Konten dari Pengguna

Dark Chocolate: Paket Rileks dan Sehat dalam Satu Gigitan

Info Kesehatan

Info Kesehatan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://commons.m.wikimedia.org/wiki/File:Dark_chocolate_bar.jpg
zoom-in-whitePerbesar
https://commons.m.wikimedia.org/wiki/File:Dark_chocolate_bar.jpg

Perbedaan Dark Chocolate dan Cokelat Lainnya

Dark Chocolate atau sering kita sebut cokelat hitam mengandung bubuk kakao paling banyak dibandingkan jenis cokelat lain. Sekitar 50-90 persen komposisinya berupa bubuk kakao, selebihnya berupa lemak cokelat dan gula.

Cokelat lain yang umum kita konsumsi adalah jenis cokelat susu. Kandungan kakao pada cokelat susu sedikit lebih rendah, berada di kisaran 10-50 persen. Selebihnya tetap menggunakan gula dan susu sebagai bahan campurannya. Cokelat-cokelat dengan kualitas rendah, biasanya menggunakan bahan tambahan makanan seperti penguat rasa agar rasa cokelat semakin kuat. Selain itu, pada proses pengolahan biasanya juga ditambahkan lemak nabati dan pewarna buatan untuk membuat tampilan cokelat lebih menarik.

Kandungan Nutrisi Dark Chocolate

Dark chocolate kaya akan mineral zat besi, tembaga, magnesium, seng, dan fosor yang bagus untuk menjaga kepadatan tulang dan mencegah anemia. Selain mineral, dark chocolate juga kaya akan polifenol dan flavonoid. Baik polifenol ataupun flavonoid merupakan antioksidan untuk menangkal radikal bebas.

Manfaat Antioksidan pada Dark Chocolate

Konsumsi antioksidan menjadi penting agar tubuh terhindar dari stres oksidatif mapun kerusakan sel-sel tubuh karena tingginya level radikal bebas di dalam tubuh kita. Jika berkepanjangan, stres oksidatif akan memicu timbulnya penyakit jantung, diabetes, kolesterol, kanker, dan penyakit alzeimer.

Kandungan flavonoid pada dark chocolate kurang lebih 2-3 kali lebih banyak dibandingkan cokelat susu ataupun cokelat olahan yang lain. Mekanismenya, flavonoid akan diproses dan menghasilkan nitrit oksida yang berfungsi untuk membantu relaksasi dengan cara memicu pelebaran pembuluh darah. Dengan demikian, flavonoid akan membantu mengontrol tekanan darah dan sekaligus memberikan rasa rileks.

Beberapa hasil riset jangka pendek, flavonoid di dalam cokelat dapat meningkatkan efektivitas kerja hormon insulin. Hormon insulin sendiri berfungsi untuk mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh. Manfaat jangka panjangnya, flavonoid akan membantu menurunkan risiko penyakit diabetes karena insulin di dalam tubuh sudah cukup efektif bekerja. Beberapa peneltian juga menunjukkan, konsumsi 6 gram bubuk kokoa per hari, dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan menururnkan risiko kematian.

Ilustrasi makan cokelat Foto: Shutter Stock