5 Penyebab Ban Mobil Benjol yang Paling Umum

Konten dari Pengguna
23 April 2024 14:01 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ban mobil. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ban mobil. Foto: Pexels
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kelainan pada ban mobil tak melulu soal retak, keausan dini, atau peyang. Ada kalanya tanpa disadari ban mobil bisa benjol, umumnya terjadi pada bagian dinding ban.
ADVERTISEMENT
Section Head Service Training Department Astra Daihatsu Motor (ADM), Aji Prima mengatakan, bagian tersebut kerap ada benjolan lantaran merupakan sisi terlemah yang ada pada ban.
"Bagian itu (dinding ban) tipis karena fungsinya sebagai kenyamanan, apabila tebal kurang nyaman karena tidak mampu menyerap getaran dan benturan dari jalan," jelas Aji dalam sesi Daihatsu Virtual Workshop, dikutip dari kumparanOTO.
Lantas, apa penyebab ban mobil benjol? Untuk mengetahui penjelasannya secara lengkap, simak terus uraian artikel Info Otomotif ini hingga tuntas.

Penyebab Ban Mobil Benjol

Ban mobil. Foto: Pexels
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan ban mobil benjol. Dirangkum dari laman Bridgestone Tire dan Wonderland Tire, berikut penyebab ban mobil benjol yang paling umum.

1. Ban sering menghantam benda keras

Dengan seringnya ban terbentur benda keras, maka otomatis membuat benang-benang yang ada pada sisi atau dinding ban menjadi terputus. Terputusnya benang-benang itu akan membuat ban menjadi terlihat benjol manakala diisi angin kembali.
ADVERTISEMENT

2. Pengisian angin yang kurang atau berlebihan

Kurangnya tekanan angin atau justru berlebihan pun bisa membentuk benjolan pada dinding ban mobil. Saat jumlah angin yang diisi kurang, akan mempermudah benda keras seperti trotoar untuk merusak benang pada bagian samping ban.
Jika ban mobil diisi angin berlebih, maka akan membuat ban mengalami masalah ‘kembung’. Ketika ban dibiarkan memiliki angin berlebih ditambah cuaca panas, maka tekanan akan semakin meningkat.
Benjolan akan langsung muncul jika angin tidak segera dikurangi. Sedangkan pada Benda tajam pun akan lebih cepat menusuk bagian ban luar karena tekanan ban kurang.

3. Komponen suspensi aus

Komponen suspensi seperti peredam kejut, penyangga, bushing, dan lainnya akan aus seiring perjalanan bermil-mil. Dampaknya bisa membuat ban tidak lagi mampu menggelinding mulus di jalan, namun sedikit memantul. Pantulan ini menciptakan titik-titik tekanan yang tidak merata pada ban, sehingga menyebabkan ban benjol.
ADVERTISEMENT

4. Ban tidak seimbang

Jika bobot pada keliling ban tidak merata, hal ini dapat menyebabkan ban menjadi tidak seimbang. Jika cukup parah, kondisi yang tidak seimbang dapat menyebabkan beberapa bagian tapak membentur jalan dengan kekuatan lebih besar dibandingkan bagian lainnya.
Peningkatan gaya ini dapat mengakibatkan keausan yang lebih besar pada area tersebut, dan apabila dibiarkan akan timbul benjolan.

5. Terjadinya perubahan bentuk ban

Ban yang setiap hari harus bergesekan dengan permukaan aspal akan membuat lapisannya semakin lama terkikis. Hal ini akan memicu perubahan bentuk pada ban.
Perubahan atau deformasi ini juga akan lebih cepat jika tekanan angin pada ban kurang atau karena muatan mobil yang terlalu berat. Semakin bertambah usia, ban akan semakin tidak layak digunakan dan potensi muncul benjolan cukup besar.
ADVERTISEMENT
(NDA)