7 Penyebab Motor Tidak Lolos Uji Emisi dan Cara Mengatasinya

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap pemilik motor perlu memastikan kendaraannya lolos uji emisi sebelum melintas di jalan raya, terlebih di wilayah Jakarta. Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta memberlakukan razia uji emisi meski tanpa dilakukan sanksi tilang.
Aturan mengenai hal ini sudah tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 66 Tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Peraturan ini pun sudah mulai diberlakukan sejak 1 September 2023 lalu.
Buat yang punya motor dalam keadaan standar atau bahkan belum lama membelinya, sebaiknya tidak keburu jumawa. Sebab, masih ada kemungkinan motor tersebut tidak lolos uji emisi. Apa penyebab motor tidak lolos uji emisi? Simak informasi lengkapnya di bawah ini.
Pengertian Uji Emisi
Dikutip dari buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Program Keahlian Teknik Otomotif SMK/MAK Kelas XI oleh Z Furqon, uji emisi adalah pengukuran gas buang kendaraan untuk mengecek kinerja mesin.
Uji emisi dilakukan dengan menggunakan mesin exhaust gas analysis. Selama pengukuran, exhaust gas analysis akan ditempatkan pada saluran pembuangan kendaraan, lalu mesin akan dinyalakan selama beberapa menit.
Mesin exhaust gas analysis akan mengukur kadar gas buang yang dihasilkan secara otomatis, seperti hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan Nitrogen oksida (Nox).
Pengujian gas buang kendaraan tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. Pemilik kendaraan perlu melakukan uji emisi di bengkel-bengkel yang telah disediakan. Prosesnya juga dilakukan oleh petugas bersertifikasi sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.
Baca juga: 8 Penyebab Kipas Radiator Motor Tidak Berputar
Penyebab Motor Tidak Lolos Uji Emisi dan Cara Mengatasinya
Tidak hanya merugikan pemilik kendaraan, motor yang tidak lolos uji emisi juga berkontribusi terhadap polusi udara. Berikut beberapa penyebab umum motor tidak lolos uji emisi dan cara mengatasinya.
1. Kualitas Bahan Bakar
Kualitas bahan bakar memainkan peran penting dalam kinerja mesin dan emisi gas buang. Penggunaan bahan bakar berkualitas rendah atau tercampur zat aditif yang tidak sesuai dapat menyebabkan pembakaran yang tidak sempurna, meningkatkan kadar polutan seperti karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) di udara buang.
Solusi: Pastikan untuk selalu mengisi bahan bakar di stasiun yang terpercaya dan menggunakan bahan bakar dengan oktan yang sesuai dengan spesifikasi motor Anda.
2. Filter Udara Kotor
Filter udara yang kotor atau tersumbat dapat mengurangi aliran udara ke mesin, menyebabkan campuran bahan bakar dan udara menjadi tidak seimbang. Hal ini mengakibatkan pembakaran yang tidak efisien dan meningkatkan emisi gas buang.
Solusi: Periksa dan bersihkan komponen tersebut secara berkala. Jika filter udara sudah terlalu kotor, gantilah dengan yang baru.
3. Busi yang Tidak Optimal
Busi yang aus, kotor, atau tidak sesuai spesifikasi dapat menyebabkan pengapian yang tidak sempurna, menghasilkan emisi yang tinggi. Busi yang tidak berfungsi dengan baik juga dapat mengakibatkan mesin bekerja lebih keras dan konsumsi bahan bakar meningkat.
Solusi: Periksa busi secara rutin dan gantilah jika sudah aus atau kotor. Pastikan menggunakan busi yang sesuai dengan spesifikasi pabrikan motor.
4. Sistem Pembakaran yang Tidak Optimal
Masalah pada sistem pembakaran, seperti injektor bahan bakar yang tersumbat atau karburator yang tidak terkalibrasi dengan baik, dapat menyebabkan pembakaran yang tidak sempurna. Hal ini mengakibatkan peningkatan emisi gas beracun.
Solusi: Lakukan perawatan berkala pada sistem injeksi atau karburator. Bersihkan injektor bahan bakar dan kalibrasi karburator sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
5. Katalisator Rusak atau Tersumbat
Katalisator berfungsi untuk mengurangi emisi gas buang dengan mengubah polutan berbahaya menjadi zat yang lebih ramah lingkungan. Katalisator yang rusak atau tersumbat tidak akan bekerja efektif, mengakibatkan peningkatan emisi.
Solusi: Periksa kondisi katalisator secara berkala dan ganti jika ditemukan kerusakan atau penyumbatan. Penggunaan bahan bakar berkualitas juga dapat membantu memperpanjang umur katalisator.
6. Oli Mesin yang Tidak Sesuai
Penggunaan oli mesin yang tidak sesuai dengan spesifikasi motor dapat mempengaruhi kinerja mesin dan emisi gas buang. Oli yang terlalu kental atau terlalu encer dapat mengganggu proses pelumasan dan pembakaran di dalam mesin.
Solusi: Gunakan oli mesin yang direkomendasikan oleh pabrikan motor dan gantilah secara berkala sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
7. Perangkat ECU yang Bermasalah
Pada motor modern, Electronic Control Unit (ECU) berperan penting dalam mengatur campuran bahan bakar dan udara serta mengontrol sistem pembakaran. ECU yang bermasalah atau error dapat menyebabkan pembakaran yang tidak efisien dan meningkatkan emisi.
Solusi: Jika dicurigai ada masalah pada ECU, segera bawa motor ke bengkel resmi untuk dilakukan pemeriksaan dan perbaikan.
(NDA)
