Apa itu Regulator? Ini Pengertian dan Fungsinya pada Mobil

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak yang belum tahu mengenai apa itu regulator dan fungsinya pada mobil. Apakah Anda salah satunya? Jika ya, Anda menemukan artikel yang tepat.
Dikutip dari laman resmi Kemdikbud, regulator adalah rangkaian pengatur tegangan keluaran dari sebuah daya agar tegangan yang dikeluarkan lebih stabil. Singkatnya, regulator ini adalah komponen untuk menstabilkan daya.
Di dalam sebuah mobil terdapat sebuah mobil terdapat beberapa komponen yang memiliki tugasnya masing-masing, salah satu bagian mobil paling kompleks ada mesin. Sebab mulai dari sistem pembakaran hingga kelistrikan ditentukan dari kondisi mesin.
Dengan kompleksitas yang ada di dalam mesin diperlukan komponen yang bisa mengatur pembakaran. Untuk itulah regulator hadir.
Fungsi Regulator Mobil
Dikutip dari laman resmi Auto2000, fungsi utaman regulator adalah untuk mengatur tegangan yang telah dihasilkan oleh alternator agar tetap stabil. Untuk cara kerjanya yaitu dengan mengatur besar kecilnya arus yang telah mengalir ke roto coil dan mengatur kuat lemahnya medan magnet yang ada di roto coil.
Komponen Regulator Mobil
Dalam regulator terdapat dua kumparan yaitu voltage relay dan voltage regulator.
1. Voltage relay
Nah untuk volltage relay ini memiliki fungsi dari kumparan ini adalah mematikan lampu pengisian (CHG). Dan fungsi lainnya yaitu untuk menghubungkan arus yang diawali dari terminal B kepada voltage regulator. Ketahanan dari kumparan ini bisa mencapai sekitar 25 Ohm.
2. Voltage regulator
Dan komponen yang terakhir berfungsi sebagai mengatur sistem kerja magnetik di bagian rotor coil. Caranya adalah dengan mengatur arus yang masuk ke rotor coil. Dengan begitu maka tegangan output alternator bisa tetap konsisten.
Cara Kerja Regulator Mobil
1. Kunci kontak ON mesin mati
Cara kerja yang pertama yaitu pada saat kunci kontak berada di posisi ON, arus baterai akan mengalir ke rotor menuju massa. Dan di situlah terbentuk kemagnetan pada rotor coil
2. Ketika tegangan pengisian kurang dari 14 Volt
Yang kedua pada saat mesin mobil dinyalakan, statur akan berputar memotong medan magnet yang dihasilkan rotor. Dari situ akan timbul pengisian stator dan akan disearahkan oleh dioda. Arus ini pun dilanjutkan ke bagian-bagian berikutnya. Dalam proses ini, lampu pengisian akan mati karena tidak mendapat massa.
3. Saat tegangan lebih dari 14 Volt
Dan yang terakhir ketika mobil mulai melakukan akselerasi dengan kecepatan tinggi, makan putaran mesin akan bertambah cepat juga. Hal ini dikarenakan oleh tegangan pengisian naik melebihi 14 volt.
(HDZ)
