Bagian Transmisi yang Berhubungan dengan Poros Propeler Adalah Komponen Ini

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada sistem transmisi kendaraan mobil terdapat komponen yang disebut dengan Poros Propeler. Poros propeler atau disebut dengan poros kopel biasanya digunakan untuk kendaraan mobil bertransmisi penggerak belakang atau mobil four wheel drive (4WD).
Bentuknya mirip sebuah pipa panjang yang terbuat dari material baja. Komponen ini merupakan kunci utama pada penggerak sistem transmisi. Tanpa adanya poros kopel, maka mobil tak mampu dikendalikan.
Sebelum mengerti poros propeler lebih jauh, penulis akan mengulas hal dasar tentang apa yang dimaksud dengan poros propeler dan komponen-komponennya.
Pengertian Poros Propeler
Dikutip dari laman Auto2000, poros propeler adalah salah satu komponen pada sistem transmisi yang berbentuk pipa panjang. Ia terbuat dari material baja sehingga memiliki ketahanan yang tinggi terhadap gaya puntir.
Poros propeller sendiri memiliki bagian-bagian penyusun seperti rear universal joint, rear slip joint, balance weight, dan lain-lain. Bagian-bagian tersebut dirangkai menjadi suatu kesatuan agar cara kerja propeller shaft dapat optimal.
Komponen satu ini dipasang pada rangka cassis dan sumbu roda belakang yang disangga suspensi roda belakang. Panjang poros propeler berbeda-beda, menyesuaikan dengan ukuran kendaraan.
Semakin besar dan panjang sebuah kendaraan, maka poros propeler yang dipasang pun semakin panjang. Sebaliknya, jika semakin kecil dan pendek sebuah kendaraan, maka poros propeler pun semakin pendek.
Komponen Poros Propeler
Dalam menjalankan fungsinya, bagian ini akan dibantu oleh berbagai komponen seperti berikut:
Slip yoke : komponen yang memiliki fungsi utama untuk menghubungkan proses output transmisi ke sambungan universal di bagian depan.
Front universal joint : sambungan universal depan, berfungsi untuk mengikat slip yoke pada drive shaft atau poros penggerak.
Drive shaft : poros penggerak yang memiliki fungsi untuk memindahkan tenaga putar dari front universal joint ke rear universal joint.
Rear universal joint : sambungan universal belakang yang melenturkan sambungan penghubung poros penggerak ke Yoke.
Yoke : berguna dalam memegang rear universal joint dan menghubungkan poros propeler ke differential belakang.
Dari beberapa komponen penyusun poros propeler, ada sebuah komponen sebagai penghubung antara poros propeler dengan sistem transmisi.
Bagian transmisi yang berhubungan dengan poros propeler adalah clutch hub. Clutch hub atau kopling penghubung berfungsi untuk meneruskan tenaga atau putaran dari clutch hub sleeve (kopling geser) ke poros output transmisi.
Fungsi Poros Propeler
Ada beberapa macam fungsi poros propeler pada sistem transmisi mobil, Berikut ini fungsi-fungsinya :
1. Meneruskan putaran dari transmisi ke gardan
Fungsi poros propeler yang pertama yaitu untuk meneruskan tenaga putar/putaran dari transmisi ke gardan, terutama saat mobil melintas di jalanan tidak rata.
Dengan adanya universal joint, poros propeler dapat bergerak sesuai dengan permukaan jalan. Jadi, putaran transmisi menuju gardan pun tidak akan terganggu.
2. Memindahkan putaran dari transmisi ke gardan
Selanjutnya, poros propeler juga berfungsi untuk memindahkan putaran dari sistem transmisi ke gardan. Dengan poros propeler, perpindahan ini dapat dilakukan tanpa adanya kejutan dan getaran. Anda pun bisa mengemudi dengan nyaman dan aman. Itulah kenapa poros propeler harus selalu dalam kondisi baik.
3. Menyesuaikan perubahan jarak antara transmisi ke gardan
Yang terakhir yaitu poros propeler bertugas menyesuaikan perubahan jarak antara sistem transmisi ke gardan. Saat mobil bergerak, jarak di antara sistem transmisi dengan gardan bisa berubah.
Agar putaran dari transmisi bisa tetap diteruskan, maka harus ada komponen yang dapat menyesuaikan kondisi tersebut.
(FOV)
