralkohol: sampai 2 hari
Jika menginginkan metode yang lebih akurat, tes rambut dapat dijadikan alternatif. Mengapa lebih akurat dibandingkan metode lain? Karena di dalam rambut sendiri terdapat folikel-folikel yang komposisinya bergantung pada semua zat yang masuk ke dalam tubuh termasuk unsur narkoba.
Folikel-folikel di rambut tidak akan dibuang seperti halnya urin yang diekskresikan ke luar tubuh, sehingga unsur narkoba di rambut dapat terdeteksi hingga berbulan-bulan setelah pemakaian.
Beberapa orang yang berkepentingan cenderung akan memanipulasi hasil tes dengan metode-metode yang tidak dibenarkan. Cara yang paling umum adalah dengan mengonsumsi air putih dalam jumlah banyak atau dengan meminum jus kranberi dan beberapa kapsul khusus detoks yang banyak dijual bebas di e-commerce.
Tidak jarang beberapa orang akan menukar sampel urin dengan sampel urin orang lain agar dinyatakan bersih dari narkoba. Sebenarnya, tidak ada jalan pintas agar seseorang dinyatakan bersih dari narkoba, kecuali jika benar-benar tidak menggunakan sebelumnya.
