Saraf Kejepit: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Tulisan dari Info Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyakit degeneratif saat ini tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, usia produktif juga sangat berpeluang mengalami beberapa kelainan yang dulunya lebih sering dirasakan kelompok usia lanjut. Salah satu penyakit yang mulai dirasakan oleh kelompok usia produktif adalah saraf kejepit. Kondisi ini terjadi ketika bantalan sendi di beberapa ruas tulang keluar dari tempat yang seharusnya atau pecah sehingga menekan saraf yang berada di sekelilingya. Seringnya saraf kejepit terjadi di ruas tulang belakang dan tulang leher.
Ketika terjadi saraf kejepit, seseorang akan merasakan satu atau kombinasi dari beberapa gejala berikut ini. Mulai dari nyeri di sekitar lengan, pundak, dan leher jika letak saraf kejepit di ruas tulang leher. Jika letak saraf kejepit di ruas tulang belakang bagian bawah, gejala nyeri yang muncul akan terasa di area sekitar tulang duduk dan paha. Perasaan nyeri akan semakin parah ketika bersin, batuk, maupun bergerak. Gejala lain yang sering muncul yaitu area di sekitat saraf kejepit akan terasa kaku, lemah dan susah untuk diluruskan. Beberapa orang tidak jarang mengalami gangguan pada organ kandung kemih sehingga saat buang air kencing akan merasa tidak nyaman.
Berikut beberapa penyebab saraf kejepit yang mungkin berbeda setiap orang.
Penuaan atau penurunan fungsi tubuh yang membuat bantalan sendi kering, tidak fleksibel, dan gampang patah saat bergerak maupun berputar.
Olahraga secara berlebihan.
Mengangkat beban dengan cara yang salah. Sebaiknya hindari membungkuk langsung saat mengangkat beban dari lantai. Posisikan tubuh berjongkok terlebih dahulu sebelum mengangkat beban.
Berat badan berlebih atau overweight. Berat badan yang berlebih akan memberikan beban ekstra pada bantalan persendian sehingga memicu terjadinya saraf kejepit.
Kebiasaan merokok. Merokok dapat menghambat aliran oksigen ke area persendian sehingga bantalan sendi lebih mudah mengalami kerusakan.
Upaya pencegahan agar terhindar dari saraf kejepit bisa kita mulai dengan olahraga secara teratur. Lakukan peregangan sebelum melakukan olahraga agar tetap aman. Gunakan teknik yang aman dan sesuai dengan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja ketika mengangkat beban yang berat. Jika saat ini Anda merokok, ada baiknya tentukan rencana untuk berhenti. Kandungan nikotin pada rokok berpotensi melemahkan jaringan di bantalan sendi. Gunakan obat pereda nyeri seperti paracetamol, ibuprofen, atau naproxen untuk mengatasi nyeri yang sewaktu-waktu datang. Salain itu, biasakan untuk menjaga postur tubuh ideal dengan meluruskan punggung saat duduk.
Sumber:
https://www.emedicinehealth.com/slipped_disk/article_em.htm#when_should_someone_seek_medical_care_for_a_slipped_disc
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/herniated-disk/symptoms-causes/syc-20354095
https://www.nhs.uk/conditions/slipped-disc/
