Konten dari Pengguna

Arah Putaran Kipas Radiator yang Benar Agar Mesin Kendaraan Tidak Overheat

Infootomotif

Infootomotif

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kipas radiator. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kipas radiator. Foto: Unsplash

Kipas radiator merupakan komponen yang berfungsi untuk menjaga suhu mesin kendaraan. Jika pemasangan komponen ini dilakukan sembarangan, sehingga arah putaran kipasnya salah, maka bisa menyebabkan mesin kendaraan menjadi overheat.

Jika mesin overheat, bisa timbul beragam masalah seperti kendaraan mati mendadak ketika sedang digunakan hingga terbakar. Oleh karena itu, pastikan untuk memasang kipas radiator dengan benar agar arah putarannya sesuai ketentuan.

Lalu, ke mana arah putaran kipas radiator yang benar? Simak uraian di bawah ini untuk mengetahui informasi lengkap seputar kipas radiator pada kendaraan.

Sekilas tentang Kipas Radiator

Ilustrasi kipas radiator. Foto: Shutterstock

Mengutip buku Pengetahuan Komponen Mobil: Edisi Revisi oleh Drs. Daryanto, kipas radiator dipasang di belakang inti radiator dan dikelilingi oleh selubung panas dari baja. Komponen ini terdiri dari sejumlah bilah bersudut yang terbuat dari baja pelat atau plastik.

Sewaktu kipas berputar, bilah atau daun kipas memindahkan udara langsung ke bagian mesin atau mengalirkan udara melalui inti radiator dan sekeliling mesin jika kendaraan berjalan pada kecepatan stasioner.

Secara normal, kipas digerakkan oleh puli poros engkol dengan dipasangnya suatu selubung di sekeliling kipas untuk menambah efisiensi kipas, sehingga langsung mengalirkan udara ke mesin.

Baca juga: Mengenal Penyebab Kipas Radiator Mobil Tidak Berputar

Arah Putaran Kipas Radiator yang Benar

Ilustrasi kipas radiator. Foto: Shutterstock

Kipas radiator memiliki fungsi untuk menjaga kestabilan suhu kendaraan agar tidak mengalami overheat. Ketika suhu mesin kendaraan mulai meningkat, maka kipas radiator akan menghisap suhu panas tersebut dan membuangnya ke arah radiator.

Menurut laman Auto2000, agar suhu panas yang dikeluarkan oleh mesin kendaraan dapat terhisap dan dibawa ke radiator core, maka pemasangan kipas radiator yang tepat seharusnya menghadap ke arah mesin kendaraan dan bukan ke arah radiator.

Putaran kipas radiator ini berlaku baik yang sistem elektrik ataupun yang langsung diputar oleh mesin, semua arah putaran anginnya menuju ke bagian mesin kendaraan.

Cara Kerja Kipas Radiator

Ilustrasi kipas radiator. Foto: Shutterstock

Kipas radiator terbagi menjadi dua jenis, yakni manual dan elektronik. Keduanya memiliki cara kerja yang berbeda sesuai komponen pembantunya. Berikut cara kerja kipas radiator sesuai jenisnya:

1. Kipas Radiator Mobil Manual

Kipas radiator mobil manual digerakkan oleh poros engkol yang akan terus bergerak apabila mesin dalam keadaan hidup. Putaran yang dihasilkan kipas juga bergantung dengan kecepatan mesin mobil. Kedua komponen ini dihubungkan melalui sebuah puly dan belt.

Jadi, apabila mesin berputar dalam kecepatan tinggi, kipas radiator mobil juga akan berputar lebih cepat, begitupun sebaliknya. Kipas jenis ini umumnya tersemat di depan water pump.

2. Kipas Radiator Mobil Elektrik

Berbeda dari jenis yang sebelumnya, kipas radiator mobil elektrik digerakkan oleh motor listrik. Kipas jenis ini sudah tidak lagi bergantung pada putaran mesin, melainkan dari motor listrik yang sudah mendapatkan sinyal dari sebuah sensor bernama WTS (Water Temperature Sensor)

Agar lebih mudah memahaminya, sensor ini akan mendeteksi suhu air yang ada pada mesin. Nah, apabila air sudah mencapai suhu yang sudah ditetapkan, maka WTS akan mengirimkan sinyal ke ECU, lalu ECU akan mengirimkan sinyal tegangan pada relay fan yang akan mengaliri listrik ke motor listrik.

(NDA)