Konten dari Pengguna

Mengenal Panleukopenia pada Kucing

Info Kesehatan

Info Kesehatan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Source: Wikimedia
zoom-in-whitePerbesar
Source: Wikimedia

Panleukopenia

Kasus infeksi Feline Panleukopenia Virus (FPV) pada kucing meningkat akhir-akhir ini. Jenis virus ini masuk ke dalam kategori parvovirus, yaitu virus dengan DNA rantai tunggal. FPV dapat menyebabkan enteritis (peradangan perut) dan panleukopenia (penurunan jumlah sel darah putih) pada kucing. Selain kucing, FPV dapat menginfeksi hewan lain seperti monyet dan rubah. Virus ini ditemukan sejak tahun 1920, dikenal dapat bertahan hidup lama di tempat ekstrim seperti larutan desinfektan dan dikenal mempunyai kemampuan membelah diri dengan cepat.

Biasanya kucing yang mudah terinfeksi adalah anak-anak kucing berusia kurang dari satu tahun atau belum mendapatkan vaksin yang lengkap. Rata-rata kucing yang rentan terinfeksi FVN adalah umur empat bulan. Beberapa kucing yang sudah divaksin masih berpeluang terinfeksi terutama jika tidak mendapat booter atau vaksin lanjutan setelah 12 minggu dan pemberian vaksin terakhir. FPV berisiko tinggi menyebabkan kematian pada kucing jika kucing terpapar virus dan bakteri dalam jumlah besar. Selain itu, peluang kematian meningkat jika kucing mengalami komplikasi seperti dehidrasi, hipoglikemi (gula darah rendah), perdarahan, dan kadar elektrolit yang tidak seimbang.

Diagnosis Panleukopenia

Kucing akan didiagnosis menderita panleukopenia jika muncul gejala klinis seperti tubuh lemah, dehidrasi, lesi retina, dan suhu tubuh tinggi di kisaran 39,5-42,0 derajat Celcius. Kondisi ini terjadi setelah adanya transmisi FPV melalui feses maupun oral dari kucing lain yang sudah terinfeksi. Virus akan masuk ke dalam sel-sel tubuh kucing melalui reseptor transferrin dan jumlahnya akan semakin bertambah banyak seiring dengan ada proses pembelahan sel. Awalnya infeksi akan terjadi di jaringan limfa orofaring (tenggorokan), berlanjut masuk ke pembuluh darah.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov

Jaringan limfa akan mengalami kerusakan dan mati jika infeksi terus berlanjut. Sementara infeksi FPV di sumsum tulang akan menyebabkan leukopenia (sel darah putih menurun). Kondisi ini akan diperparah jika kadar neotrofil naik dan menyebabkan gangguan di saluran pencernaan yang berakibat gangguan penyerapan nutrisi. Pada kucing yang positif terinfeksi FPV, biasanya kadar albumin, globulin, kolesterol, natrium, kalium, dan elektrolit cenderung sangat rendah atau justru tinggi.

Penanganan Panleukopenia

Jika Anda mempunyai kucing yang terindikasi positif panlukopenia sebaiknya jangan panik. Umumnya, kucing yang positif terinfeksi FPV dan sudah bertahan hidup lima hari setelah didiagnosis, selanjutnya akan bertahan hidup dan sembuh. Kemampuan bertahan hidup rata-rata di kisaran 51,1%. Adapun treatment yang bisa diberikan selama masa penyembuhan antara lain pemberian larutan elektrolit, antibiotik melalui jalur parenteral, suplementasi dextrose pada cairan, dan tentunya vaksin FPV yang sudah banyak tersedia dan dapat diberikan lewat jalur parenteral dan intranasal. Kucing-kucing dengan panleukopenia yang tidak bisa bertahan hidup biasanya dikarenakan kadar sel darah putih (leukosit) dan keping darahnya (trombosit) sangat rendah.

Sumber:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7151839/