Mengenal Label BPA-Free pada Peralatan Plastik

Tulisan dari Info Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi konsumen peralatan plastik, label BPA-free tidak asing akan terlihat di peralatan plastik maupun kemasan luar. Umumnya tidak ada penjelasan lanjutan terkait apa itu BPA-free. BPA merupakan singkatan dari Bisphenol-A, senyawa yang digunakan dalam pembuatan plastik dan bertujuan untuk membuat jenis plastik yang kuat, tetap ringan, dan terlihat bening. Senyawa ini sudah digunakan sejak tahun 1960 pada jenis plastik polikarbonat dan resin. Jenis polikarbonat biasa digunakan dalam pembuatan botol susu bayi, botol minum, mainan anak-anak, hingga peralatan rumah tangga yang terbuat dari plastik. Sementara resin, biasanya digunakan untuk pelapis bagian dalam pada saat pembuatan kaleng.
Penelitian terhadap BPA menunjukkan paparan senyawa BPA yang tertelan bersama makanan atau minuman dapat memicu penyakit degeneratif seperti kardiovaskular (pembuluh darah dan jantung), diabetes, dan kanker. Selain itu, paparan BPA juga berkaitan dengan munculnya gangguan pada hati, pembesaran kelenjar prostat, dan gangguan pada kelenjar endokrin. Pada tahun 2012-2013, U.S. Food Drug Administration melarang penggunaan senyawa BPA khususnya pada pembuatan botol susu bayi, peralatan makan bayi, termasuk kemasan produk formula untuk anak-anak di bawah satu tahun.
Dalam jumlah kecil, memang tubuh kita dapat mentolerir senyawa BPA yang masuk melalui makanan atau minuman. Hanya saja, dalam jangka panjang kemampuan metabolisme seseorang dipastikan akan mengalami penurunan. Untuk itu, sebaiknya kita berupaya meminimalisir paparan BPA dengan tips berikut,
Mengganti peralatan plastik dengan peralatan berbahan kaca, keramik, atau stainless, terutama untuk makanan dan minuman bersuhu tinggi.
Hindari menaruh peralatan yang belum BPA-free ke dalam microwave atau dishwasher (mesin pencuci) karena kedua hal ini dapat mengurai senyawa BPA dan berpotensi masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman.
Pastikan jika kita membungkus makanan atau melakukan take away dari resto, sudah menyediakan kemasan berstandar food grade atau BPA-free.
Periksa kemasan plastik makanan atau minuman di bagian bawah. Jika terdapat kode recycle 3 atau 7, kemungkinan kemasan produk masih mengandung senyawa BPA.
Sumber:
https://toxtown.nlm.nih.gov/chemicals-and-contaminants/bisphenol-a-bpa
https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/bpa/faq-20058331
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2737011/
