Waktu Terbaik untuk Berjemur Berdasarkan Zona Waktu dan Warna Kulit

Tulisan dari Info Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan masyarakat selama karantina di rumah aja cukup bervariatif. Mulai dari bekerja dari rumah, olahraga di rumah, memasak, dan melakukan rangkaian hobi lainnya untuk menghilangkan rasa jenuh. Kegiatan wajib yang menjadi rutinitas sebagian besar orang akhir-akhir ini yaitu berjemur di bawah sinar matahari pagi.
Manfaat Berjemur di Bawah Sinar Matahari Pagi
Sinar matahari merupakan bahan dasar pembentukan vitamin D di dalam tubuhh. Vitamin D sangat penting untuk menunjang proses pembentukan dan pertumbuhan tulang. Selain itu, vitamin D juga berperan untuk mencegah penyakit degeneratif seperti osteoporosis atau pengeroposan tulang, kanker, diabetes, depresi, gangguan saraf, dan autoimun. Autoimun merupakan penyakit yang ditandai dengan sistem imun kita memakan sel-sel sehat di dalam tubuh karena dianggap parasit atau sesuatu yang akan membahayakan tubuh. Pada kondisi ini, tubuh kita susah membedakan mana sel-sel tubuh yang sehat dan mana yang termasuk radikal bebas maupun senyawa berbahaya. Vitamin D berperan untuk membuat sistem imun kita lebih rileks dan lebih pintar mengenali senyawa yang menjadi kawan maupun lawan bagi tubuh kita. Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan baik virus atau bakteri tidak akan bertahan hidup pada kondisi cuaca yang panas.
Perbedaan UV A dan UV B
Sinar matahari sendiri mempunnyai dua jenis gelombang atau pancaran, yaitu UV (ultra violet) A dan UV B. UV A mempunyai gelombang yang lebih panjang dan mampu menembus lapisan kulit yang lebih dalam dibandingkan UV B. Sinar UV A bisa menembus lapisan dermis dan bersifat merusak lapisan kolagen. Selain itu, UV A dapat memicu kanker kulit jika terlalu sering terpapar. UV B sebaliknya, panjang gelombangnya lebih pendek dan merupakan sumber vitamin D yang dapat meningkatkan sistem imun kita.
Bagaimana cara membedakan UV A dan UV B? UV A dengan gelombang yang lebih panjang biasanya akan menembus kaca jendela maupun kaca mobil dengan sinar yang menyilaukan mata. UV B mempunyai gelombang yang lebih pendek, di mana bayangan tubuh kita akan lebih pendek dibandingkan dengan tinggi badan kita yang sesungguhnya saat terkena UV B. Hal ini juga dapat dijadikan patokan sebagai waktu terbaik untuk berjemur. Beberapa penelitian menunjukkan pekerja yang terus menerus berada di dalam ruangan merupakan kelompok berisiko terkena melanoma atau kanker kulit daripada mereka yang di luar ruangan dan berpindah-pindah karena lebih sering terpapar UV A.
Waktu Berjemur
Idealnya kegiatan berjemur disesuaikan dengan zona waktu masing-masing. Di Indonesia sendiri, wilayahnya cukup luas, secara umum dapat kita kelompokkan menjadi Indonesia bagian timur dan barat. Untuk Indonesia bagian tengah dan timur, matahari relatif lebih cepat muncul. Oleh karena itu, sebaiknya waktu berjemur pada jam 09.00-10.00 WITA. Untuk Indonesia bagian barat waktu terbaik untuk berjemur di kisaran jam 10.00 WIB. Jika tidak sempat berjemur pada pagi hari, alternatif waktu berjemur dapat dilakukan pada jam 14.00-15.00 sore. Tidak disarankan berjemur saat terik matahari atau kisaran jam 12.00 siang.
Selain waktu berjemur, sebaiknya perhatikan juga durasi berjemur berdasarkan wakna kulit masing-masing. Durasi berjemur bagi kelompok dengan kulit terang dan gelap akan berbeda karena komposisi pigmen kulitnya juga berbeda. Bagi yang mempunyai kulit terang, durasi berjemur cukup 5-10 menit setiap harinya. Khusus dengan kulit gelap, sebaiknya berjemur dilakukan dengan durasi yang lebih lama, yaitu 10-15 menit. Hal ini dikarenakan konsentrasi melanin pada kulit gelap lebih tinggi dan dapat menghambat pembentukan vitamin D di kulit. Tips lain saat berjemur sebaiknya sepertiga bagian tubuh (selain muka) terkena paparan sinar matahari langsung. Pilihlah baju atau pakaian dengan warna terang untuk meningkatkan pembentukan vitamin D. Agar tidak membosankan dan tetap produktif, kegiatan berjemur dapat dibarengi dengan kegiatan lain seperti mencuci kendaraan, menyapu halaman, menjemur baju, berkebun, maupun bersepeda.
Sumber:
https://www.cdc.gov/nceh/features/uv-radiation-safety/index.html
https://www.otsuka.co.id/en/health-info/detail/12/The%20Importance%20of%20SUN%20Vitamin%20and%20SUN%20Bath
https://www.ugm.ac.id/en/news/19216-sunbathing-can-boost-your-body-s-immune-system
