28 Nama-nama Sparepart Motor dan Fungsinya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Para pecinta sepeda motor tentu harus mengetahui nama-nama sparepart motor. Sparepart merupakan segala komponen yang merangkai kendaraan bermotor.
Tanpa adanya sparepart, kendaraan tidak bisa berfungsi dengan utuh dan sempurna. Setiap sparepart motor pun memiliki tugas dan fungsinya masing-masing.
Apabila salah satu sparepart motor mengalami kerusakan, maka perlu segera menggantinya dengan yang baru. Jika tidak, sparepart lain bisa terkena imbasnya bahkan motor pun dapat rusak sepenuhnya.
Kerusakan sparepart bisa terjadi akibat salahnya penggunaan atau telah dimakan usia. Di bawah ini akan diuraikan nama-nama sparepart motor beserta fungsinya.
Nama-nama Sparepart Motor
Merangkum buku Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor SMK/MAK Kelas XII oleh Samekto Wibowo, S.Pd. dan Nur Afifah, S.Pd., berikut sederet nama-nama motor dan fungsinya:
Aki Motor: Penyalur daya motor agar mesin dapat menyala.
Baterai Sepeda Motor: Pemasok daya saat menghidupkan mesin motor dan catu daya cadangan, aksesoris listrik.
Ban: Menjadi titik tumpu sepeda motor dan membantu motor agar berjalan.
Kampas dan Tali Rem: Mengontrol kecepatan motor saat melaju dan menghentikannya.
Rantai: Membantu roda agar dapat berputar, penerus energi gerak dari mesin motor.
Busi: Pemantik bahan bakar agar motor dapat berjalan.
Tali Gas: Mengatur kinerja mesin motor.
Karburator: Mencampur bahan bakar dengan udara.
Oli Motor: Pelumas mesin agar dapat bekerja dengan lebih ringan dan gesit.
Lampu: Memberi tanda kepada pengendara lain dan menerangi jalan yang akan dilewati.
Kepala Silinder: Menutup lubang silinder yang terdapat pada blog silinder.
Blok Silinder: Tempat bergeraknya piston mesin.
Bak Engkol Mesin (Crankcase): Tempat bagi kopling mesin, generator atau alternator, pompa oli, gigi transmisi, penampung oli dan poros engkol.
Piston: Memindahkan tenaga mesin yang diperoleh dari hasil pembakaran bahan bakar ke poros engkol melalui cincin piston.
Cincin Piston: Mencegah kebocoran gas ketika mengalami proses kompresi, meminimalkan masuknya oli di ruang bakar mesin, dan memindahkan panas dari piston ke dinding silinder.
Piston Pin: Penghubung piston dengan connecting rod yang melewati lubang bushing.
Poros Engkol (Crank Shaft): Mengubah gerak naik turun piston menjadi gerak berputar hingga menggerakkan roda sepeda motor.
Laher (Bearing Kruk As): Komponen yang mencegah keausan yang mungkin dapat terjadi di silinder liner dan meminimalkan gesekan pada poros engkol.
Roda Gila (Fly Wheel): Menyimpan tenaga putar yang berasal dari langkah usaha agar proses engkol dapat terus terjadi sesuai dengan langkah lainnya.
Karter (Oil Pan): Menampung oli pelumas.
Katup (Valve): Menutup atau membuka saluran masuk dan keluar.
Pegas Katup (Valve Spring): Mengembalikan katup sesuai dengan posisinya semula dan memberikan tekanan pada katub agar dapat tertutup rapat.
Tuas Katup (Rocker Arm): Memberikan tekanan terhadap katup agar dapat terbuka.
Batang Pendorong (Push Rod): Meneruskan pergerakan perangkat katup ke tuas katup.
Pengangkat katup (Valve Lifter): Memindahkan gerakan tuas katup melalui batang pendorong.
Bantalan Luncur Aksial: Menahan poros engkol agar tidak mengalami pergeseran.
Timming Chain: Menghubungkan poros engkol dengan poros lainnya.
Dudukan Katup: Menjadi tempat dudukan katup saat menutup.
Baca juga: Fungsi Karburator pada Motor dan Komponen Penyusunnya
(NDA)
