Konten dari Pengguna

Apa Itu Ban RFT? Ini Pengertian, Cara Kerja, Keunggulan, dan Kekurangannya

Infootomotif

Infootomotif

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ban RFT. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ban RFT. Foto: Pexels

Ban merupakan salah satu komponen penting bagi setiap kendaraan bermotor karena akan memengaruhi kenyamanan, keamanan, dan performa berkendara.

Jenis ban untuk kendaraan bermotor pun bermacam-macam, salah satunya ban RFT. Apa itu ban RFT? Simak uraian di bawah ini untuk mengetahui informasi lengkapnya.

Apa Itu Ban RFT?

Ilustrasi ban RFT. Foto: Pexels

Mengutip situs Bridgestone, RFT adalah singkatan dari Run Flat Tire. Ini merupakan jenis ban yang dirancang untuk tetap bisa digunakan meskipun mengalami kebocoran atau kehilangan tekanan udara.

Ban run-flat memungkinkan pengoperasian yang berkelanjutan bahkan setelah kehilangan sebagian, atau seluruh tekanan inflasi, hingga 50 mil (80 km) pada kecepatan maksimum hingga 50 mph (80 km/jam.)

Dengan kata lain, ban RFT memungkinkan pengemudi untuk terus melaju dengan kecepatan tertentu hingga jarak tertentu, meskipun kondisinya bocor atau kempes.

Baca Juga: Daftar Tekanan Angin Ban Mobil Ring 14 dan Tips Menjaganya

Cara Kerja Ban RFT

Ilustrasi ban RFT. Foto: Pexels

Cara kerja ban RFT terbagi menjadi dua sistem, yaitu sistem swadaya (self-supporting) dan sistem ring pendukung (support ring system). Dikutip dari situs Edmunds, berikut penjelasannya masing-masing.

1. Sistem Swadaya (Self-Supporting)

Pada kebanyakan sistem swadaya, ban RFT memiliki konstruksi dinding samping yang diperkuat untuk terus mendukung kendaraan jika terjadi kehilangan udara.

Konstruksi ini memungkinkan operasi lanjutan setelah kehilangan tekanan udara hingga kecepatan dan jarak yang ditentukan oleh pabrikan.

2. Sistem Ring Pendukung (Support Ring System)

Pada sistem ini, ban RFT menggunakan cincin karet keras atau struktur lain yang dapat mendukung berat kendaraan dalam kondisi kehilangan udara.

Keunggulan dan Kekurangan Ban RFT

Ilustrasi ban RFT. Foto: Pexels

Seperti jenis ban lainnya, ban RFT juga memiliki keunggulan dan kekurangan. Berikut rinciannya yang disadur dari laman Tirebuyer:

Keunggulan Ban RFT

  • Dirancang dengan dinding samping yang kuat, sehingga ban tetap bisa menopang berat kendaraan meskipun tekanan udara berkurang.

  • Dengan ban RFT, pengemudi dapat terus melaju hingga jarak tertentu (biasanya sekitar 80 km) dengan kecepatan terbatas (sekitar 80 km/jam).

  • Dapat memberikan stabilitas dan pengendalian yang lebih baik, bahkan ketika ban kehilangan tekanan.

Kekurangan Ban RFT

  • Ban RFT umumnya lebih mahal dibandingkan ban konvensional. Biaya ini bisa menjadi faktor pertimbangan penting, terutama jika Anda sering mengganti ban.

  • Dinding samping yang diperkuat pada ban RFT dapat membuat perjalanan terasa lebih kaku dan kurang nyaman, terutama pada jalan yang tidak rata atau bergelombang.

  • Tidak semua bengkel memiliki peralatan dan kemampuan untuk menangani ban RFT. Ini bisa menjadi kendala jika Anda berada di daerah yang kurang dilengkapi dengan fasilitas modern.

  • Ban RFT cenderung memiliki masa pakai yang lebih pendek dibandingkan ban biasa, terutama jika sering digunakan dalam kondisi kehilangan tekanan.

(NDA)